Sukses

Coinbase Bakal Setop Operasi di Jepang

Liputan6.com, Jakarta - Coinbase Global Inc menghentikan operasinya di Jepang karena kondisi pasar yang bergejolak. Coinbase mengumumkan rencana tersebut beberapa hari setelah pengumuman pemutusan hubungan kerja (PHK)  di tengah berkurangnya permintaan untuk aset digital.

Melansir Channel News Asia, Kamis (19/1/2023), langkah itu dilakukan selang beberapa minggu setelah perusahaan kompetitor, Kraken memutuskan untuk menghentikan bisnisnya di negara itu.

"Jepang tidak mungkin menjadi kontributor material untuk pendapatan Coinbase," kata analis Oppenheimer Owen Lau.

Di sisi lain, perusahaan telah mencermati pasar selama beberapa waktu tetapi baru mendapatkan lisensi dari regulator Jepang satu setengah tahun yang lalu. Pasar kripto sedang bergejolak karena jatuhnya nilai aset digital di tengah kenaikan suku bunga dan ambruknya beberapa pemain terbesarnya, termasuk FTX.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi hampir bersamaan itu telah menggoyahkan kepercayaan investor terhadap kripto yang sebelumnya sempat dilihat sebagai gebrakan besar berikutnya di dunia keuangan. Coinbase, Crypto.com, dan Huobi semuanya telah mengumumkan rencana untuk memberhentikan masing-masing sekitar 20 persen dari total staf mereka.

Sementara sebuah sumber mengatakan Genesis juga lebih dulu melakukan pemangkasan 30 persen dari tenaga kerjanya.

Dalam sebuah pengumuman, seluruh pelanggan Coinbase Jepang memiliki waktu hingga 16 Februari untuk menarik kepemilikan fiat dan kripto mereka. Menyusul kabar tersebut, saham perusahaan turun sekitar 86 persen dari nilainya tahun lalu, di tengah aksi jual brutal dalam kripto mulai dari bitcoin hingga dogecoin yang menghapus lebih dari USD 1 triliun dari sektor ini.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pertukaran Kripto Coinbase Bakal PHK 950 Karyawan

Sebelumnya, Pertukaran kripto Coinbase berencana untuk berhentikan 950 pegawai, menurut posting blog yang diterbitkan Selasa, 10 Januari 2023.

Coinbase yang memiliki sekitar 4.700 karyawan pada akhir September 2022, telah memangkas 18 persen tenaga kerjanya pada Juni 2022 dengan alasan kebutuhan untuk mengelola biaya dan tumbuh "terlalu cepat" selama pasar kripto berada pada masa bullish.

Coinbase mengatakan langkah ini akan menghasilkan biaya baru hingga USD 163 juta atau setara Rp 2,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.539 per dolar AS) untuk kuartal pertama 2023. 

PHK dan langkah-langkah restrukturisasi Coinbase lainnya akan menurunkan biaya operasional Coinbase sebesar 25 persen untuk kuartal yang berakhir pada Maret, menurut pengajuan peraturan baru.

Pertukaran kripto itu juga mengatakan pihaknya memperkirakan kerugian EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh berada dalam "pagar pembatas" sebesar USD 500 juta atau setara Rp 7,7 triliun yang ditetapkan tahun lalu.

Setelah melihat berbagai stress test untuk pendapatan tahunan Coinbase, CEO Coinbase, Brian Armstrong mengatakan perusahaan perlu mengurangi biaya untuk meningkatkan peluang untuk berhasil dalam setiap skenario.

"Tidak ada cara untuk melakukannya tanpa mengurangi jumlah kepala. Perusahaan juga akan menutup beberapa proyek yang memiliki probabilitas keberhasilan lebih rendah,” ujar Armstrong dikutip dari CNBC, Rabu (11/1/2023).

Pasar Cryptocurrency telah terguncang dalam beberapa bulan terakhir setelah runtuhnya salah satu pemain industri terbesar, FTX. Armstrong menunjuk pada kejatuhan itu, dan meningkatnya tekanan pada sektor ini akibat "aktor yang tidak bermoral dalam industri ini yang mengacu pada FTX dan pendirinya, Sam Bankman-Fried.

