Sukses

Pasar Kripto Lesu Jelang Akhir Pekan

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang akhir pekan, pasar kripto melaju lesu, walaupun terpantau memasuki zona hijau. Secara keseluruhan pasar masih belum mampu bangkit sepenuhnya seperti pekan lalu di mana terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap melaju tipis ke zona hijau pada perdagangan Jumat (5/8/2022) siang. Misalnya saja, dari pantauan Coinmarketcap, nilai Bitcoin berada di harga USD 23.141 sekitar Rp 344,9 juta atau naik 0,09 persen dalam 24 jam terakhir. 

Sedangkan untuk altcoin lainnya, Ethereum (ETH) ikut naik 0,14 persen ke USD 1.656. Binance Coin (BNB), solana (SOL) dan XRP bisa naik lebih dari 1 persen.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan, gerak pasar masih sideways dan belum mampu melaju optimis untuk kenaikan harga, seperti pada pekan lalu. Pelemahan pasar kripto ini sudah bisa ditebak, karena reli yang terjadi beberapa hari ini didorong oleh technical rebound.

"Pelemahan dan kenaikan tipis ini sudah diprediksi sebelumnya, karena adanya technical rebound di mana investor mulai lelah melakukan aksi jual dan kembali melancarkan aksi beli. Namun, ini akan terus berulang untuk menjaga level support tidak dapat ditembus, dan masih sulit untuk menerobos resistensinya," kata Afid, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/8/2022).

Di sisi lain, menurut Afid kenaikan harga ini juga semu lantaran tak disertai volume trading yang sepadan. Oleh karenanya, tak heran jika penguatan harga aset kripto diproyeksi hanya berada di rentang yang sempit dan tak bertahan lama.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Sentimen yang Bayangi Kripto

Namun, apabila dilihat dari sisi sentimen, pasar kripto sejatinya sedang diselimuti banyak sentimen negatif yang membuat kepercayaan diri investor menurun. Seperti pernyataan The Fed yang terbilang cukup labil.

"The Fed terlihat plin plan setelah beberapa pejabatnya yang berkomentar peluang membuka pelonggaran kebijakan moneter setelah September bisa sulit terjadi. Di samping itu juga rentetan kabar soal peretasan yang terjadi pada jaringan Solana dan Nomad yang mencuri perhatian investor," terang Afid.

Sentimen Positif Ethereum Bisa Dorong Bull Market

Selain sentimen negatif, hal positif bisa datang dari ekosistem Ethereum. Faktanya, dalam dua momentum bull market terakhir, Ethereum jauh memimpin dibandingkan Bitcoin.

Afid melihat transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS) bisa menjadi pendorong utama untuk aksi bull run selanjutnya. Ethereum menjadi faktor utama dalam ledakan market kripto pada 2017, di mana ICO (initial coin offering) banyak bermunculan menaikkan nilai pasar.

"Popularitas DeFi dan NFT pada 2021 juga melibatkan ekosistem Ethereum dan menjadi periode penting bagi momentum market kripto. Selanjutnya, siklus bakal terjadi ketika The Merge berhasil dilakukan pada September mendatang. ETH akan mendorong nilai altcoin lain sebelum proses migrasi dilakukan," ucap Afid.

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 5 halaman

Analisis Teknikal

Dari analisis teknikalnya saat ini, Ethereum sedang sideways dengan rentang harga di atas level support USD 1.600. Level USD 1.590 masih menjadi support terkuat untuk menahan laju penurunan harga ETH.

Namun, apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level USD 1.739 hingga USD 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH. 

Dalam waktu dekat akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, Goerli, diharapkan terjadi pada 10 Agustus mendatang, bisa menggerakan harga ETH.

“Sementara, analisis harga Bitcoin saat ini level resistensi berada pada harga USD 23.223 dan support pada harga USD 22.400. Level support USD 21.978 menjadi pertahanan selanjutnya, apabila harga Bitcoin melanjutkan penurunannya,” pungkas Afid.

4 dari 5 halaman

Harga Kripto Jumat Pagi 5 Agustus 2022

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam pada perdagangan Jumat, 5 Agustus 2022. 10 Kripto teratas kompak bertahan di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (5/8/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) merosot 3,16 persen dan 5,75 persen sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 22.537 per koin atau setara Rp 335.5 juta (asumsi kurs Rp 14.889 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga kembali melemah sejak kemarin. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 2,81 persen dan 8,42 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.591 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) masih melanjutkan penguatan sejak kemarin. Dalam 24 jam terakhir BNB melesat 2,58 persen dan 11,87 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 309,95 per koin. 

Kemudian Cardano kembali melemah. Dalam satu hari terakhir ADA ambles 2,33 persen dan 3,33 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4982 per koin.

 

5 dari 5 halaman

Harga Kripto Selanjutnya

Adapun Solana (SOL) masih terkoreksi akibat peretasan yang terjadi beberapa waktu lalu. Sepanjang satu hari terakhir SOL turun 2,91 persen dan 11,44 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 38,36 per koin.

XRP masih melanjutkan penurunan pagi ini. XRP turun 1,55 persen dalam 24 jam terakhir dan 0,80 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3688 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini kembali melemah 0,01 persen. Namun harga keduanya masih berada di level USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) juga melemah 0,1 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi harganya masih bertahan di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto dalam 24 jam terakhir masih berada di level USD 1 triliun.