Sukses

Tanda-Tanda Orang dengan Gangguan Spektrum Autisme

Liputan6.com, Jakarta Gangguan spektrum autisme adalah salah satu disabilitas yang berkaitan dengan perkembagan otak anak. Hal ini menyebabkan terganggunya interaksi sosial, komunikasi, dan pola kebiasaan anak.

Dilansir dari mayoclinic, anak atau orang dewasa dengan gangguan spektrum autisme selain dapat memiliki kesulitan dalam bersosialisai, mereka juga dapat mengalami tanda-tanda sebagai berikut:

Gagal merespon nama atau tampak tidak mendengarkan intruksi. Menolak pelukan atau pegangan dan lebih suka bermain sendiri dalam dunianya sendiri.

Kontak mata yang jarang dan wajah yang kurang berekspresi. Bahkan tidak berbicara, telat berbicara, atau lupa akan kemampuan untuk menyebutkan kata dan kalimat.

“Tidak dapat memulai pembicaraan atau membiarkan orang lain berbicara atau hanya mengawali ketika meminta sesuatu. Berbicara dengan nada atau  ritme yang tidak biasa seperti nada lagu atau robot," tulis Mayo Clinic.

Tidak mengekspresikan emosi atau perasaan dan tampak tidak peduli pada perasaan orang lain. Tidak menunjuk atau membawa barang untuk memperlihatkan bahwa ia tertarik pada barang tersebut.

Melakukan pendekatan yang tidak tepat dalam interaksi soaial dengan menjadi pasif, agresif, atau mengganggu. Kesulitan dalam mengetahui isyarat nonverbal seperti mengartikan ekspresi wajah, gerak tubuh, atau nada bicara orang lain.

2 dari 2 halaman

Pola Kebiasaan Berulang

Anak atau orang dewasa dengan gangguan spektrum autisme memiliki kebiasaan yang berulang-ulang dan terbatas. Mereka cenderung melakukan sebuah gerakan secara berulang seperti berputar dan bertepuk tangan.

Mengulang kata-kata namun tidak mengerti bagaimana cara menggunakannya. Tidak mengerti pertanyaan atau arahan walaupun sederhana.

Bahkan, dapat melakukan aktivitas yang dapat menyakiti dirinya, seperti menggigit atau membenturkan kepala. Melakukan rutinitas atau ritual spesifik dan akan terganggu jika ada perubahan sedikit pun.

Loading
Artikel Selanjutnya
Chandra Berbagi Kiat Jaga Semangat untuk Kawan Difabel
Artikel Selanjutnya
3 dari 10 Anak Disabilitas di Indonesia Tak Pernah Bersekolah