Peretas Bobol Blockchain Initia, Aset Kripto US$ 2,7 Juta Dipindahkan

Peretas memanfaatkan celah keamanan blockchain Initia untuk mencetak dan memindahkan aset kripto senilai sekitar US$ 2,7 juta.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 18:15 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peretas memanfaatkan celah keamanan pada sistem blockchain Initia pada 23 Oktober 2026. Akibatnya, pelaku diduga berhasil membuat token tambahan dan memindahkan aset kripto senilai sekitar US$ 2,7 juta sebelum jaringan dihentikan.

Mengutip  CoinMarketCap, Sabtu (24/10/2026), akun resmi Initia mengumumkan bahwa jaringan utama dan jaringan tambahan yang terhubung dengannya dihentikan pada 23 Oktober 2026 pukul 15.41.30 UTC.

Penghentian ini dilakukan sebagai langkah pengamanan agar peretasan tidak berlanjut. Akibatnya, seluruh transaksi di jaringan Initia untuk sementara tidak bisa diproses.

Salah satu pendiri Initia, Ezaan Mangalji, mengatakan masalah tersebut berasal dari celah keamanan pada perangkat lunak MoveVM yang digunakan Initia.

Celah itu diduga memungkinkan peretas membuat token tambahan tanpa melalui prosedur penerbitan token yang seharusnya.

Menurut Mangalji, pelaku berhasil memindahkan aset berupa AUSD, Ethereum (ETH), dan USD Coin (USDC) senilai sekitar US$ 2,7 juta ke jaringan lain.

Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan awal. Tim Initia masih menyelidiki penyebab dan total dampak peretasan. Mangalji juga menyatakan token asli Initia, yaitu INIT, tidak terdampak langsung oleh celah yang ditemukan.

Transaksi Initia Terhenti, Agora Siapkan Pengamanan Aset

Penghentian jaringan Initia membuat transaksi pengguna ikut terhenti. Aplikasi dan layanan yang menggunakan jaringan tersebut juga tidak bisa memproses aktivitas selama sistem masih dihentikan.

Bursa kripto asal Korea Selatan, Upbit, turut menghentikan sementara layanan setoran dan penarikan token INIT setelah insiden tersebut.

Langkah menghentikan jaringan dilakukan untuk mencegah peretas melanjutkan aksinya. Namun, pengguna juga harus menunggu sampai jaringan diperbaiki dan kembali beroperasi sebelum bisa bertransaksi.

Agora, perusahaan penerbit stablecoin AUSD, menyatakan tidak memiliki kontrak pintar yang dipasang langsung di jaringan Initia. Meski demikian, tim keamanannya terus memantau perkembangan insiden.

Agora menyatakan akan membekukan dana yang berkaitan dengan alamat peretas jika dana tersebut berupa AUSD di jaringan lain yang menggunakan kontrak pintar Agora.

Dalam pernyataan resminya, Agora mengatakan:

“Kami mengetahui insiden keamanan di Initia hari ini. Agora tidak memiliki kontrak pintar yang diterapkan di Initia. Tim keamanan kami telah memantau situasi dan akan membekukan dana yang terkait dengan alamat peretas yang menyimpan AUSD di jaringan tempat kontrak pintar AUSD/Agora diterapkan.”

Langkah ini bertujuan membatasi penggunaan dana yang diduga berasal dari peretasan.

Initia Selidiki Peretasan, Pengguna Diminta Waspada

Data dalam laporan awal menunjukkan harga token INIT berada di US$ 0,132268, turun 1,83% dalam 24 jam. Volume perdagangannya mencapai sekitar US$ 33,45 juta, sementara nilai kapitalisasi pasarnya sekitar US$ 27,9 juta.

Meski harga INIT melemah, angka tersebut tidak menunjukkan besarnya kerugian akibat peretasan. Insiden yang dilaporkan terutama berkaitan dengan aset lain yang dicetak dan dipindahkan oleh pelaku.

Initia bekerja sama dengan tim keamanan, validator, dan bursa untuk menyelidiki insiden tersebut.

Tim perlu memastikan penyebab peretasan, memperbaiki celah keamanan, memperbarui sistem, dan mengaktifkan kembali jaringan dengan aman. Laporan resmi juga diperlukan untuk memastikan jumlah aset yang terdampak.

Sebelum ada penjelasan lengkap, angka US$ 2,7 juta masih merupakan perkiraan awal.

Pengguna diminta mengikuti pengumuman resmi Initia sebelum mengambil tindakan. Mereka juga perlu berhati-hati terhadap tautan mencurigakan atau tawaran pemulihan aset yang mengatasnamakan tim keamanan.

Pengembang yang menggunakan AUSD juga disarankan mengikuti informasi resmi Agora mengenai langkah pengamanan dana.