Sukses

Pasar Kripto Anjlok, Begini Tanggapan CEO Binance Changpeng Zhao

Liputan6.com, Jakarta - Kepala eksekutif pertukaran kripto terkemuka Binance, Changpeng Zhao menjelaskan mengapa kehancuran pasar baru-baru ini menjadi pertanda baik bagi kesehatan jangka panjang pasar aset digital.

Dalam wawancara dengan CNBC, Zhao mengatakan kehancuran pasar kripto disebabkan oleh masuknya spekulan secara tiba-tiba di industri kripto

"Saya pikir sedikit pengaturan ulang (reset) itu sehat untuk terus terang. Kripto menarik sejumlah orang yang tidak percaya. Mereka hanya spekulan kemungkinan besar, dan itu seharusnya tidak benar-benar terjadi dalam skala besar," ujar Zhao dikutip dari Dailyhodl, Rabu (3/8/2022). 

Menurut Zhao, ketika itu terjadi dalam skala besar, itu berarti pasar sedang overheat dan setelah beberapa saat, tentu akan ada koreks.

Menurut Zhao. biasanya pasar berayun di kedua arah. Jadi, pasar kripto seharusnya hanya menarik orang-orang percaya, seharusnya hanya menarik orang-orang yang ada di dalamnya untuk teknologi, yang mengerti cara menggunakannya, dan sebagainya. 

Gejolak yang dipicu oleh keruntuhan Terra LUNA menguntungkan bagi prospek industri jangka panjang karena mereka yang bertahan cenderung berkontribusi pada pertumbuhan keseluruhan ekosistem kripto, Zhao menjelaskan. 

“Saya pikir koreksi sebenarnya sehat. Tetapi mengingat crash Terra/LUNA, itu memang merugikan banyak orang tetapi kemudian Anda juga menyingkirkan banyak pemain lemah di industri ini. Saya benar-benar berpikir sekarang industri ini jauh lebih sehat daripada enam bulan atau sembilan bulan lalu ketika Bitcoin di USD 68.000,” tutur Zhao.

Zhao melihat para investor di industri sekarang memiliki pandangan jangka panjang dan secara keseluruhan menjadi lebih sehat. 

DisclaimerSetiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Awali Agustus 2022 Pasar Kripto Kembali Koreksi, Bagaimana Prospek ke Depan?

Sebelumnya, pergerakan pasar kripto pada Senin (1/8/2022) terlihat sedikit koreksi, setelah reli singkat yang cukup baik pada pekan lalu. Meskipun begitu, Bitcoin (BTC) berhasil menyelesaikan penutupan minggu ini 5 persen lebih tinggi, naik dua pekan berturut-turut. 

Reli ini terjadi pada saat The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan dan setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan Ekonomi AS menurun untuk kuartal kedua berturut-turut, yang berarti negara tersebut secara teknikal berada dalam masa resesi.

Dalam situasi ini, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan, investor masih gencar melakukan aksi akumulasi dan bahkan sukses mengantar nilai kapitalisasi pasar kripto kembali tembus USD 1 triliun. 

"Hal baiknya, saat ini dan beberapa pekan ke depan, sentimen makroekonomi yang tengah mereda bisa jadi faktor investor untuk meningkatkan aktivitasnya di pasar kripto,” ujar Afid kepada Liputan6.com, Senin, 1 Agustus 2022.

Namun, menurut Afid harga Bitcoin (BTC) dan kripto secara keseluruhan masih dalam kondisi bearsih. Kenaikan ini terlihat meragukan karena penguatan tersebut tak diiringi kenaikan volume perdagangan yang besar, karena likuiditas yang tipis. 

“Saat ini, investor sedang mencoba mencari tahu apakah titik terbawah Bitcoin sudah tercapai, walaupun secara teknis level relative strength index (RSI) hampir menunjukan posisi overbought di mana terjadi suatu pergerakan downtrend. Oleh karena itu, terjadi koreksi harga seperti yang terjadi pada Senin pagi ini," tutur Afid.