 

3 dari 4 halaman

Pertukaran Kripto Coinbase Berhentikan 60 Karyawan

Sebelumnya, Coinbase memberhentikan lebih dari 60 staf di departemen perekrutan dan orientasi institusionalnya. PHK Coinbase terbaru ini terjadi hanya lima bulan setelah bursa memberhentikan 18 persen stafnya untuk mempersiapkan musim dingin kripto.

Dilansir dari Decrypt, Jumat (11/11/2022), CEO Brian Armstrong sebelumnya mengatakan Coinbase harus membersihkan karyawannya. Putaran PHK terbaru Coinbase adalah tanda pertukaran masih mencoba untuk memotong biaya di pasar bearish atau koreksi yang sedang berlangsung.

Pada Juni, Coinbase juga membekukan proses perekrutan dan membatalkan tawaran pekerjaan yang telah diberikan kepada kandidat, beberapa di antaranya kemudian mengungkapkan rasa frustrasi mereka secara online.

Coinbase tampaknya tengah berjuang di pasar beruang ini pendapatan kuartalannya turun 28 persen dan volume perdagangan turun 27 persen selama Q3 tahun ini. Saham Coinbase juga turun hampir 80 persen tahun ini dan turun 27,4 persen bulan ini.

Pertukaran itu juga baru saja kehilangan Chief Product Officer-nya, Surojit Chatterjee, yang merupakan mantan pekerja Google tiga tahun lalu. Chatterjee mengambil cuti dan akan menjadi penasihat Armstrong hingga setidaknya Februari 2023, menurut pengarsipan Coinbase dengan SEC.

Di tengah berita buruk dari pertukaran kripto FTX, Armstrong mengatakan Coinbase tidak memiliki eksposur terhadap pertukaran saingan yang runtuh, FTX atau perusahaan saudaranya Alameda Research.

Dan Ark Invest Cathie Wood tampaknya tertarik dengan saham Coinbase meskipun anjlok tahun ini. Perusahaan membeli saham COIN senilai USD 21,4 juta awal pekan ini.

 

4 dari 4 halaman

Perusahaan Pinjaman Kripto Genesis PHK 30 Persen Karyawan

Sebelumnya, perusahaan pemberi pinjaman kripto, Genesis memotong 30 persen stafnya dalam putaran PHK terbaru, kata perusahaan Kamis, 5 Januari 2023. Putaran terakhir PHK ini terjadi dua bulan setelah perusahaan membekukan penarikan pelanggan.

Dilansir dari Yahoo Finance, Jumat (6/1/2023), genesis adalah perusahaan layanan keuangan kripto dengan bisnis perdagangan, peminjaman, pembuatan pasar, dan kustodian yang dimiliki oleh Digital Currency Group (DCG).

DCG juga memiliki Grayscale, sponsor kepercayaan bitcoin terbesar di dunia, GBTC, serta outlet media kripto, Coindesk, dan pemodal penambangan kripto, Foundry. Genesis sendiri mengalami beberapa pukulan besar selama gejolak pasar kripto sepanjang 2022.

Perusahaan mengalami kerugian USD 2,4 miliar (Rp 37,5 triliun) setelah mitra peminjam utama Three Arrows Capital gagal memenuhi margin call atas pinjamannya mulai 16 Juni;.

Three Arrows secara resmi mengajukan kebangkrutan pada 2 Juli. Kemudian, pada Agustus, perusahaan juga mengumumkan pengunduran diri CEO dan PHK 20 persen tenaga kerjanya. Baru-baru ini, Genesis menghilangkan penarikan pinjaman pelanggan pada November.

Perusahaan itu juga dikenal sebagai pemberi pinjaman yang signifikan untuk Alameda Research, bagian perdagangan dari platform kripto FTX yang bangkrut.

Sejak Genesis menghentikan penarikan, CEO perusahaan induknya DCG, Barry Silbert,,mengatakan sedang mencari dana antara USD 500 juta (Rp 7,8 triliun) dan USD 1 miliar (Rp 15,6 triliun) untuk perusahaan tersebut.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS