Sukses

Hoaks Sulit Dihilangkan tapi Bisa Direduksi

 

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini era informasi membawa perubahan besar dalan tatanan kehidupan manusia. Semua bisa diakses dari satu genggaman saja, yaitu ponsel. Namun, dunia digital juga memiliki sisi negatif, salah satunya adalah penyebaran hoaks.

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kominfo, pekan lalu Hasbi Anshory, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Nasdem, memaparkan hoaks tidak bisa dihilangkan, hanya bisa direduksi.

Hoaks tidak bisa dihilangkan baik itu secara offline atau online apalagi di era digital saat ini, tetapi hoaks bisa direduksi,” ujar Hasbi.

Menyetujui hal tersebut, pakar telematika Indonesia, Roy Suryo mengatakan bahwa dalam hal ini pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam meminimalisir penyebaran hoaks. Roy, teknologi ini memiliki sisi positif tetapi juga perlu diimbangi dengan tersedianya perangkat legal untuk mencegah new crimes, frauds, dan negative externalities.

“Saat ini banyak akun media sosial yang tidak resmi mengunggah informasi. Harusnya kita selalu saring dulu sebelum sharing karena jika kita salah membagikan informasi tersebut maka kita juga menyebarkan kabar yang tidak benar,” ujarnya lewat aplikasi Zoom.

Saat ini Kominfo sudah memblokir beberapa situs yang bersifat negatif. Jika ada laporan dari masyarakat, panel dari Kominfo nanti akan memutuskan apakah informasi tersebut harus di take down atau tidak.

Untuk menghindari hoaks, Hasbi Anshory membagikan tips untuk menghadapi hoaks di era kemajuan informasi ini, yaitu menambah literasi media dan digital, kritis dalam sebuah informasi, tuntun amarah dengan logika, dan laporkan jika mendapati kecurigaan.

(MG/Geiska Vatikan Isdy)

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.