Sukses

FTX Bakal Akuisisi Pertukaran Kripto Korea Selatan Bithumb

Liputan6.com, Jakarta - Pemilik bursa cryptocurrency Korea Selatan Bithumb, Vidente, mengatakan pada Selasa, 26 Juli 2022 pihaknya telah mengadakan diskusi tentang kemungkinan penjualan sahamnya ke pertukaran kripto FTX.

Dilansir dari CNBC, Senin (1/8/2022), perusahaan mengungkapkan sedang meninjau semua opsi yang mungkin terjadi, termasuk akuisisi penuh Bithumb atau manajemen bersama bursa. Namun, sejauh ini belum ada tindakan khusus yang diputuskan. 

Pembicaraan akuisisi ini adalah bagian dari pendekatan agresif FTX dan pendirinya Sam Bankman-Fried di tengah penurunan besar di pasar cryptocurrency. Belakangan ini FTX dan Bankman-Fried menjadi penyelamat berbagai perusahaan kripto yang terancam bangkrut.

Selain melakukan akuisisi, FTX juga sering memberikan bantuan dana dalam bentuk kredit pada perusahaan kripto lainnya yang terancam bangkrut. 

Bulan lalu, FTX menandatangani kesepakatan yang memberinya opsi untuk membeli perusahaan pemberi pinjaman kripto BlockFi dengan harga maksimum USD 240 juta atau setara 3,5 triliun. 

Awal tahun ini, FTX menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi pertukaran kripto Jepang Liquid. Jika kesepakatan dengan Bithumb berhasil, FTX akan mendapatkan pijakan lebih lanjut di Asia dan khususnya Korea Selatan, di mana perdagangan kripto sangat populer.

Bithumb adalah salah satu bursa terbesar di Korea Selatan. Pada puncaknya dalam 24 jam terakhir, ia memproses lebih dari USD 500 juta perdagangan, menurut data dari CoinGecko.

Bankman-Fried, sementara itu, telah memposisikan dirinya sebagai pemberi pinjaman terakhir karena banyak bisnis kripto berjuang.

Alameda Research, firma riset kuantitatif Bankman-Fried, memberikan pinjaman kepada Voyager Digital. Voyager Digital akhirnya mengajukan kebangkrutan karena eksposurnya ke Three Arrows Capital, dana lindung nilai yang juga jatuh bangkrut.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pasar Kripto Terus Menguat, Bagaimana Prospek ke Depan?

Sebelumnya, pergerakan pasar aset kripto dalam seminggu terakhir melaju tinggi drastis. Banyak analis yang tidak memprediksi kenaikan harga kripto di tengah situasi The Fed yang menaikkan suku bunga acuan dan ekonomi AS yang masuk masa resesi.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap berhasil merangsek ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono mengatakan, tidak hanya pasar kripto saja yang menampilkan performa apik. Saham pun mengalami kenaikan tertinggi beberapa hari terakhir. 

“Ini dikarenakan market melihat pernyataan Ketua the Fed, Jerome Powell yang kemungkinan akan mengerem kenaikan suku bunga acuan selepas September mendatang,” ujar Afid dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu, 30 Juli 2022.

"Investor percaya The Fed akan memegang janjinya setelah melihat pertumbuhan ekonomi tahunan AS yang masih buruk yaitu minus 0,9 persen pada kuartal II 2022. Mereka yakin, The Fed tidak akan lagi mengerek bunganya dengan agresif demi mencegah ekonomi AS dari jurang resesi yang semakin dalam," lanjut Afid.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Bagaimana Prospek Kripto ke Depan?

Afid melihat meski ekonomi AS tampaknya menuju resesi, tetapi sulit untuk memprediksi bagaimana kinerja market kripto dalam beberapa minggu ke depan. 

"Selera investor tampak meningkat setelah kabar buruk soal makroekonomi yang telah banyak diprediksi sebelumnya oleh para analis. Namun, kripto perlu menanti lebih lama lagi untuk mengalami bull run. Dengan kata lain, tunggulah kebijakan suku bunga rendah berikutnya, jikalau memang resesi terjadi atau ketika kelak inflasi di AS sesuai sasaran The Fed, yakni 2 persen," ungkapnya.

Dia menuturkan, kali ini terjadi anomali pergerakan market kripto. Biasanya market akan tertekan, ketika ada pengumuman penting seperti kenaikan suku bunga acuan The Fed dan kinerja buruk ekonomi AS.

4 dari 4 halaman

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Sebelumnya, dari sisi analisis teknikal, investor sepertinya sedang rajin membawa harga Bitcoin menembus level USD 24.000. Jika harga BTC menembus level tersebut, ada kemungkinan akan terus melaju setidaknya hingga titik USD 25.254.

Terlebih, sinyal-sinyal bullish juga terlihat di pasar derivatif Bitcoin. Data terakhir di pasar opsi BTC menunjukkan open interest investor di level USD 25.000. Ini merupakan indikasi investor berharap harga BTC bisa menyentuh tingkatan tersebut atau bahkan lebih tinggi dalam waktu dekat.

Sementara itu, angin segar sedang berhembus pada jaringan Ethereum. Pasca pengumuman peluncuran Shadow Fork pada Selasa (26/7/2022) nilai ETH terlihat kinclong.

Pergerakan harga ETH kembali naik ke titik resistensi dan mencoba untuk breakout. Target kenaikannya pada level USD 1.739 hingga USD 1.916 dan berdasarkan grafik day-50 EMA pada harga USD 1.461 masih menjadi support yang solid untuk ETH.

Rencananya pembaruan di jaringan Goerli akan berlangsung pada 10 Agustus dan digadang akan menjadi uji coba terakhir Ethereum sebelum benar-benar meluncurkan The Merge di jaringan utamanya pada September mendatang. Hal ini akan menjadi pekan yang baik untuk Ethereum.