Sukses

Kerap Diabaikan, Ini 7 Efek Samping Jika Kalian Tidak Sarapan Pagi

Liputan6.com, Jakarta Seringkali kita mengabaikan sarapan hanya karena terburu-buru berangkat kerja. Padahal jika kita tidak mengongsumsi makanan sama sekali saat memulai aktivitas bisa berakibat fatal.

Ya benar, sarapan adalah waktu makan pertama untuk memulai hari, yang berarti "berbuka puasa" yang telah kita lalui selama berjam-jam di malam hari.  Beberapa orang mungkin tidak membayangkan memulai hari mereka tanpa semangkuk oatmeal atau bubur.

Namun di sisi lain ada beberapa orang pun yang merasa aneh dengan konsep makan apa pun sebelum makan siang. Dilansir melalui Healthwire, pada Sabtu (3/12/2022), jika melewatkan sarapan menjadi kebiasaan sehari-hari, kesehatan kalianlah yang mungkin akan mengalami konsekuensi jangka panjang.

Oleh karena itu, berikut beberapa efek samping melewatkan sarapan yang akan membuat kalian berpikir ulang saat memilih untuk melewatkan waktu makan ini.

1. Memengaruhi Fungsi Kognitif

Makan sarapan secara teratur meningkatkan fungsi kognitif Anda. Hal ini dibuktikan dengan sebuah penelitian ilmiah yang menemukan bahwa orang yang rutin sarapan memiliki fungsi kognitif yang lebih baik daripada mereka yang tidak.

Alasannya adalah kadar glikogen tubuh Anda terkuras karena pencernaan semalaman saat Anda tidur. Karena otak Anda menggunakan glukosa sebagai bahan bakar untuk berfungsi secara efektif, Anda memerlukan kadar glukosa darah yang stabil untuk mencapai tingkat fungsi kognitif tertinggi.

Kadar glukosa yang rendah tidak hanya membuat Anda mengantuk, tetapi juga berdampak negatif pada fungsi otak Anda, yang dapat memengaruhi performa kerja Anda di siang hari.

Namun, ketika Anda sarapan sehat di pagi hari, ada baiknya menggantikan glukosa dalam aliran darah Anda dan mempersiapkan otak Anda untuk hari yang akan datang.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

2. Memengaruhi Suasana Hati dan Energi

Karena kita mengubah makanan menjadi energi, penelitian menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat memengaruhi tingkat energi kita sepanjang hari.

Itu juga bisa mempengaruhi mood kita. Mereka yang melewatkan sarapan seringkali mengalami tingkat kelelahan yang tinggi di awal hari. Melewatkan sarapan juga terkait dengan kemampuan daya ingat yang buruk.

Saat Anda melewatkan makan pertama di hari itu, hal itu dapat memengaruhi sikap Anda secara keseluruhan selama 24 jam berikutnya. Penurunan gula darah juga menyebabkan Anda merasa lelah, sehingga keduanya adalah perpaduan sempurna untuk tingkat energi yang rendah dan keinginan yang luar biasa untuk merangkak kembali ke tempat tidur.

3. Migrain

Hipoglikemia adalah istilah yang mengacu pada rendahnya kadar gula darah. Karena Anda umumnya berpuasa sepanjang malam saat Anda tidur, melewatkan sarapan akan menyebabkan penurunan kadar gula secara drastis.

Ini memicu pelepasan hormon yang dapat mengimbangi rendahnya glukosa. Karena tekanan darah Anda sering naik pada titik ini, hal ini dapat memicu migrain dan sakit kepala.

3 dari 4 halaman

4. Kesehatan Jantung

Mereka yang melewatkan sarapan, menempatkan diri pada risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Namun, ketika Anda mengikuti prosedur sarapan yang sehat, Anda dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung.

Tanpa nutrisi yang tepat, Anda lebih mungkin mengalami hipertensi, penyumbatan arteri, dan penyakit kardiovaskular kronis. Bahkan dapat memiliki risiko stroke yang lebih tinggi.

Cara termudah untuk menjelaskan mengapa melewatkan sarapan berdampak buruk bagi jantung Anda adalah dengan memahami bahwa Anda cenderung makan berlebihan di kemudian hari jika Anda belum makan sehat di pagi hari. Makan berlebihan inilah yang akhirnya menyebabkan obesitas, dan obesitas berkontribusi terhadap sensitivitas insulin. 

5. Risiko Diabetes

Tidak hanya penyakit jantung, ternyata ada penyakit serius lainnya yang menjadi faktor jika mengabaikan sarapan. Secara khusus, mereka yang menghindari sarapan pagi berisiko tinggi terkena diabetes tipe-2. Sarapan membantu mengatur gula darah Anda dengan cara yang sehat, jadi penting untuk mengonsumsi nutrisi yang Anda butuhkan di pagi hari untuk kesehatan Anda secara keseluruhan.

Salah satu efek negatif dari melewatkan sarapan adalah dapat mengganggu sensitivitas insulin tubuh Anda dan menyebabkan peningkatan resistensi insulin. Ini berarti tubuh Anda akan membutuhkan lebih banyak insulin untuk mengatur gula darah dan menjaganya dalam kisaran yang sehat. Jika tubuh Anda sering mengalami hal ini, Anda memiliki peluang lebih tinggi terkena diabetes tipe-2.

4 dari 4 halaman

6. Rambut Rontok

Nutrisi makanan adalah faktor penting yang memengaruhi tubuh Anda saat Anda melewatkan sarapan. Dengan menimbun protein yang Anda butuhkan, bahkan rambut Anda pun bisa terkena dampak buruknya.

Sarapan memainkan peran utama dalam mendorong pertumbuhan folikel rambut, dan melewatkan sarapan secara teratur dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Kehilangan jumlah protein yang tepat untuk memulai hari Anda dapat memengaruhi tingkat keratin Anda, yang penting untuk pertumbuhan rambut. Saat Anda melewatkan sarapan, penipisan keratin yang dihasilkan dapat menghentikan pertumbuhan rambut, bahkan menyebabkan Anda mengalami kebotakan karena tubuh Anda secara alami merontokkan rambutnya.

7. Menurunkan Metabolisme

Menurut penelitian, orang yang sarapan secara teratur memiliki tingkat metabolisme istirahat yang lebih tinggi. Metabolisme adalah proses yang digunakan tubuh Anda untuk mencerna makanan dan mengubahnya menjadi energi.

Ketika metabolisme Anda berfungsi secara efektif, Anda dapat membakar lebih banyak kalori, yang membantu Anda menurunkan berat badan dan menghindari berat badan yang tidak diinginkan. Fungsi tubuh ini juga memberi makan otak, otot, dan organ Anda sehingga mereka berada dalam kondisi terbaiknya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS