Sukses

Harga Kripto Hari Ini 5 Desember 2022: Bitcoin dan Ethereum Kembali Menghijau

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Senin (5/12/2022). Mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali bertengger di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin pagi, 5 Desember 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) menguat 0,84 persen dalam 24 jam terakhir dan 3,11 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 17.104 per koin atau setara Rp 263,8 juta (asumsi kurs Rp 15.428 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga turut menguat pagi ini. ETH naik 1,22 persen dan 5,03 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.276 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih terkoreksi. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 0,19 persen dan 7,09 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 291,73 per koin. 

Kemudian Cardano, kembali menguat. Dalam satu hari terakhir ADA naik 0,33 persen dan 1,47 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,3233 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali bertengger di zona hijau dengan penguatan selama satu hari terakhir sebesar 1,12 persen. Meskipun begitu, SOL masih melemah 5,26 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 13,63 per koin.

Sedangkan XRP juga turut melemah. XRP turun 0,32 persen dalam 24 jam terakhir dan 3,05 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3939 per koin. 

Koin Meme Dogecoin (DOGE) pada pagi ini kembali menguat. Dalam satu hari terakhir DOGE melesat 2,60 persen, tetapi masih ambles 0,85 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level USD 0,1039 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,01 persen. Hal tersebut membuat harga keduanya masih bertahan di level USD 1,00

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,01 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih berada di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam alami penguatan ke level USD 858,3 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Banyaknya Tantangan di Industri, Pertukaran Kripto Bitfront Berhenti Beroperasi

Sebelumnya, Bitfront, pertukaran kripto AS yang didukung oleh perusahaan media sosial Jepang Line Corp, mengatakan telah menangguhkan pendaftaran baru dan pembayaran kartu kredit dan akan berhenti beroperasi dalam beberapa bulan.

Ini menjadi salah satu langkah perusahaan untuk mengatasi tantangan dalam industri yang berkembang pesat. Di sisi lain, perusahaan mengungkapkan telah melakukan berbagai upaya lain untuk tetap bertahan dari tantangan ini.

"Namun, terlepas dari upaya kami. Kami dengan menyesal memutuskan bahwa kami perlu menutup BITFRONT untuk terus mengembangkan ekosistem blockchain LINE dan ekonomi token LINK," kata perusahaan dalam pernyataan di situs web, dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (3/12/2022).

Bitfront mengatakan langkah perusahaan untuk berhenti beroperasi tidak terkait dengan masalah baru-baru ini di antara pertukaran kripto tertentu yang dituduh melakukan pelanggaran.

FTX, yang merupakan salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia, kini menjadi subjek investigasi pihak berwenang atas "pelanggaran kriminal". Perusahaan telah mengajukan kebangkrutan awal bulan ini, sementara pemberi pinjaman cryptocurrency BlockFi mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 pada Senin, dirugikan oleh paparan runtuhnya FTX.

Bitfront mengatakan telah menangguhkan pendaftaran baru dan pembayaran kartu kredit pada 28 November, dan akan menangguhkan penarikan pada 31 Maret 2023. Perusahaan mengklarifikasi bunga untuk setoran yang dilakukan antara 5 Desember dan 11 Desember akan dibayarkan pada 13 Desember 2022.

3 dari 4 halaman

Dampak FTX, Menkeu AS Janet Yellen Sebut Perlu Regulasi Kripto yang Memadai

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen berbicara tentang perlunya regulasi kripto yang memadai setelah runtuhnya pertukaran kripto FTX di sebuah acara yang diselenggarakan oleh New York Times Dealbook pada Rabu (30/11/2022).

Sambil menekankan pentingnya memastikan aset kripto memiliki perlindungan pelanggan yang memadai, menteri keuangan mencatat penting juga untuk tetap terbuka terhadap inovasi keuangan, terutama yang dapat menurunkan biaya transaksi lintas batas dan membantu meningkatkan inklusi keuangan.

