Sukses

Luka Masa Lalu Dorong Profesor Pullara Bangun Institut untuk Difabel

Liputan6.com, Jakarta Dr. Pullara Bhanumathi adalah seorang ahli zoologi yang memiliki misi untuk membuat sebuah institut khusus untuk penyandang disabilitas, terutama disabilitas mental.

Misi iitu dilatarbelakangi rasa kehilangan mendalam yang dialaminya. Dulu, ia memiliki tiga saudara laki-laki dengan keterbelakangan mental. Suatu ketika salah satu saudaranya meninggal di pangkuan karena menolak pengobatan.

"Dia berumur 52 dan dokter tak merawat dia dengan layak karena ia memiliki kelainan mental. Ia meninggal di pangkuan saya dan kejadian hari itu masih membuat saya menangis. Kejadian itu membuat saya sangat marah dan bertekad untuk membuat institut bagi para anak dan orang dewasa dengan keterbelakangan mental," kata Pullara seperti dikutip dari laman thebetterindia.

2 dari 3 halaman

Berjuang Selama 19 Tahun

Tekad Pullara untuk membangun institut guna memberdayakan para penyandang disabilitas akhirnya tercapai setelah berjuang selama 19 tahun. Ia mendirikan Association for Mentally Handicapped Adults atau AMHA. Pendanaannya hanya berasal dari gaji Pullara sebagai professor.

Awalnya, AMHA berdiri  di sebuah sekolah milik pemerintah di daerah Trissur, Kerala, India pada 1996.

Setelah beberapa tahun menumpang, Pullara dapat membeli tanah dan mendirikan bangunan institut yang diimpikannya pada tahun 2000. Hingga kini jumlah penyandang disabilitas yang diberdayakan ada 50 orang.

 "Kami memiliki orang dewasa dengan disabilitas berbeda. Dari down syndrome sampai cerebral palsy, kami mengakomodasi semua jenis disabilitas yang membutuhkan dorongan kami," katanya.

Pullara membangun kedekatan dengan biasa dipanggil "amma" dan menganggap mereka seperti anak sendiri. Tujuan Pullara tidak hanya menjaga mereka tapi juga membuat mereka menjadi semandiri mungkin.

AMHA fokus pada penanganan difabel di atas usia 12 tahun. Mereka diajarkan kejujuran dan keterampilan seperti membuat lilin, dupa, sabun, ornamen, bubuk pencuci, lukisan, kerajinan tangan dan sebagainya. Produk-produk itu dijual dan didistribusikan di sekitar AMHA.

3 dari 3 halaman

Raghav, Anggota Tertua AMHA

Raghav (nama samaran) adalah anggota tertua MHA. Ia berkembang banyak setelah bergabung di AMHA selama 10 tahun. Awalnya ia sangat sulit berbicara kepada orang lain dan senang menyendiri. Setelah dilatih, ia berubah menjadi orang yang percaya diri dan bekerja sebagai penjaga di AMHA.

Seperti Raghav, anggota lain bernama Joy juga ditemukan di pinggir jalan oleh Pullara. Ia berkeliaran dan menggelandang sampai akhirnya Pullara menghubungi keluarga Joy dan meminta untuk menyetujui Joy tinggal di institut.

Pullara tidak berjalan sendiri, Saleesh, suaminya  memberikan dukungan penuh pada Pullara. Di AMHA Pullara juga acap kali melakukan seminar mengenai keterbelakangan mental agar masyarakat lebih memiliki kesadaran.

"Gagasan utamanya adalah untuk memecahkan stigma dan menyediakan kehidupan baru untuk para penyandang. Untuk saya, semua anak saya berbeda dengan anak lainnya. Mereka memiliki jiwa yang indah. Mereka tidak butuh simpati. Yang mereka butuhkan adalah pengakuan dan kepedulian," pungkas Pullara.

Loading
Artikel Selanjutnya
Chandra Berbagi Kiat Jaga Semangat untuk Kawan Difabel
Artikel Selanjutnya
3 dari 10 Anak Disabilitas di Indonesia Tak Pernah Bersekolah