Adapun, Fear & Greed Indeks yang mengukur sentimen terhadap harga Bitcoin pun pagi ini naik mencapai 33/100 bandingkan Minggu, 31 Juli 2022 di 39/100, walaupun masih di level fear.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 5 halaman

Agustus Bakal Jadi Bulan Baik

Afid menuturkan, Agustus akan menjadi bulan yang 'baik' bagi kripto dan saham. Reli naik kemungkinan akan terus berlanjut ke depan, namun dengan koreksi harga sementara di beberapa titik. 

"Agustus ditetapkan menjadi bulan yang tenang bagi sentimen makroekonomi, dengan The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bungannya pada bulan ini sampai September," tutur Afid.

Namun, risiko kenaikan inflasi kemungkinan tetap ada, dengan adanya pengumuman Indeks Harga Konsumen (CPI) AS berikutnya dirilis 10 Agustus nanti. Minggu ini, Uni Eropa juga akan melaporkan perkiraan inflasi bulanan tertinggi untuk wilayahnya diprediksi sekitar 8,9 persen.

Menilik dari sisi analisis teknikal secara harian, Afid memaparkan, BTC berhasil breakout dari level krusialnya di USD 22.582 (Rp 335,9  juta). Harga BTC berpotensi menguat sampai ke level USD 24.705 hingga UD$ 25.960. Sementara, support terdekat BTC berada di level USD 22.530.

"Saat ini bisa dibilang jadi kesempatan baik untuk mengambil keuntungan (profit taking) atau trading dengan cepat. Soalnya, jika BTC berada di bawah level USD 21.320, maka kemungkinan akan terjerumus untuk masuk kembali ke fase bearish,” tambah Afid.

Terakhir, Afid mengingatkan saat ini kondisi ekonomi tidak menampakkan sinyal perbaikan dan masih ada ancaman resesi panjang di depan, sehingga tak ada bukti konkret kripto akan terus tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka pendek.

4 dari 5 halaman

Bitcoin Turun 4 Persen Selama 4 Hari Berturut-turut

Bitcoin (BTC) diperdagangkan lebih rendah untuk hari keempat berturut-turut pada Selasa (2/8/2022), tetapi tidak banyak yang perlu dikhawatirkan karena penurunan harga cukup biasa menurut standar pasar cryptocurrency yang biasanya fluktuatif. 

Selama penurunan empat hari, penurunan harga kumulatif adalah kurang dari 4 persen. Itu tidak berbahaya untuk aset yang harganya diketahui bisa turun hingga 16 persen dalam satu hari.

Dilansir dari CoinDesk, Selasa, 2 Agustus 2022, baru-baru ini, kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya itu diperdagangkan di kisaran USD 23.000, tepatnya di USD 23.045 atau sekitar Rp 342,6 juta. Bitcoin turun 1,63 persen dalam satu hari terakhir. Sedangkan untuk 10 kripto teratas lainnya juga terpantau berada di zona merah. 

Pelemahan ini disinyalir merupakan tanda arah yang ada di pasar, terbelah antara kecemasan bertanya-tanya apakah ekonomi AS menuju resesi atau The Fed masih harus terus mendorong kebijakan moneter lebih ketat. 

 

5 dari 5 halaman

Harapan Kenaikan Masih Ada

Harapan Kenaikan untuk Kripto Masih Ada

Meskipun tahun ini telah terjadi kejatuhan besar di pasar kripto, perusahaan keuangan tradisional masih sangat tertarik dengan prospek jangka panjang dari industri ini. Analis untuk bank AS, Wells Fargo mengatakan aset digital adalah inovasi transformatif yang setara dengan internet, mobil, dan listrik.

“Pada tahap awal pengembangan investasi seperti itu, masih banyak risiko investasi, begitupun untuk kripto,” ujar Fargo dikutip dari CoinDesk, Selasa, 2 Agustus 2022.

Tak Ada Berita Buruk untuk Kripto

Ada lebih sedikit berita buruk tentang kripto akhir-akhir ini, tampaknya ini merupakan kembalinya perkembangan. Di sisi lain. pertukaran kripto Huobi mengatakan sekarang dapat beroperasi di Australia.

Berbeda dengan pekan-pekan sebelumnya di mana kripto dipenuhi berita buruk dari industri, mulai dari kasus Celsius, Three Arrows Capital, dan pemain utama industri lainnya.