Liputan6.com, Jakarta - Produsen dompet kripto perangkat keras, Ledger telah meminta penjual dan distributor perangkatnya di enam negara Asia Tenggara serta Hong Kong untuk menghentikan penjualan dan menarik dompet perangkat keras (hardware wallet) dari peredaran. Hal ini seiring penyelidikan terhadap laporan adanya perangkat yang telah dimanipulasi.
Mengutip Cointelegraph, Rabu, (14/10/2026), dalam sebuah unggahan di platform X pada Selasa pekan ini, Ledger mengatakan, permintaan itu mencakup reseller di Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Hong Kong.
"Perlu ditegaskan bahwa seiring berlanjutnya penyelidikan, satu-satunya insiden yang terkonfirmasi sejauh ini terbatas pada wilayah Asia Tenggara. Kami belum menemukan bukti adanya pengurasan aset kripto yang terkait dengan perangkat yang dibeli di wilayah lain," ujar Ledger.
Advertisement
"Penyelidikan masih terus berlangsung untuk menentukan siapa yang memanipulasi perangkat-perangkat tersebut dan di titik mana dalam rantai distribusi hal itu terjadi," perusahaan itu menambahkan.
Permintaan penghentian penjualan yang lebih luas ini merupakan tindak lanjut dari permintaan sebelumnya yang ditujukan kepada pengecer CryptoBilis agar menghentikan penjualan dan pengiriman produk. Penyelidikan ini mencuat ke publik pada 9 Oktober setelah adanya laporan mengenai pencurian aset kripto yang terkait dengan perangkat yang dibeli melalui pengecer tersebut.
Sejak saat itu, pengguna di wilayah lain, termasuk Eropa, melaporkan adanya indikasi manipulasi pada perangkat yang mereka beli dari berbagai pengecer.
"Kami tidak menemukan indikasi bahwa infrastruktur, sistem, layanan, ataupun saluran penjualan langsung Ledger telah disusupi atau mengalami gangguan keamanan," ungkap perusahaan tersebut.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Dugaan Pencurian Kripto Rp 1,53 Triliun, Ledger Minta Pengguna Waspada
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4381430/original/007733200_1680504270-traxer-EBKPxro0A9c-unsplash.jpg)
Sebelumnya, produsen dompet kripto, Ledger sedang menyelidiki laporan hilangnya dana dari pengguna di Asia Tenggara yang membeli produk mereka melalui CryptoBilis. Seorang peneliti on-chain memperkirakan nilai pencurian mencapai lebih dari US$ 86 juta atau Rp 1,53 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.900).
Mengutip the Block, Minggu, (11/10/2026), penyebab hilangnya dana itu belum diketahui pasti. Ledger mengatakan telah meminta CryptoBilis untuk menghentikan sementara seluruh penjualan dan pengiriman selama penyelidikan berlangsung. CryptoBilis tercatat sebagai pengecer resmi Ledger di Indonesia, Malaysia dan Filipina.
"Kami menyarankan pengguna Ledger yang membeli dari pengecer ini dalam 90 hari terakhir untuk tidak melakukan pengaturan awal (setup) jika belum melakukannya," demikian pernyataan akun dukungan Ledger dalam sebuah unggahan di X pada Jumat.
"Jika Anda sudah mengatur perangkat Ledger Anda, pertimbangkan untuk memindahkan aset ke perangkat Ledger baru (dengan seed baru). Kami akan terus memberikan informasi terbaru kepada pelanggan seiring berjalannya penyelidikan,” demikian mengutip the Block.
The Block telah menghubungi Ledger untuk meminta komentar lebih lanjut.
Estimasi kerugian belum terkonfirmasi
Peneliti on-chain tanuki42 menyatakan, dana senilai lebih dari US$ 72 juta atau Rp 1,28 triliun telah berpindah ke sejumlah alamat yang diduga terkait dengan pencurian tersebut. Peneliti tersebut meminta pengguna yang terdampak untuk menghubungi kelompok respons keamanan kripto, SEAL 911.
Peneliti lain, Specter, kemudian memperkirakan kerugian mencapai lebih dari US$ 86 juta atau Rp 1,53 triliun setelah melacak dana yang dikirim ke berbagai alamat di jaringan Bitcoin, Ethereum, dan Tron.
Advertisement
Angka Belum Terkonfirmasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313337/original/026842100_1785634512-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_34_42_AM.jpg)
Awalnya, Specter menyebutkan, dana tersebut berasal dari ratusan dompet milik korban. Namun, peneliti tersebut kemudian mengklarifikasi bahwa jumlah pasti dompet yang terdampak belum diketahui.
Angka-angka tersebut belum terkonfirmasi secara independen. Selain itu, belum jelas apakah kedua estimasi tersebut mencakup transaksi dan alamat yang sama.
Mantan CEO Mt. Gox, Mark Karpeles, mengatakan laporan-laporan tersebut mungkin berkaitan dengan masalah yang sedang ia selidiki. Ia meminta pengguna yang terdampak untuk menghubunginya atau membuka perangkat Ledger mereka dan mengirimkan foto papan sirkuitnya. Karpeles menyatakan bahwa foto-foto tersebut dapat menunjukkan apakah perangkat telah dimanipulasi.
Salah satu pendiri Binance, Changpeng "CZ" Zhao, mengatakan, informasi yang tersedia mengindikasikan adanya serangan rantai pasok (supply chain attack) yang melibatkan satu vendor. Ia menyebutkan bahwa sejumlah kecil pengguna mungkin telah membeli perangkat Ledger palsu atau yang telah dimanipulasi. "Saya berharap dan yakin seluruh pelaku ekosistem BNB (dan seluruh industri) akan membantu melacak serta memulihkan dana tersebut," ujar Zhao.
Ia menambahkan, penyimpanan mandiri (self-custody) membawa tanggung jawab tambahan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5152114/original/020170500_1741235399-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4588612/original/076171200_1695698562-20230926-Bansos-Beras-Arbas-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191453/original/000691000_1744960231-RaziaNTB1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313338/original/051092900_1785634551-ChatGPT_Image_Aug_2__2026__08_35_29_AM.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2050779/original/091139900_1522730510-20180403-Bitcoin-AFP1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913279/original/044672700_1643034569-24_januari_2022-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4527216/original/053880700_1691248902-Kripto_9.jpg)