Liputan6.com, Jakarta - Pernah menemukan seseorang yang hampir selalu mengunggah Instagram Story, membagikan video di TikTok, atau menyukai postingan orang lain, tetapi justru lama membalas pesan pribadi? Kebiasaan ini sering membuat orang di sekitarnya bertanya-tanya, terutama ketika pesan yang dikirim hanya membutuhkan jawaban singkat.
Fenomena tersebut sebenarnya tidak selalu berarti seseorang sengaja mengabaikan orang lain. Ada yang merasa membuka media sosial hanya membutuhkan sedikit energi, sedangkan membalas pesan pribadi memerlukan perhatian, pemikiran, dan keterlibatan emosional yang lebih besar. Perbedaan cara menggunakan media sosial ini bisa dipengaruhi oleh kebiasaan, suasana hati, hingga cara seseorang mengatur hubungan sosialnya.
Meski begitu, kebiasaan aktif di media sosial tetapi jarang membalas pesan tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menilai kepribadian seseorang. Ada beberapa kecenderungan yang mungkin menjelaskan perilaku tersebut, tetapi konteks dan kebiasaan sehari-hari tetap perlu diperhatikan. Berikut Liputan6.com ulas, Rabu (14/10/2026)
Advertisement
1. Lebih Suka Interaksi Sosial yang Tidak Menuntut Banyak Respons
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121707/original/071283300_1660292091-pexels-cottonbro-5053740.jpg)
Salah satu ciri yang mungkin terlihat adalah lebih menyukai interaksi sosial tanpa kewajiban untuk merespons secara langsung. Mengunggah foto, menonton video, atau memberikan tanda suka terasa lebih ringan dibandingkan percakapan pribadi yang mengharuskan seseorang memikirkan balasan.
Orang dengan kecenderungan ini belum tentu tidak menyukai komunikasi. Mereka mungkin hanya merasa lebih nyaman berinteraksi dengan cara yang tidak terlalu mengikat waktu dan perhatian.
Advertisement
2. Cenderung Selektif dalam Mengalokasikan Energi Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5536767/original/038079400_1774341436-pexels-mikoto-3367850.jpg)
Sebagian orang memiliki energi sosial yang terbatas. Mereka bisa menikmati melihat aktivitas banyak orang di media sosial, tetapi belum tentu memiliki tenaga untuk terlibat dalam percakapan satu per satu.
Membalas pesan terkadang membutuhkan konsentrasi lebih besar, terutama jika topiknya panjang, serius, atau memerlukan jawaban yang tepat. Akibatnya, mereka memilih menunda percakapan meskipun masih sempat membuka aplikasi media sosial.
Namun, perilaku ini tidak otomatis menandakan seseorang introver. Orang ekstrover pun bisa memiliki kebiasaan komunikasi yang serupa.
3. Sering Menunda Pekerjaan Kecil yang Terasa Tidak Mendesak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365879/original/068193700_1791199191-6.jpg)
Ada pula orang yang sebenarnya berniat membalas pesan, tetapi terus menundanya. Mereka mungkin membaca notifikasi ketika sedang melakukan aktivitas lain, berpikir akan menjawab nanti, lalu lupa hingga berjam-jam atau berhari-hari.
Kebiasaan tersebut bisa berkaitan dengan pengelolaan waktu, perhatian, dan prioritas. Membuka media sosial selama beberapa detik terasa seperti kegiatan singkat, sedangkan membalas pesan dianggap membutuhkan waktu khusus.
Jika terjadi berulang kali, kebiasaan menunda ini dapat membuat orang lain merasa tidak dipedulikan, meskipun bukan itu maksud sebenarnya.
Advertisement
4. Lebih Nyaman Menjadi Pengamat daripada Terlibat dalam Percakapan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307452/original/060225400_1785035911-pexels-pavel-danilyuk-6612779.jpg)
Orang yang aktif di media sosial tidak selalu ingin terlibat dalam semua interaksi yang tersedia. Sebagian lebih senang mengamati kehidupan teman, mengikuti kabar terbaru, membaca komentar, atau menikmati konten tanpa merasa perlu ikut berbicara.
Mereka bisa mengetahui banyak hal tentang orang lain melalui unggahan, tetapi tetap jarang memulai percakapan pribadi. Bagi mereka, mengikuti aktivitas media sosial sudah menjadi bentuk keterhubungan sosial yang cukup ringan.
Kecenderungan ini baru menjadi persoalan apabila mereka mengabaikan komunikasi penting yang membutuhkan perhatian atau kesepakatan bersama.
5. Kurang Menyukai Komunikasi yang Terasa Seperti Kewajiban
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3507679/original/091926800_1626059911-whatsapp-interface-template-mobile-phone-mockup_106244-1491.jpg)
Sebagian orang merasa terbebani ketika harus selalu tersedia dan merespons pesan dengan cepat. Mereka ingin memiliki kendali atas waktu untuk berkomunikasi, sehingga memilih menjawab ketika merasa siap.
Di sisi lain, media sosial memungkinkan mereka menikmati konten tanpa harus terikat pada percakapan yang terus berlanjut. Mereka dapat berhenti menggunakan aplikasi kapan saja tanpa perlu menjelaskan alasan kepada orang lain.
Kecenderungan ini tidak selalu buruk. Namun, dalam hubungan dekat, penting untuk menemukan kesepakatan mengenai komunikasi agar kebutuhan kedua pihak tetap dihargai.
