Sukses

CEO Pfizer Kerap Jadi Sasaran Hoaks, Simak Daftarnya

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar CEO Pfizer Albert Bourla bermunculan selama pandemi Covid-19 dengan beragam sajian, namun tidak semua kabar tersebut benar.

Sebelum sebaiknya kita mempercayai informasi yang didapat sebaiknya memastikan dulu kebenarannya. Hal tersebut perlu dilakukan agar kita tidak dirugikan akibat menjadi korban hoaks.

Kita pun bisa mememastikan sendiri informasi yang didapat benar atau hoaks, dengan mengikuti tips seperti yang ada di halaman berikut ini.

Berikut hoaks seputar CEO Pfizer.

1. CEO Pfizer Nyatakan ada Microchip di Dalam Pil untuk Memaksa Orang Patuh

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pernyataan CEO Pfizer Albert Bourla microchip di dalam pil untuk memaksa orang patuh. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, 23 Mei 2022.

Klaim pernyaan CEO Pfizer Albert Bourla menyatakan microchip di dalam pil untuk memaksa orang patuh berupa video seorang yang sedang membahas pernyataan Bourla dalam video, video tersebut menampilkan Bourla sedang berbicara dengan latar belakang tulisan 'WORLD ECONOMIC FORUM".

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Jimmy Dore - Microchips di Pil untuk Memaksa Kepatuhan adalah NYATA Kata CEO Pfizer"

Benarkah klaim klaim pernyataan CEO Pfizer Albert Bourla microchip di dalam pil untuk memaksa orang patuh? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Hoaks Berikutnya

2. CEO Pfizer Menolak Gunakan Vaksin Buatan Perusahaannya

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim CEO Pfizer Albert Bourla menolak gunakan vaksin buatan perusahaannya, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 8 Agustus 2021.

Unggahan CEO Pfizer Albert Bourla menolak gunakan vaksin buatan perusahaannya berupa video berdurasi 0.46 detik. Dalam video tersebut terdapat tulisan "CEO Pfizer menolak disuntik vaksin COVID-19.

CEO Pfizer Albert Bourla menolak untuk di vaksin buatan perusahaanya sendiri. "Usia saya 59 tahun; sehat, tidak bekerja di garus depan, jadi saya "tidak disarankan divaksinasi sekarang.""

Benarkah klaim CEO Pfizer Albert Bourla menolak gunakan vaksin buatan perusahaannya? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

 

3 dari 4 halaman

Hoaks Selanjutnya

3. CEO Pfizer Sebut Orang Tak Divaksin akan Mengimunisasi Diri Mereka Sendiri

Kabar tentang CEO Pfizer Albert Bourla menyebut bahwa orang yang tak divaksin akan mengimunisasi diri mereka sendiri secara alami beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 16 Oktober 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar tangkapan layar berisi foto CEO Pfizer, Albert Bourla. Dalam gambar tersebut terdapat narasi sebagai berikut:

"CEO Pfizer: Orang yang Tak Vaksin akan Mengimunisasi Diri Mereka Sendiri secara Alami

Yang bicara ini bukan Mukidi krn Mukidi juga blm tentu Paksin

Yes!

Tidak Paksin," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons warganet.

Benarkah CEO Pfizer Albert Bourla menyebut bahwa orang yang tak divaksin akan mengimunisasi diri mereka sendiri secara alami? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam artikel berikut ini

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.