Liputan6.com, Jakarta - Orang berkelas tidak selalu identik dengan kekayaan atau status sosial yang tinggi. Cara berbicara, bersikap tenang, menghargai orang lain, dan menyampaikan pendapat dengan sopan juga dapat membentuk kesan elegan dalam interaksi sehari-hari.
Pilihan kata yang tepat bahkan bisa membantu seseorang menghadapi perbedaan pendapat, menunjukkan rasa terima kasih, hingga menyampaikan permintaan maaf tanpa terkesan berlebihan. Karena itu, ada sejumlah kalimat sederhana yang dapat mencerminkan kesantunan, kepercayaan diri, dan kecerdasan sosial seseorang.
Berikut ini tujuh kalimat yang sering dipakai orang berkelas, dikutip Liputan6.com dari laman Parade, Selasa (13/10).
1. “Saya Menghargai Waktu yang Kamu Luangkan”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943301/original/089957100_1726156937-christina-wocintechchat-com-eF7HN40WbAQ-unsplash.jpg)
Menghargai waktu orang lain merupakan salah satu bentuk kesopanan yang sering kali meninggalkan kesan positif. Kalimat seperti “Saya menghargai waktu yang kamu luangkan” menunjukkan bahwa seseorang menyadari waktu dan perhatian yang diberikan orang lain memiliki nilai.
Ungkapan ini cocok digunakan ketika menyelesaikan rapat, melakukan konsultasi, mengikuti wawancara, atau menerima bantuan dari seseorang yang bersedia meluangkan waktunya. Dibandingkan hanya mengucapkan terima kasih, kalimat tersebut menunjukkan apresiasi yang lebih spesifik.
Namun, ketulusan tetap menjadi hal utama. Ucapan yang disampaikan dengan tulus akan terasa lebih bermakna daripada kalimat sopan yang sekadar digunakan untuk menciptakan kesan baik.
Advertisement
2. “Saya Memahami Sudut Pandangmu, dan Menurut Saya…”
Orang yang mampu berkomunikasi dengan elegan tidak harus selalu menyetujui pendapat orang lain. Mereka tetap dapat menyampaikan pandangan berbeda tanpa merendahkan atau membuat lawan bicara merasa pendapatnya tidak dihargai.
Kalimat “Saya memahami sudut pandangmu, dan menurut saya…” membantu membuka ruang diskusi yang lebih sehat. Ungkapan ini menunjukkan bahwa seseorang bersedia mendengarkan terlebih dahulu sebelum menyampaikan pemikirannya sendiri.
Cara berkomunikasi seperti ini juga dapat mengurangi kesan defensif ketika terjadi perbedaan pendapat. Dengan begitu, percakapan tidak harus berubah menjadi perdebatan untuk menentukan siapa yang paling benar.
3. “Senang Bertemu Denganmu”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4929956/original/027221100_1724816378-pexels-rdne-7490773.jpg)
Kesan yang ditinggalkan seseorang tidak hanya terbentuk dari isi percakapan, tetapi juga dari cara menyambut dan mengakhiri interaksi. Sapaan sederhana seperti “Senang bertemu denganmu” dapat menunjukkan keramahan sekaligus membuat orang lain merasa diterima.
Kalimat ini bisa digunakan ketika bertemu rekan kerja, kenalan baru, atau seseorang yang sudah lama tidak dijumpai. Ungkapan tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran lawan bicara dihargai tanpa perlu menggunakan kata-kata yang berlebihan.
Melansir Parade, psikolog Cynthia Shaw dan Noëlle Santorelli turut menyoroti pentingnya awal dan akhir interaksi sosial. Cara seseorang menyapa maupun berpamitan dapat memengaruhi kesan yang tertinggal setelah percakapan selesai.
Advertisement
4. “Terima Kasih”
Dua kata sederhana ini menjadi salah satu bentuk kesopanan yang paling mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengucapkan terima kasih menunjukkan bahwa seseorang menyadari kebaikan, bantuan, atau perhatian yang diterimanya dari orang lain.
Ungkapan ini tidak hanya diperlukan ketika menerima hadiah atau bantuan besar. Mengucapkan terima kasih setelah seseorang memberikan informasi, membantu menyelesaikan pekerjaan, atau melakukan kebaikan kecil juga menunjukkan sikap menghargai.
Orang yang berkelas tidak merasa bahwa mengucapkan terima kasih akan mengurangi wibawanya. Sebaliknya, kebiasaan mengapresiasi orang lain dapat mencerminkan kerendahan hati dan kemampuan menjaga hubungan sosial dengan baik.
5. “Baik Sekali Kamu Melakukan Itu”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4984091/original/066941400_1730181985-pexels-ekaterina-bolovtsova-4051137.jpg)
Ketika menerima kebaikan atau perhatian, seseorang dapat menunjukkan apresiasi melalui kalimat yang lebih personal, seperti “Baik sekali kamu melakukan itu.” Ungkapan ini tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih, tetapi juga mengakui niat baik di balik tindakan orang lain.
Kalimat tersebut cocok digunakan ketika seseorang menawarkan bantuan, memberikan perhatian, atau melakukan sesuatu yang meringankan pekerjaan. Dengan mengakui kebaikan tersebut, lawan bicara dapat merasa bahwa tindakannya benar-benar diperhatikan.
Ungkapan semacam ini dapat menyampaikan rasa terima kasih dengan tenang dan tidak berlebihan. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa apresiasi tidak harus selalu disampaikan melalui reaksi yang besar agar terasa tulus.
Advertisement
6. “Dengan Senang Hati”
Ungkapan “Dengan senang hati” dapat digunakan ketika seseorang bersedia membantu, memenuhi permintaan, atau melakukan sesuatu untuk orang lain. Kalimat ini terdengar lebih hangat daripada sekadar menjawab “Ya” atau “Bisa”.
Dalam lingkungan profesional, ungkapan tersebut dapat digunakan ketika menerima tugas yang sesuai dengan tanggung jawab atau menyanggupi permintaan bantuan dari rekan kerja. Dalam kehidupan sehari-hari, kalimat ini juga dapat menunjukkan keramahan ketika seseorang menawarkan bantuan kepada teman atau keluarga.
Meski demikian, kesantunan tidak berarti harus selalu menyetujui setiap permintaan. Kalimat ini sebaiknya digunakan ketika seseorang memang bersedia melakukannya, bukan karena merasa terpaksa atau takut mengecewakan orang lain.
7. “Bagaimana Kalau Kita Mulai?”
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936366/original/066612700_1725438341-pexels-charlotte-may-5966011.jpg)
Cara mengajak orang lain melakukan sesuatu juga dapat mencerminkan gaya komunikasi seseorang. Kalimat “Bagaimana kalau kita mulai?” terdengar lebih mengajak daripada memberikan perintah secara langsung.
Ungkapan ini cocok digunakan saat memulai rapat, mengerjakan proyek bersama, atau mengajak sekelompok orang beralih ke kegiatan berikutnya. Penggunaan kata kita memberi kesan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari kerja sama, bukan sekadar instruksi sepihak.
Komunikasi yang terkesan berkelas cenderung mengarahkan tanpa mendominasi. Dengan memilih kata-kata yang mengundang kolaborasi, seseorang dapat menunjukkan sikap percaya diri sekaligus menghormati orang lain.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalimat yang Sering Dipakai Orang Berkelas
1. Apa yang membuat seseorang terlihat berkelas saat berbicara?
Seseorang dapat terlihat berkelas melalui pilihan kata yang sopan, sikap tenang, kemampuan mendengarkan, serta cara menyampaikan pendapat tanpa merendahkan orang lain.
2. Mengapa orang berkelas menghargai pendapat orang lain?
Menghargai pendapat orang lain menunjukkan keterbukaan dan kemampuan berkomunikasi secara dewasa. Sikap ini juga membantu menjaga percakapan tetap sehat meskipun terdapat perbedaan pandangan.
3. Apa contoh kalimat sederhana yang menunjukkan kesopanan?
Contohnya adalah “Terima kasih”, “Dengan senang hati”, dan “Saya menghargai waktu yang kamu luangkan”. Kalimat tersebut menunjukkan apresiasi terhadap bantuan, perhatian, atau waktu yang diberikan orang lain.
4. Bagaimana cara menyampaikan pendapat berbeda tanpa menyinggung orang lain?
Dengarkan pendapat lawan bicara terlebih dahulu, akui sudut pandangnya, kemudian sampaikan pemikiran sendiri dengan bahasa yang santun. Hindari kata-kata yang meremehkan atau menyudutkan.
5. Apakah menggunakan kalimat yang sopan sudah cukup untuk menunjukkan seseorang berkelas?
Tidak. Pilihan kata perlu disertai sikap yang tulus dan perilaku yang konsisten. Kesopanan akan terasa lebih bermakna ketika seseorang benar-benar menghargai orang lain, bukan sekadar ingin memberikan kesan elegan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372199/original/025007600_1791871347-HOAX__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4948537/original/079557100_1726804807-pexels-hiday-t-i-sg-nd-rsoy-1178625345-23092150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337216/original/021583600_1788237447-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357501/original/086657200_1790251365-images__42_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372495/original/068655400_1791880865-kue_talam_ebi_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4869215/original/032595900_1718876477-Laskar-PelangiLaskar-Pelangi-Landscape.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372499/original/033995700_1791880903-Gemini_Generated_Image_dw412udw412udw41.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467755/original/033887700_1767929593-Menanam_Bawang_Merah_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372637/original/052072600_1791885614-9d6077da-1f44-44bc-aaaa-b0e1e9e348fc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372528/original/032207900_1791881616-Standing_mirror_untuk_tampilan_rumah_estetik_dan_kekinian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)