Yellen melanjutkan untuk berkomentar tentang kehancuran FTX, yang mengajukan kebangkrutan pada 11 November. Pertukaran kripto berutang 50 kreditor terbesarnya lebih dari USD 3 miliar (Rp 46,1 triliun) dan diperkirakan satu juta pelanggan serta investor lainnya menghadapi kerugian total dalam miliaran dolar. 

“Saya pikir semua yang telah kita lalui selama beberapa minggu terakhir, tetapi sebelumnya juga, mengatakan ini adalah industri yang benar-benar perlu memiliki regulasi yang memadai, tetapi ternyata tidak,” kata Yellen, dikutip dari Bitcoin.com, Sabtu (3/12/2022).

Menteri keuangan juga mengungkapkan AS sedang mendiskusikan peraturan cryptocurrency dengan sekutu dan Departemen Keuangan telah memetakan kekhawatiran “signifikan” terkait kripto. Dia memastikan perlindungan aset pelanggan dan pemisahan aset tersebut adalah salah satu prioritas utama.

Yellen menyamakan ledakan FTX dengan runtuhnya Lehman Brothers. Bank investasi mengajukan kebangkrutan Bab 11 pada 2008, yang memicu penurunan besar pasar saham dan menyebabkan bailout USD 700 miliar oleh pemerintah AS. 

Meskipun demikian, dia mencatat kehancuran FTX belum menyebar ke sektor perbankan, menekankan Regulator perbankan sangat berhati-hati tentang kripto.

 

4 dari 4 halaman

Perusahaan Kripto Hodlnaut Diselidiki Polisi Singapura Terkait Dugaan Penipuan

Sebelumnya, Polisi sedang menyelidiki perusahaan pemberi pinjaman kripto yang berbasis di Singapura, Hodlnaut dan direkturnya atas dugaan pelanggaran kecurangan dan penipuan.

Antara Agustus dan November tahun ini, polisi menerima banyak laporan yang menyatakan Hodlnaut atau direkturnya telah membuat pernyataan palsu terkait paparan perusahaan terhadap token digital tertentu.

Departemen Urusan Komersial Singapura, meluncurkan penyelidikan terhadap pemberi pinjaman kripto karena dugaan pelanggaran.

"Jika Anda telah menyimpan token digital dengan Hodlnaut dan percaya Anda mungkin telah ditipu melalui, antara lain, pernyataan palsu yang dibuat oleh Hodlnaut, Anda mungkin ingin mengajukan laporan polisi ke Pusat Polisi Lingkungan terdekat, atau secara online," kata polisi, dikutip dari Channel News Asia, Senin (28/11/2022).

Kepolisian menambahkan, para nasabah diharapkan bisa memberikan dokumen yang berkaitan dengan transaksi dengan Hodlnaut untuk menyampaikan keluhan. Dokumen tersebut mencakup catatan pembayaran yang dilakukan dan diterima dari Hodlnaut serta korespondensi yang relevan dengan Hodlnaut.

Sekitar 71,8 persen dari aset digital yang digunakan oleh Hodlnaut di bursa terpusat diadakan dengan FTX, dengan perkiraan nilai pasar sebesar Rp 210,2 miliar  Sebelum pengumuman pembubaran FTX, para manajer yudisial sementara berusaha untuk menarik aset dari FTX tetapi tidak dapat diproses. 

Pada Agustus, Hodlnaut menangguhkan penarikan, pertukaran, dan penyetoran. Dikatakan akan menarik aplikasinya untuk lisensi dari Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk menyediakan layanan pembayaran token digital, yang telah menerima persetujuan prinsip pada Maret.

Pada bulan yang sama mereka memberhentikan sekitar 40 karyawan dan mengungkapkan ia sedang diselidiki oleh polisi Singapura. Hodlnaut mengatakan pada saat PHK itu untuk mengurangi pengeluaran perusahaan.

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS