Sukses

Bitcoin Grayscale Catat Outflow Jumbo, Ada Apa?

Dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) Bitcoin Grayscale terus mengalami arus keluar besar-besaran dari kepemilikan dana tersebut.

Liputan6.com, Jakarta Dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded fund/ETF) Bitcoin Grayscale terus mengalami arus keluar besar-besaran dari kepemilikan dana tersebut. Menurut data, dana tersebut mengalami arus keluar lebih dari USD 166 juta dan sekitar 2.500 Bitcoin dari kepemilikannya. Sejak disetujuinya dana tersebut pada 11 Januari, arus keluar dana tersebut kini mencapai lebih dari USD 16 miliar.

Arus keluar ETF Bitcoin Grayscale terus berlanjut. Arus keluar dari dana tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda melambat dengan GBTC mencatat arus keluar sebesar USD 75 juta hingga USD 300 juta sejak awal April. Akibatnya, hanya sedikit yang menunjukkan bahwa investor aktif di pasar ETF Bitcoin karena arus masuk semakin rendah.

Melansir cryptopolitan, Selasa (16/4/2024), GBTC mencatat arus keluar mingguan secara kumulatif sebesar USD 767 juta, menambah arus negatif keseluruhan di seluruh ekosistem ETF Bitcoin. BlackRock telah mendapatkan banyak dukungan karena aset yang dikelola IBIT Bitcoin ETF baru-baru ini melebihi USD 15 miliar. Dengan prestasi ini, ia menutup peluangnya dengan ETF Bitcoin Grayscale. Khususnya, sebagian besar arus keluar dari GBTC dipindahkan ke IBIT Bitcoin ETF.

Sementara, BlackRock ETF mendapatkan momentum di tengah arus keluar GBTC. Selama pekan ini, CEO Grayscale Michael Sonnenshein menyebutkan bahwa dia merasa arus keluar dari Grayscale Bitcoin Trust mungkin mencapai keseimbangan. Pernyataannya itu menandakan bahwa ada semacam optimisme di pihak para pedagang dan investor di pasar Bitcoin. Namun data terkini menunjukkan hal tersebut jauh dari prediksinya.

Dana GBTC membebankan biaya pengelolaan yang tinggi dan ini telah dicatat sebagai salah satu alasan arus keluar besar-besaran. Meskipun ada pembicaraan tentang kemungkinan pemotongan, Sonnenshein ragu-ragu untuk memangkas biaya meskipun kehilangan sebagian besar arus keluar dari pesaing.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

GBTC

GBTC membebankan biaya manajemen sebesar 1,5%, sedangkan ETF Bitcoin lainnya mengenakan biaya rata-rata sebesar 0,30%. Dia mencatat bahwa selalu ada kegembiraan di pasar ketika produk baru memasuki pasar, tetapi kegembiraan itu memudar ketika produk baru lainnya memasuki pasar.

Data menunjukkan bahwa GBTC mengalami arus keluar sebesar USD 17.5 juta pada 10 April, turun sekitar USD 154 juta dari hari sebelumnya. Selama empat bulan terakhir, dana tersebut mengalami arus keluar rata-rata sebesar USD 257 juta, dengan arus keluar terendah terjadi pada tanggal 26 Februari ketika dana tersebut mengalami arus keluar sebesar USD 22,4 juta.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.