Sukses

FTX Berpotensi Kembalikan Dana kepada Pelanggan hingga Kreditur

Liputan6.com, Jakarta - Saat mantan pendiri FTX Sam Bankman-Fried bersiap hadapi hukuman bulan depan atas tuduhan penipuan kriminal yang terkait dengan FTX pada 2022,mantan nasabah FTX kemungkinan mendapatkan uang ganti.

Dikutip dari CNBC, ditulis Senin (12/2/2024), Sam Bankman-Fried yang habiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi dinyatakan bersalah pada November atas tujuh dakwaan pidana. Hal ini terjadi setelah sekitar USD 10 miliar dana nasabah dari perusahaannya hilang.

Sebagian dari uang tersebut dipakai untuk membayar gaya hidup mewah mantan pendiri FTX Sam Bankman-Fried. Namun, sebagian besar dipakai untuk investasi lain yang akhir-akhir ini nilainya naik secara dramatis.

Pekan lalu, pengacara yang wakili FTX mengatakan kepada hakim di Delaware kalau FTX berharap kembali membayar pelanggan dan kreditor dengan klaim yang sah.

"Masih banyak pekerjaan dan risiko yang harus dilakukan untuk mengembalikan semua uang kepada klien, tetapi, tim tersebut memiliki strategi untuk mencapainya,” ujar Pengacara FTX Andrew Dietderich.

Ini adalah perkembangan yang disambut baik bagi ribuan pelanggan (dilaporkan mencapai 1 juta) yang secara kolektif kehilangan miliaran dolar Amerika Serikat akibat keruntuhan FTX 15 bulan lalu, ketika bursa kripto itu mengalami kebangkrutan dalam hitungan hari.

Seiring industri kripto termasuk FTX yang sedikit pengaturan dan dinilai tidak aman, klien hadapi kemungkinan nyata sebagian besar uangnya telah menguap. Banyak dana lindung nilai yang gagal dan pemberi pinjaman kehilangan hampir segalanya selama musim dingin kripto pada 2022.

Bankman-Fried tidak pernah percaya situasi perusahaannya seburuk itu. Bahkan ketika regulator dan jaksa federal menemukan bukti yang menunjukkan pengusaha berusia 31 tahun dan tim utamanya telah mencuri miliaran dolar Amerika Serikat dari dompet pelanggan selama bertahun-tahun. Bankman-Fried bersikeras semua uang itu masih dapat diakses.

"FTX US tetap sepenuhnya mampu membayar,” tulis Bankman-Fried di Substack pada 12 Januari 2023 saat dia menjadi tahanan rumah di rumah orangtuanya di Palo Alto, California.

Ia menuturkan, FTX harus dapat mengembalikan semua dana pelanggan.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Restrukturisasi FTX

Selama berbulan-bulan, CEO baru FTX John Ray III dan tim penasihat restrukturisasinya telah mendapatkan kembali yang tunai, properti mewah dan kripto serta melacak aset yang hilang.

Mereka telah kumpulkan lebih dari USD 7 miliar, dan itu belum termasuk barang berharga dalam bentuk hadiah senilai USD 26 juta, dan properti orangtua Bankman-Fried senilai USD 700 juta yang diserahkan kepada K5 Global dan pendiri Michael Kives yang investasikan uang tunai FTX di perusahaan seperti SpaceX. Beberapa dari investasi itu mengalami lonjakan yang drastis.

FTX telah bernegosiasi dengan penawar tentang potensial reboot perusahaan, tetapi upaya itu dibatalkan bulan lalu.

Kepada CNBC, Braden Perry yang pernah menjadi pengacara senior di Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas menuturkan, keputusan untuk membayar kembali pengguna secara penuh terjadi setelah upaya pengabaikan untuk kembali memulai pertukaran kripto FTX dan mendukungnya dari fokus pada likuidasi aset untuk membuat pelanggan utuh.

 

3 dari 4 halaman

Koin Sam Melonjak

Mendapatkan kembali uang sebenarnya ke tangan pelanggan masih merupakan sebuah tantangan. Meski banyak nilai yang telah kembali diperoleh dan masih banyak lagi yang akan diperoleh, membagi uang tunai dalam jumlah besar merupakan proses yang rumit dalam kebangkrutan, terutama ketika sebagian besar uang itu berada dalam aset non-tradisional dan tidak likuid.

Bahkan Ray merasa ragu pada awal proses itu. Pada akhir 2022, ia menuturkan, pada akhirnya, pihaknya tidak akan dapat memulihkan semua kerugian di sini.

Apa yang tidak diharapkan oleh Ray adalah rebound pasar yang besar. Saat dia membuat pernyataan itu, kripto terperosok dalam pasar yang bearish, dengan bitcoin diperdagangkan dengan harga sekitar USD 16.000, saat ini di atas USD 47.000.

Pada September, tim kebangkrutan merilis laporan status yang menunjukkan FTX memiliki aset digital senilai USD 3,4 miliar. Lebih dari 1,1 miliar berasal dari investasi di Solana.

Solana termasuk kategori yang disebut koin sam, sebuah grup yang juga mencakup Serum, token yang dibuat dan dipromosikan oleh FTX dan hedge fund Alameda Research.

Setelah masalah kebangkrutan FTX selesai, Solana alami kenaikan harga yang sangat besar, dan terus menguat setelah laporan September. Sejak akhir bulan itu, jumlahnya melonjak lima kali lipat.

 

4 dari 4 halaman

Investasi Bankman-Fried

Sementara itu, simpanan bitcoin FTX yang bernilai USD 560 juta pada saat laporan September dibuat, saat ini bernilai USD 1 miliar.

Investasi Bankman-Fried tidak terbatas pada kripto. Dia juga menggunakan uang klien untuk mendukung startup seperti Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan yang didirikan oleh mantan karyawan OpenAI. FTX menginvestasikan $500 juta di Anthropic pada tahun 2021, sebelum booming AI generatif. Valuasi Anthropic mencapai $18 miliar pada Desember 2023, yang berarti sekitar 8% saham FTX bernilai sekitar $1.4 miliar.

Selama persidangan pidana Bankman-Fried di New York, Hakim Lewis Kaplan menolak permintaan pembela agar diizinkan untuk mengatakan bahwa investasi FTX di Anthropic adalah taruhan yang cerdas. Menurut pengajuan pengadilan ini, FTX ingin jual kepemilikan Antropicnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini