Sukses

Sosok Wanita Berhijab Menyapu Gereja Santa Lidwina Usai Penyerangan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi mengerikan seorang pria bersamurai yang menyerang Gereja Santa Lidwina Trihanggo Gamping Sleman, pada Minggu (11/2/2018), tentu membuat publik terkejut.

Peristiwa tersebut bahkan memakan lima korban luka-luka, termasuk Romo Prier yang sedang memimpin misa pagi. Selain itu, penyerang juga merusak barang-barang di dalam gereja.

Akan tetapi, usai peristiwa tersebut, muncul sebuah foto yang menjadi perbincangan viral di jejaring sosial. Foto tersebut memperlihatkan seorang perempuan berhijab tengah membersihkan ruangan gereja.

Foto perempuan berhijab dengan latar belakang patung Yesus itu diunggah seorang pengguna Twitter bernama Candra Malik. Tokoh sufi yang juga sastrawan itu menunjukkan bagaimana nilai kebersamaan dalam umat beragama.

"Inilah wajah Indonesia sejatinya: ramah, rukun, saling menghormati, tepa slira, dan saling menolong. Mari kita jaga bersama Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Foto di Gereja Katholik St Lidwina Bedog Yogyakarta," keterangan yang ditulis Candra.

Unggahan Candra mengenai penyerangan di Gereja Santa Lidwina sontak ditanggapi beragam respons, hingga menuai perdebatan warganet.

1 dari 2 halaman

Siapa Sosok Perempuan Berhijab Itu?

Sosok perempuan berhijab itu bernama Jirhas Rani. Dia bersama warga di kawasan Nogotirto, Sleman, memang memutuskan untuk membantu membersihkan ruangan Gereja Santa Lidwina agar bisa digunakan untuk beribadah kembali.

"Gereja ini tuh deket rumah, jadi kami ikut berbelasungkawa, sehingga menyempatkan pagi ini berkunjung ke gereja ini, karena setiap hari kami melewati gereja ini. Kami juga kaget kalo ada kejadian semacam ini," kata Jirhas Rani, saat ditemui Liputan6.com di Gereja Santa Lidwina, Senin (12/2/2018).

Jirhas Rani juga menyayangkan peristiwa mengerikan tersebut. Dia berharap semoga tidak ada lagi insiden semacam itu di mana pun.

"Ya ikut prihatin dan berbelasungkawa. Semoga tidak terjadi di mana pun, di Indonesia ini," lanjutnya.

Meski berbeda agama, tidak melunturkan rasa tolong-menolong antarwarga Sleman. 

Artikel Selanjutnya
Kapolri: Bom Surabaya Mirip 'Mother of Satan' yang Dipakai ISIS di Suriah dan Irak
Artikel Selanjutnya
Kapolri: Penyerang Mapolresta Surabaya Satu Jaringan dengan Bom Gereja