Sukses

3 Latihan Berpikir untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan Mental

Liputan6.com, Jakarta - Pemikiran negatif dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental seseorang. Melakukan thought exercise atau latihan berpikir dapat menjadi cara sederhana yang bisa diterapkan.

Thought exercise tidak membutuhkan biaya untuk menyingkirkan pikiran negatif dan dapat membantu kita melihat segala sesuatu dengan cara yang baru.

Latihan berpikir tidak hanya dapat membantu kita meredakan stres, tapi juga dapat membantu kita untuk membentuk pikiran bawah sadar sehingga menjadi lebih produktif dan bermanfaat dari waktu ke waktu. Akhirnya, kebiasaan ini kemudian akan menghapus pola pikir negatif sepenuhnya secara perlahan.

Melansir CNET (08/12/2022), latihan berpikir merupakan metode-metode baru untuk berpikir mengenai keadaan atau pengalaman tertentu yang dapat membantu kita keluar dari cara berpikir yang menjebak dan tidak membantu.

Beberapa metode latihan berpikir ini telah melewati proses pengujian secara ekstensif oleh para peneliti psikologis, sedangkan metode yang lain ditawarkan oleh mereka karena terbukti telah membantu jenis pasien tertentu.

Biasanya, latihan berpikir ini akan disarankan oleh seorang terapis saat kita sedang menjalani terapi. Sama seperti terapi, tidak semua metode latihan berpikir ini cocok untuk diterapkan oleh semua orang.

Oleh sebab inilah pasien akan mendapatkan saran latihan berpikir lewat terapis yang menangani kasusnya.

Untuk mengetahui metode mana yang sesuai untuk diri sendiri, kita bisa mencobanya satu demi satu selama beberapa minggu. Setelah itu, kita bisa melihat efek yang diberikan oleh latihan yang kita lakukan.

Jika suatu metode tidak memengaruhi kesejahteraan kesehatan mental kita, dari sini kita bisa beralih mencoba metode yang lain.

Merangkum dari CNET (08/12/2022), berikut tiga latihan berpikir yang dapat dilakukan dalam menghadapi pemikiran negatif.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

1. Latihan Mengamati Diri (Self-Observation)

Melakukan pengamatan diri atau self-observation bisa menjadi cara untuk mengalihkan pikiran kita dari kecemasan dengan cara berfokus dengan tubuh kita.

Ketika kita mulai mengalami gejala-gejalan yang dapat diasosiasikan sebagai bentuk kecemasan, kita bisa menggunakan latihan ini untuk merasa penasaran dan belajar lebih banyak tentang apa yang sedang dialami.

Latihan ini akan meminta kita untuk fokus terhadap apa yang dirasakan oleh setiap elemen tubuh kita. Stres atau pikiran negatif selalu membuat seseorang merasa kewalahan.

Jika memungkinkan, jauhi keramaian terlebih dulu sebelum mulai mencatat apa yang dirasakan oleh tubuh dan gejala lain seperti kelelahan atau sakit kepala.

Setelah itu, kita mengubah pemikiran tersebut untuk melacak pemicu stres yang ada di dalam pikiran kita. Ketika kita mulai terbiasa melakukan hal ini, kita pun mampu menenangka diri dan melakukan hal-hal seperti melemaskan otot-otot yang sebelumnya tegang dan membiarkan pikiran negatif tersebut mengalir pergi.

3 dari 4 halaman

2. Interupsi Pemikiran yang Cemas

Latihan satu ini memiliki beberapa pilihan alternatif untuk menyesuaikan orang yang menerapkannya. Teknik ini secara efektif dapat mengalihkan perhatian kita ketika merasa cemas.

Beberapa teknik di antaranya adalah mengatur pernapasan, menghitung mundur, sampai fokus dengana aktivitas otot tubuh.

Teknik pertama, coba untuk menegangkan dan mengendurkan otot-otot yang berbeda pada tubuh, fokus pada aktivitas otot dan melihat apakah hal ini dapat membantu kita berhenti memikirkan hal-hal negatif.

Jika teknik tersebut tidak berhasil, coba untuk mengatur pernapasan sambil menghitung. Tarik napas dalam empat kali hitungan, lalu empat hitungan lain untuk menghebuskan napas.

Selain itu, kita juga dapat melakukan hitungan mundur secara perlahan-lahan terkadang berhasil untuk menginterupsi rasa cemas.

Sementara itu, memutar musik atau audiobook juga dapat membantu mengganggu pikiran cemas agar tidak muncul. Terakhir, bicaralah dengan lantang dengan mengatakan kalau kita sudah selesai berpikir seperti itu.

4 dari 4 halaman

3. Membuat Worry-Tree

Worry-tree merupakan alat yang dikembangkan bagi mereka yang mengalami kekhawatiran secara kompulsif atau terus-menerus. Alat ini akan membantu mereka membuat keputusan secara sadar antara kekhawatiran atau melakukan sesuatu yang lain.

Ini merupakan sebuah grafik diagram alur yang dapat disesuaikan dengan orang yang melakukannya.

Pada dasarnya, grafik ini akan dimulai dengan pertanyaan seperti "apa sebenarnya yang saya khawatirkan?", kemudian "bisakah saya melakukan sesuatu tentang hal itu?" dan "bisakah saya melakukannya sekarang?".

Alat ini akan membantu orang-orang untuk melepaskan apa yang membuat mereka cemas saat mereka tidak bisa mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Hal ini akan membuat situasi yang dialami menjadi jelas dan mengambil tindakan lain yang berguna untuk mengatasi kecemasan saat itu.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS