Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Klaim Atlet Olimpiade Swiss Menderita Miokarditis karena Vaksin Covid-19 Tiga Kali

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim atlet olimpiade Swiss Fabienne Schlumpf didiagnosis menderita miokarditis karena vaksin Covid-19 tiga kali. Klaim tersebut diunggah akun salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2022.

Klaim atlet olimpiade Swiss Fabienne Schlumpf didiagnosis menderita miokarditis karena vaksin Covid-19 tiga kali berupa tulisan sebagai berikut:

"#COVIDVACCINEVICTIMSAtlet Olimpiade Swiss divaksinasi Tiga kali berusia 31 tahun Fabienne Schlumpf didiagnosis menderita myocarditis"

Disertai dengan tautan sebagai berikut

"https://www.euroweeklynews.com/.../swiss-fabienne.../"

Benarkah klaim atlet olimpiade Swiss Fabienne Schlumpf didiagnosis menderita miokarditis karena vaksin Covid-19 tiga kali? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Penelsuruan Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim atlet olimpiade Swiss Fabienne Schlumpf menderita miokarditis karena vaksin Covid-19 tiga kali, dengan memeriksa tautan artikel yang dicantumkan pada klaim, artikel tersebut berjudul "Swiss Olympic athlete Fabienne Schlumpf diagnosed with myocarditis" yang dimuat situs euroweeklynews.com pada 11 Januari 2022. 

Situs euroweeklynews.com menyebutkan, pemegang rekor maraton SWISS dan atlet Olimpiade Fabienne Schlumpf baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia telah didiagnosis menderita miokarditis dan mungkin tidak akan pernah bisa bersaing lagi.

Pelari Swiss berusia 31 tahun, yang finis di urutan ke-12 di Olimpiade di Tokyo, mengumumkan di akun Instagram-nya pada Kamis, 6 Januari bahwa ia menderita miokarditis dan tidak diizinkan bermain olahraga apa pun dan berpartisipasi dalam pelatihan.

Postingan itu berbunyi: "BERITA BURUK! Sayangnya, miokarditis menahan saya sekarang. Ini jelas bukan waktu yang mudah bagi saya, tetapi saya tidak menyerah. Saya berharap dapat segera kembali, mengejar impian saya… dan para pesaing.”

Menurut surat kabar harian Swiss-Jerman Blick mengutip outlet berita Tages-Anzeiger, Schlumpf tidak mencurigai adanya hubungan antara miokarditis dan vaksin Covid, meskipun menyatakan bahwa dia telah divaksinasi tiga kali dan tidak pernah menderita Covid.

Penelusuran dilanjutkan dengan mengunjungi sumber situs tersebut yaitu situs surat kabar harian Swiss-Jerman Blick, dalam artikel berjudul "Schlumpf muss wegen Herzmuskel-Entzündung pausieren" yang dimuat situs blick.ch, pada 7 Januari 2022.

Situs blick.ch menyebutkan,  Schlumpf tidak mencurigai adanya hubungan antara miokarditis dan vaksin. Menurut laporan itu, dia divaksinasi dan dikuatkan dan tidak pernah menderita Covid sebelumnya.

Sumber:

https://www.blick.ch/sport/leichtathletik/keine-einfache-zeit-schlumpf-muss-wegen-herzmuskel-entzuendung-pausieren-id17128111.html

https://euroweeklynews.com/2022/01/11/swiss-fabienne-schlumpf-myocarditis/?fbclid=IwAR1rhXosUqNvx3moPkjkz-71uRsqUzftfL0FengBn94TAT0Nca0K6EQ0_tc

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim atlet olimpiade Swiss Fabienne Schlumpf menderita miokarditis karena vaksin Covid-19 tiga kali tidak benar.

Tautan artikel yang cantumkan pada klaim tidak menyebutkan Schlumpf menderita miokarditis karena vaksin Covid-19. Schlumpf justru tidak mencurigai adanya hubungan antara miokarditis dan vaksin Covid, meskipun menyatakan bahwa dia telah divaksinasi tiga kali dan tidak pernah menderita Covid.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.