Sukses

Wajib Tahu, Berikut 5 Fakta Unik dari Aset Kripto

Liputan6.com, Jakarta Cryptocurrency menjadi topik utama pada 2021, yang menyebabkan meningkatnya minat untuk mempelajari cara membeli cryptocurrency dan mencari cara mudah untuk membeli dan menjual bitcoin. 

Tidak mengherankan jika beberapa investor berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara kerja aset digital. Saat ini banyak sekali orang yang tertarik dan ingin memulai memasuki ranah aset digital ini, baik sebagai investor atau pengamat. 

Di tengah boomingnya aset kripto, ternyata ada beberapa fakta unik dan menarik yang ada di balik aset kripto. Dilansir dari The Guardian, Kamis (30/3/2023), berikut sederet fakta unik dan menarik dari aset kripto. 

Transaksi Kripto Pertama

Seorang pria di Florida membayar 10.000 bitcoin untuk dua pizza Papa John pada 22 Mei 2010. Ini adalah pembayaran kripto pertama untuk barang, dan nilainya sekitar USD 40 atau setara Rp 601.364 (asumsi kurs Rp 15.034 per dolar AS) pada saat itu. Ini diakui secara luas sebagai transaksi bitcoin komersial pertama. 

Ada Lebih Dari 18 Ribu Cryptocurrency di Dunia

Ada lebih dari 18.000 mata uang digital yang beredar per Oktober 2022. Meskipun tidak semuanya tersedia di bursa, beberapa memerlukan dompet mereka sendiri. Ini termasuk banyak altcoin seperti USDT, XRP (XRP), Solana (SOL), Binance USD (BUSD), dan banyak lagi.

Ada begitu banyak koin dan token yang tersedia karena relatif mudah untuk membuat dan mendistribusikan kripto baru. Namun, pada Oktober 2022, 20 mata uang virtual teratas menyumbang sekitar 87 persen kapitalisasi pasar cryptocurrency.

Nigeria Adalah Pasar Kripto Terbesar di Afrika

Adopsi Crypto di Nigeria meningkat secara eksponensial. Karena depresiasi mata uang negara yang konstan, negara ini sekarang memiliki lebih dari 50 persen pedagang kripto dewasa aktif bulanan, karena banyak warga lebih suka menyimpan uang mereka dalam mata uang digital daripada uang tunai. Bahkan sampai membeli airtime dari dompet kripto.

 

2 dari 2 halaman

Fakta Lainnya

Biaya Admin Ethereum Disebut Sebagai Gas

Saat menggunakan blockchain Ethereum untuk menyelesaikan transaksi, Anda diharuskan membayar administrasi yang disebut gas fee. Di jaringan Ethereum, gas mewakili upaya komputasi yang digunakan untuk membeli dan menjual Ethereum. 

Menggunakan jaringan untuk aplikasi atau transaksi, meskipun itu mengubah koin lain menjadi eter, berarti Anda harus membayar gas fee. Bergantung pada transaksi dan lalu lintas di blockchain, biaya bahan bakar bisa terasa cukup tinggi dalam beberapa kasus.

Dogecoin Dimulai Sebagai Lelucon

Salah satu cryptocurrency terpanas pada 2021 adalah Dogecoin (DOGE), karena kapitalisasi pasarnya tumbuh, sebagian karena dukungan dari Elon Musk. Baru-baru ini menggantikan Cardano ADA sebagai kripto terbesar ke-6 di dunia. Namun, cryptocurrency ini dimulai sebagai lelucon.

Idenya adalah ada begitu banyak koin di luar sana, yang baru saja diperkenalkan. Jadi pencipta dogecoin menemukan cryptocurrency di sekitar gambar anjing Shiba Inu yang tampak terkejut. Ini adalah meme populer pada 2013 ketika dogecoin diperkenalkan.

 

DisclaimerSetiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.