Advertisement
6. Lebih Menyukai Komunikasi yang Ringan dan Spontan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468445/original/024054600_1767950879-Indonesian_WhatsApp_group-chat-bundle-1.png)
Ada orang yang lebih menikmati obrolan santai, seperti berbagi video lucu, membicarakan tren terbaru, atau memberikan komentar singkat pada unggahan teman. Sebaliknya, mereka kurang bersemangat ketika harus membalas pesan panjang yang membutuhkan pembahasan mendalam.
Bukan berarti mereka tidak mampu membangun hubungan dekat. Mereka mungkin hanya mempunyai preferensi komunikasi yang berbeda.
Jika ingin menjalin komunikasi dengan orang seperti ini, pesan yang jelas dan langsung pada inti pembicaraan terkadang lebih mudah ditanggapi daripada pesan panjang dengan banyak pertanyaan sekaligus.
7. Memiliki Batasan Pribadi dalam Berkomunikasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332975/original/050872500_1787726025-a8711f72-62fe-4859-9e17-6283c6b99cb0.jpg)
Tidak semua orang ingin selalu dapat dihubungi. Ada yang sengaja memisahkan waktu untuk menikmati hiburan di media sosial dengan waktu untuk berkomunikasi secara langsung.
Mereka mungkin tetap aktif mengunggah sesuatu, tetapi tidak ingin percakapan pribadi mengganggu kegiatan lain atau waktu istirahatnya. Bagi orang tersebut, status aktif di media sosial tidak selalu berarti sedang bersedia mengobrol.
Batasan seperti ini cukup wajar selama disampaikan dengan baik, terutama kepada keluarga, pasangan, atau teman yang membutuhkan kepastian mengenai komunikasi.
Advertisement
8. Kurang Menyadari Dampak Kebiasaan Membalas Pesan Terlambat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8398238/original/054437900_1782279482-ee952ac7-627f-4b11-b48a-2e6fd43bbae2.jpg)
Ada pula orang yang tidak terlalu memikirkan bagaimana perilakunya terlihat dari sudut pandang orang lain. Mereka merasa membalas pesan kapan saja bukanlah masalah besar, sehingga tidak menyadari bahwa lawan bicara bisa merasa diabaikan.
Padahal, dalam hubungan tertentu, respons yang tepat waktu dapat menunjukkan penghargaan terhadap orang lain. Hal ini terutama berlaku untuk pesan yang berkaitan dengan pekerjaan, janji bertemu, urusan keluarga, atau kebutuhan mendesak.
Kebiasaan komunikasi yang sehat bukan berarti seseorang harus selalu membalas pesan dalam hitungan detik. Yang lebih penting adalah memahami situasi, memberikan kabar ketika diperlukan, dan tidak membiarkan orang lain terus menunggu tanpa kejelasan.
Pertanyaan Seputar Kepribadian Orang Malas Balas Pesan
1. Apakah orang yang aktif di media sosial tetapi jarang membalas pesan berarti sombong?
Belum tentu. Perilaku tersebut bisa dipengaruhi oleh kebiasaan menunda, keterbatasan energi sosial, preferensi komunikasi, atau keinginan menjaga waktu pribadi. Untuk menilai sikap seseorang, perhatikan pola perilakunya secara keseluruhan, bukan hanya kecepatan membalas pesan.
2. Mengapa seseorang bisa mengunggah Instagram Story tetapi tidak membalas WhatsApp?
Mengunggah Story biasanya tidak membutuhkan percakapan dua arah. Sebaliknya, membalas WhatsApp dapat menuntut perhatian, pemikiran, dan respons lanjutan. Karena itu, seseorang bisa memiliki waktu untuk membuka media sosial tanpa merasa siap mengobrol secara pribadi.
3. Apakah malas membalas pesan termasuk ciri kepribadian introver?
Tidak selalu. Introver dan ekstrover sama-sama bisa menunda balasan pesan. Kebiasaan tersebut lebih tepat dipahami melalui pola komunikasi, kondisi saat itu, serta cara seseorang mengatur perhatian dan waktu.
4. Bagaimana cara menghadapi teman yang selalu aktif di media sosial tetapi lama membalas pesan?
Cobalah menyampaikan kebutuhan komunikasi secara langsung tanpa menuduh. Jika pesannya penting, jelaskan bahwa kamu membutuhkan jawaban dan kapan jawaban itu diperlukan. Hindari langsung menyimpulkan bahwa teman tersebut tidak peduli hanya karena terlihat aktif di media sosial.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376931/original/056696400_1760068591-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__87_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5433901/original/080742000_1764906305-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-05T103803.223.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357131/original/047451800_1790234905-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4455298/original/012467700_1686039725-Preskon_Presiden_Jokowi_usai_Rakornas_III_PDIP-HERMAN__3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4594412/original/065286900_1696151263-woman-hand-holding-smart-phone-blank-screen-copy-space-hand-holding-smartphone-isolated-white-background_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456968/original/059102500_1766982723-SnapInsta-Ai_3720053977506767582.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356752/original/068328900_1790220404-74fbcee7-c4a3-4329-9e82-91ec99de297d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373009/original/052022000_1791945083-Gemini_Generated_Image_yiqcunyiqcunyiqc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1554094/original/040157900_1491121330-stairs-735995_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3992213/original/087054000_1649681581-philip-veater-X4DAtPvhgwo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373060/original/029281700_1791949054-Gemini_Generated_Image_xv99hsxv99hsxv99.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5202698/original/078499300_1745905933-adult-person-working-home-computer-night.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373006/original/033384900_1791944570-2cd0860c-196a-4937-88f0-3bfd6d96178e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3507679/original/091926800_1626059911-whatsapp-interface-template-mobile-phone-mockup_106244-1491.jpg)