Sukses

Memanfaatkan Teknologi Blockchain untuk Sertifikat Tanah Elektronik

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi blockchain makin terkenal seiring perkembangan kripto di Indonesia. Selain mendukung proses transaksi kripto, teknologi blockchain ini juga dinilai dapat dimanfaatkan ke sektor pemerintahan.

Direktur Eksekutif Bidang Mining Indonesia Crypto Consumer Association (ICCA) Bagus Pratomo menuturkan, teknologi blockchain sangat cepat dan akan terus berkembang, unik serta transparan. Ia menilai, teknologi tersebut dapat mendukung untuk menyelesaikan masalah di sektor pemerintahan. Salah satunya yang dapat diimplementasikan untuk penerbitan sertifikat tanah elektronik.

"Sertifikat tanah sangat unik, tapi masalahnya ada beberapa kasus oknum cetak sertifikat sama. Ada kasus mafia tanah karena ada beberapa pihak punya sertifikat sama. Ini use case techology bisa masuk. Sertifikat digital itu akan unik, hanya punya satu orang, tidak ada duplikasi, dan keamanan data, hopefully di pemerintahan teknologi blockchain bisa membantu memecahkan masalah timbul," ujar Bagus saat ditemui pada acara Utopia Blok:Verse di IdeaFest 2022, Web3X Government "Indonesia's Perpective on Web3," ditulis Minggu (27/11/2022).

Bagus menuturkan, penerapan teknologi blockchain untuk penerbitan sertifikat tanah masih dalam kajian.Adapun salah satu lembaga pemerintah yang akan memakai teknologi blockchain sehingga membuat data lebih transparan. Salah satunya Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Ia menilai, teknologi blockchain yang sangat cepat, unik dan transparan itu dibutuhkan pemerintah. Selain itu, teknologi blockchain, menurut Bagus dapat diimplementasikan untuk supply chain.

"Teknologi blockchain sangat cepat, unik dan masih akan terus berkembang, dibutuhkan pemerintah transparansi, kecepatan, dan keunikan data. Untuk tools maybe bisa dikembangkan lagi QYC, customer, maybe supply chain," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia Asih Karnengsih menuturkan, pemakaian teknologi blockchain yang dapat diterapkan saat pemilihan dengan memakai e-voting berbasis blockchain. Adapun ia mencontohkan salah satu negara yang menerapkan teknologi blockchain di sektor pemerintahan yaitu Estonia. Salah satunya untuk pembayaran pajak.

"Karena sudah digital identity, pembayaran pajak capai 98 persen dari populasi. Sumbangan lebih baik dari pajak. Melakukan e-voting, citizen mereka di luar negeri ikut kontribusu pemilihanm" ujar dia.

Blockchain merupakan teknologi yang dipakai untuk bank data digital yang terhubung dengan kriptografi. Dengan teknologi tersebut membuat blok-blok yang terhubung sehingga akan digunakan untuk eksekusi transaksi.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Singapura Ingin Jadi Pusat Kripto dan Blockchain di Bidang Keuangan

Sebelumnya, Direktur pelaksana bank sentral Monetary of Singapore, Ravi Menon mengungkapkan keinginan menjadikan Singapura sebagai pusat kripto. Hal tersebut disampaikan Menon dalam pidato pembukaannya di Singapore Fintech Festival 2022 pada Kamis (3/11/2022).

Namun Menon mengatakan, pusat kripto yang diinginkan bukan sekedar perdagangan spekulatif, tetapi lebih dari itu.

“Jika pusat kripto adalah tentang bereksperimen dengan uang yang dapat diprogram, menerapkan aset digital untuk kasus penggunaan atau tokenizing aset keuangan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko dalam transaksi keuangan, ya, kami ingin menjadi hub crypto,” jelas Menon, dikutip dari CNBC, Selasa (8/11/2022).

Menon menambahkan, jika ini tentang perdagangan dan spekulasi dalam cryptocurrency, itu bukan jenis pusat kripto yang mereka inginkan.

Singapura memiliki ambisi untuk menjadi pusat kripto global, tetapi telah menindak industri setelah banyak investor ritel kehilangan tabungan hidup mereka untuk perdagangan kripto. 

Singapura telah berulang kali memperingatkan perdagangan mata uang kripto sangat berisiko dan tidak cocok untuk masyarakat umum karena sifatnya yang fluktuatif dan spekulatif. 

Ia bahkan melarang iklan kripto di area publik dan di media sosial pada Januari 2021 dan mengusulkan langkah-langkah baru untuk melindungi investor ritel baru-baru ini setelah runtuhnya Terra's Luna.

Namun, Singapura telah secara terbuka menunjukkan persetujuannya untuk teknologi blockchain dan telah memulai berbagai proyek. Salah satunya Project Ubin, yang berhasil menyelesaikan eksperimennya menggunakan blockchain untuk kliring dan penyelesaian pembayaran dan sekuritas.

 

 

3 dari 4 halaman

Bank Santander Brasil UjI Coba Platform Blockchain untuk Jual Mobil Bekas

Sebelumnya, Bank Santander terus mengeksplorasi manfaat teknologi blockchain. Kali ini cabang bank di Brasil menerapkan teknologi blockchain untuk perdagangan kendaraan dan registrasi mobil.

Santander Brasil telah meluncurkan pengujian platform tokenisasi berbasis blockchain untuk mentransfer kepemilikan mobil bekas di Brasil. 

Platform ini dirancang untuk mengotomatiskan proses transfer pendaftaran properti dengan menerapkan kontrak cerdas berdasarkan pengiriman versus pembayaran, metode penyelesaian yang menjamin transfer kepemilikan setelah pembayaran berhasil.

Solusi registrasi kendaraan terbaru Santander dikembangkan dalam kemitraan dengan Parfin, penyedia layanan penyimpanan digital utama dan infrastruktur Web3 di Amerika Latin.

Menurut co-founder dan chief technology officer Parfin, Alex Buelau, platform ini akan didasarkan pada jaringan blockchain eksklusif yang dikembangkan dari blockchain Ethereum. Tetapi berbeda dengan Ethereum, blockchain sistem akan diizinkan atau pribadi, artinya tidak akan dapat diakses oleh publik.

Proyek Santander adalah bagian dari inisiatif yang dipilih oleh Laboratorium Inovasi Keuangan (Lift) bank sentral Brasil. Lift bertindak sebagai inkubator proyek, dengan salah satu tujuan untuk menerapkan real digital, atau mata uang digital bank sentral Brasil, yang kabarnya dijadwalkan untuk diluncurkan pada 2024. 

 

 

4 dari 4 halaman

Uji Transaksi Nyata

Sementara itu, Santander telah mempresentasikan platform demonya ke bank sentral, bertujuan untuk menguji transaksi nyata dalam waktu dekat. 

Pengawas keuangan terbuka di Santander, Jayme Chataque mengatakan teknologi yang sama dapat digunakan untuk menjual dan mendaftarkan properti. 

“Ini memiliki manfaat kenyamanan dan keamanan bagi pembeli dan penjual. Anda mengubah dua transaksi menjadi satu,” katanya dikutip dari Cointelegraph, Senin (31/10/2022).

Bank Santander global juga telah secara aktif bereksperimen dengan teknologi blockchain, bersama-sama mengerjakan infrastruktur tokenisasi untuk komoditas pertanian dan menerbitkan obligasi berbasis blockchain. Bank ini juga dikenal karena kolaborasinya yang erat dengan perusahaan kripto besar Ripple.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS