Sukses

Banyak Informasi Salah Soal Vaksin Covid-19, Direktur Jenderal WHO Beri Penjelasan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut banyak informasi salah yang beredar terkait orang yang sudah divaksin covid-19. Ia menjelaskan bahwa orang yang sudah divaksin tetap harus mengikuti protokol kesehatan.

Saat ini kasus covid-19 khususnya di Eropa melonjak lagi. Banyak yang menilai orang yang sudah divaksin tidak perlu lagi menjalankan protokol kesehatan lainnya, padahal informasi tersebut tidak benar.

Apalagi Tedros mengungkap virus covid-19 varian delta punya tingkat penularan yang lebih tinggi dibanding varian sebelumnya meski orang tersebut sudah divaksin.

"Kami prihatin dengan rasa aman yang salah bahwa vaksin telah mengakhiri pandemi dan orang-orang yang divaksinasi tidak perlu mengambil tindakan pencegahan lainnya. Vaksin menyelamatkan nyawa tetapi tidak sepenuhnya mencegah penularan," ujar Tedros, dilansir Hindustan Times.

"Data menunjukkan bahwa sebelum kedatangan varian Delta, vaksin mengurangi penularan sekitar 60 persen. Dengan adanya varian Delta, itu turun menjadi sekitar 40 persen.. Jika Anda divaksinasi, Anda memiliki risiko penyakit parah dan kematian yang jauh lebih rendah, tetapi Anda masih berisiko terinfeksi dan menulari orang lain," kata Tedros menambahkan.

WHO sendiri sejak awal menekankan bahwa vaksin covid-19 yang tersedia saat ini ditujukan untuk mengurangi risiko penyakit parah, rawat inap, dan kematian, daripada penularan.

"Kenyataannya adalah virus akan terus menular secara intens di lingkungan,” ujar Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan.

 

(Penulis: Azarine Jovita Halim)

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.