Sukses

Tak Ingin Bernasib Seperti Luna Coin, TRON Siapkan Rp 29,2 T untuk Lindungi TRX

Liputan6.com, Jakarta - Luna coin, kripto jaringan Terra mendapatkan berita dalam beberapa hari terakhir karena stablecoinnya yang gagal, Founder TRON DAO, Justin Sun meyakinkan berencana mengalokasikan USD 2 miliar atau sekitar Rp 29,2 triliun untuk melawan potensi serangan terhadap TRX, yang tampaknya menjadi target berikutnya setelah LUNA.

Dilansir dari Cryptopotato, Jumat (13/5/2022), karena beberapa kesamaan dalam cara kerja stablecoin Terra dan TRON (keduanya bersifat algoritmik), Justin Sun memperingatkan proyeknya dapat menjadi target serangan serupa berikutnya.

Sun membawa soal ini ke Twitter untuk menguraikan potensi ancaman, mengatakan tingkat pendanaan korslet TRX di Binance telah melebihi 100 persen APR, kemudian memperbarui persentasenya telah mencapai hampir 400.

Namun, Sun meyakinkan TRON DAO Reserve berencana untuk mengerahkan USD 2 miliar untuk melawan sesuatu yang serupa terjadi pada proyeknya seperti yang terjadi pada Terra.

Sun juga mencatat bahwa USDD (stablecoin jaringan Tron) tetap “sangat stabil” di tengah volatilitas pasar terbaru. Selain itu, dia mengatakan USDD memiliki kapitalisasi pasar total USD 271 juta, sedangkan TRON DAO Reserve memegang USD 10 miliar.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Perhatian pada Terra

Dalam sekitar seminggu terakhir, semua mata di dalam dan di luar komunitas kripto tertuju pada Terra dan dua mata uang kripto aslinya LUNA dan UST. UST, sebuah stablecoin yang seharusnya dipatok 1:1 dengan USD, kehilangan patok itu, dan harganya turun ke level terendah USD 0,20 di Binance.

Karena UST ini adalah stablecoin algoritmik dengan token baru yang dikeluarkan saat pengguna membakar LUNA dan sebaliknya, crash besar ini memungkinkan spekulan untuk memanfaatkan situasi dengan melakukan arbitrase (adalah praktik mencari keuntungan dari selisih harga di antara 2 pasar kripto pada waktu tertentu).

Hal ini menyebabkan penurunan harga yang mengejutkan untuk LUNA. Pada saat penulisan, LUNA diperdagangkan pada harga USD 0,006025 atau sekitar Rp 88,07, turun sebesar 99,18 persen dalam 24 jam terakhir. 

3 dari 4 halaman

Tether, Stablecoin Terbesar Dunia Turun di Bawah Rp 14.649

Sebelumnya, Tether, salah satu stablecoin terbesar di dunia, menembus harga di bawah USD 1,00 pada Kamis tepatnya di kisaran USD 0.98 atau sekitar Rp 14.357 (asumsi kurs Rp 14.649 per dolar AS). Penurunan ini terjadi bertepatan dengan kepanikan di pasar kripto.

Stablecoin ini, termasuk Tether (USDT) nilainya dimaksudkan untuk dipatok satu banding satu dengan dolar AS. Namun, saat ini harganya menyentuh USD 0,98 yang pada umumnya jika alami penurunan, USDT hanya berada pada kisara USD 0,99. 

Penurunan pada Tether ini terjadi setelah Stablecoin jaringan Terra, Terra USD (UST) anjlok di bawah USD 0,30 pada Rabu. 

Kepala internasional di pertukaran kripto Luno, Vijay Ayyar mengatakan langkah itu kemungkinan ketakutan yang didorong oleh spekulasi dari fenomena kejatuhan UST. 

“Lingkungan sudah matang untuk peristiwa berita semacam itu yang menyebabkan riak di pasar seperti yang bisa kita lihat,” kata Ayyar dikutip dari CNBC, Kamis, 12 Mei 2022.

Stablecoin mirip dengan rekening bank di dunia kripto, yang dirancang untuk berfungsi sebagai penyimpan nilai yang dapat digunakan investor pada saat volatilitas pasar tinggi. 

Tether dan USDC, adalah dua Stablecoin terbesar, keduanya didukung oleh jumlah uang fiat yang cukup yang disimpan sebagai cadangan untuk memastikan deposan dapat menerima dolar mereka ketika mereka ingin melakukan penarikan.

 

4 dari 4 halaman

Harga Kripto Jumat Pagi 13 Mei 2022

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto jajaran teratas masih bertahan di zona merah. Kripto jajaran teratas masih kompak alami koreksi cukup dalam.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat pagi, 13 Mei 2022, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 2,07 persen dalam 24 jam dan 21,89 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 28.450,79 per koin atau setara Rp 416,2 juta (asumsi kurs Rp 14.632 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga masih melemah. Selama 24 jam terakhir, ETH anjlok 8,38 persen dan 30,02 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.917,63 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin juga masih melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB ambles 2,65 persen dan 30,18 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 263,55 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) juga masih berkutat di zona merah. Dalam satu hari terakhir ADA melemah 12,49 persen dan 42,34 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4546 per koin.

Adapun Solana (SOL) masih melemah pagi ini. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 10,15 persen dan 49,31 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 42,65 per koin.

XRP juga masih terkoreksi sangat dalam. Dalam satu hari terakhir, XRP turun 9,26 persen dan 37,11 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3745 per koin. 

Terra (LUNA) melemah sangat dalam. Terra anjlok 99,14 persen dalam 24 jam terakhir dan 99,99 persen dalam sepekan. Saat ini Terra dihargai USD 0,01064 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat masing-masing 0,08 persen dan 0,05 persen. Dengan begitu, USDT berada di level USD 0,9976 dan USDC di level USD 1,00

Binance USD (BUSD) melemah 0,06 persen dalam 24 jam terakhir. Namun harganya masih bertahan di level USD 1,00 per koinnya. 

Sedangkan Stablecoin Terra, Terra USD (UST) melemah 41,01 persen dalam 24 jam terakhir. Membuat harganya turun di level USD 0,4571.