Sukses

Dibanderol Rp 54 Juta, Masker Berlapis Emas Ini Bisa Dicuci

Liputan6.com, India - Di tengah pandemi Corona Covid-19, masker memang wajib digunakan ketika berada di luar rumah demi mencegah terinfeksi virus tersebut.

Tak heran jika berbagai inovasi masker pun bermunculan. Seperti yang dibuat seorang pria dari India ini. 

Seorang pembuat perhiasan baru-baru ini merilis masker berbahan emas dan perak yang diklaim aman digunakan untuk mencegah Corona.

Melansir dari India Times, Rabu (22/7/2020), pembuat perhiasan bernama Radhakrishnan Sundaram Acharya ini menggunakan emas dan perak berbentuk benang. Masker berbenang emas 18 karat tersebut dihargai sekitar 2,75 lakh atau hampir Rp 54 juta per buah, sedangkan harga masker perak tak disebutkan.

Sejauh ini, lelaki itu mengaku setiap hari mendapat banyak pertanyaan dan calon pelanggan dan sudah menerima sembilan pesanan. "Saya sadar bahwa orang biasa tak mampu untuk menggunakan masker-masker ini, tetapi orang-orang kaya bisa menggunakannya untuk pernikahan megah," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 3 halaman

Bisa Dicuci dan Dipakai Ulang

 

Radhakrishnan menggunakan benang emas dengan ketebalan 0,06 milimeter. Ia terlebih dulu harus membuat benang tersebut halus dan fleksibel menggunakan mesin yang dimilikinya. Barulah, ia bisa merajut dan menenunnya menjadi masker.

"Kami menerima pesanan dari Bengaluru, Hyderabad, dan beberapa lokasi di utara. Tetapi semakin jauh lokasinya, orang-orang menolak membelinya karena melibatkan urusan logistik," kata Radhakrishnan yang juga seorang pemilik toko perhiasan tersebut.

Pria yang berasal dari Coimbatore itu mengklaim masker wajahnya bisa digunakan ulang dan memiliki lapisan kain yang dijahit di dalamnya. Hal tersebut berbeda dengan masker emas milik pria Pune yang berlubang.

"Bagian atasnya terbuat dari metal, dan bagian dalamnya kami isi dengan lapisan-lapisan berbahan kain yang biasa digunakan untuk membuat masker. Masker ini bisa dicuci dan digunakan ulang, tetapi jangan dipelintir dengan alasan apapun. Bila diminta, seseorang bahkan bisa meminta tukang emas untuk mengganti lapisan kainnya dengan yang baru untuk proteksi lebih baik," imbuh dia.

3 dari 3 halaman

Picu Perdebatan

Meski demikian, masker emas itu tetap memicu perdebatan di tengah masyarakat India. Mereka membenturkannya dengan kondisi warga yang saat pandemi ini bahkan tak bisa makan sekali sehari.

"Aku sangat menghargai usaha kreatifnya tetapi melakukannya di saat krisis, ketika ekonomi kami menurun dan orang-orang bertarung untuk bisa hidup, ini tak bisa dibenarkan. Di sisi lain, hal tersebut bisa memicu masalah keamanan bagi orang yang mengenakannya," tulis seorang pengguna Twitter.

Sementara itu, ahli kesehatan juga meragukan klaim masker emas yang bisa dipakai ulang seperti masker biasa. Banyak studi menyatakan bahwa virus Covid-19 bisa menempel hingga lima hari di permukaan berbahan metal.