Deretan Hoaks Terkait Bupati di Indonesia, Simak Daftarnya

Fenomena hoaks atau berita bohong semakin marak terjadi di tengah masyarakat, tak terkecuali yang menyasar para pejabat publik. Di Indonesia, deretan hoaks terkait bupati beberapa kali beredar di masyarakat.

Diterbitkan 21 November 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena hoaks atau berita bohong semakin marak terjadi di tengah masyarakat, tak terkecuali yang menyasar para pejabat publik. Di Indonesia, deretan hoaks terkait bupati beberapa kali beredar di masyarakat.

Lalu apa saja hoaks tersebut? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Hoaks Artikel Bupati Ponorogo Sebut Jokowi Terima Uang Fee Rp 280 Miliar dari Adiknya di Solo

Beredar di media sosial postingan artikel Bupati Ponorogo mengklaim mantan presiden Jokowi menerima fee Rp 280 miliar dari adiknya di Solo. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada ya  13 November 2025.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora berjudul:

"Bupati Ponorogo Sebut Jokowi Menerima Fee 280 Milyar Dari Adiknya Serah Terima Uang Di Rumah Jokowi Solo"

Akun itu menambahkan narasi:

"KPK kurang bukti apalagi❓

1) Menteri Agama, Yaqut : punya bukti setor uang ke Jokowi di kasus penjualan kuota haji.

2) Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim : punya bukti setor uang ke Jokowi di kasus pengadaan laptop.

3) Wamen Ketenagakerjaan, Noel : punya bukti setor uang ke Jokowi.

4) Gubernur Riau, Abdul Wahid : punya bukti setor uang ke Jokowi.

5) Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko : punya bukti setor uang ke Jokowi."

Lalu benarkah postingan artikel Bupati Ponorogo mengklaim mantan presiden Jokowi menerima fee Rp 280 miliar dari adiknya di Solo? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Bupati Brebes Terjangkit Cacar Monyet

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar terjangkit cacar monyet. Postingan itu beredar sejak akhir pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 7 September 2024.

Dalam postingannya terdapat foto seseorang sedang berbaring dengan wajah penuh benjolan seperti terkena cacar. Postingan itu disertai narasi:

"Info penting

Untuk rekan2 Jaga kesehatan ...mohon ke mana2 PAKE MASKER lagi..Virus Monyet sdh sampai Brebes, ini Bupati Brebes korban pertama...🙈🙈🙊 ati2 waspada jaga jarak jgn bergerombol kumpul2"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar terjangkit cacar monyet? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Video Warga Cianjur Rayakan Penangkapan Bupati Herman Suherman terkait Korupsi Bantuan Korban Gempa

Sebuah video yang diklaim warga Cianjur merayakan penangkapan terhadap Bupati Cianjur, Herman Suherman terkait kasus korupsi dana bantuan korban gempa beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 30 Desember 2022.

Dalam video tersebut, ratusan warga terlihat memenuhi sebuah lapangan. Pada klip selanjutnya, puluhan warga juga sedang makan bersama di lapangan tersebut.

Selain itu, puluhan warga juga terlihat memenuhi teras rumah dinas bupati Cianjur. Video itu kemudian dikaitkan dengan kabar warga Cianjur merayakan penangkapan Bupati Cianjur, Herman Suherman terkait kasus korupsi dana bantuan korban gempa.

"ALHAMDULILLAH WARGA CIANJUR GEMBIRA DITENGAH MUSIBAH YG MENIMPA DAERAHNYA.

WARGA BERSUKA CITA SEJENAK MAKAN BERSAMA SETELAH BUPATI CIANJUR DARI KADER PDIP DITANGKAP KRN KORUPSI MENGELAPKAN DANA BANSOS & BANTUAN SOSIAL LAINNYA TUK KORBAN CIANJUR.

KOK TEGA2 YA ... BUPATI DARI PDIP KORUPSI BANTUAN TUK WARGA YG KESUSAHAN ..

😡😡," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 32 kali ditonton dan mendapat 12 respons dari warganet.

Benarkah dalam video itu warga Cianjur merayakan penangkapan terhadap Bupati Cianjur, Herman Suherman terkait kasus korupsi dana bantuan korban gempa? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.