Sukses

Cek Fakta: Benarkah Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia Lebih Mahal Ketimbang Brasil?

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial terkait harga vaksin covid-19 Sinovac di Indonesia yang diklaim terlalu mahal ketimbang di Brasil. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan ini.

Salah satu akun yang membagikannya adalah Rom Lee. Dia mempostingnya pada 13 Oktober 2020.

Dalam postingannya ia menyertakan link berita dari CNBCIndonesia.com. Namun disertai narasi,

"Brasil Beli Vaksin Sinovac Rp 29 Ribu, Kok RI Rp 365 Ribu? Kok bisa ? Ini rantai distribusinya yg kepanjangan atau rente distribusinya yg kegedean ?"

Lalu benarkah harga vaksin covid-19 terlalu mahal ketimbang Brasil?

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Penelusuran fakta:

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri fakta dan menemukan artikel berjudul "Bio Farma akan Jual Vaksin Covid-19 Sekitar Rp 200 Ribu" yang tayang 13 Oktober 2020. Berikut isinya:

"Liputan6.com, Jakarta PT Bio Farma (Persero) mengungkapkan jika harga vaksin covid-19 yang dijual tidak akan memberatkan pemerintah. Harga vaksin disebut sebesar di kisaran Rp 200 ribu.

"Kisaran harganya Rp 200 ribu," ujar Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Dia juga menjelaskan tentang kabar yang menyatakan jika Sinovac sudah menandatangani kontrak pengadaan vaksin dengan Brasil. Negara ini dikabarkan akan menjual vaksin seharga USD 1,96 per dosis.

Honesti Basyir menyampaikan, kabar tersebut sudah dibantah oleh pihak Sinovac, melalui surat resmi yang dikirimkan ke Bio Farma.

"Informasi harga vaksin covid-19 di Brasil, telah kami klarifikasi ke pihak Sinovac. Mereka sudah mengirimkan surat elektronik resmi ke Bio Farma, yang memastikan, bahwa informasi dalam pemberitaan tentang kontrak pembelian 46 juta dosis dengan nilai kontrak USD 90 juta dengan pemerintah Brasil tidak tepat, dan mengenai harga USD 1,96 per dosis pun tidak tepat," papar dia.

Dia menjelaskan, biaya pengiriman tiap dosis saja sekitar USD 2. Sinovac pun dikatakan tengah menelusuri asal informasi soal harga vaksin tersebut.

"Intinya, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin covid-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk Indonesia," tegas Honesti.

Dalam surat resmi yang disampaikan Sinovac, ada beberapa faktor dalam menentukan harga vaksin covid-19. Salah satunya adalah pada investasi studi klinis fase 3 terutama dalam uji efikasi dalam skala besar.

"Demikian juga dengan penentuan harga di Indonesia. Dengan kata lain, skema pemberian harga vaksin covid-19 tidak dapat disamakan," jelas dia.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin covid-19 mulai dari bahan baku dan lainnya, ia mengemukakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China, termasuk LP POM MUI untuk melaksanakan audit halal.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi vaksin covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP).

Saat ini, uji klinis fase 3 vaksin covid-19 masih berjalan di minggu kedua Bulan Oktober 2020 ini. Data terakhir menunjukan sampai dengan tanggal 9 Oktober 2020, 843 relawan yang sudahmendapat penyuntikan kedua, dan 449 relawan dalam tahap pengambilan darah pasca penyuntikan kedua/masuk periode monitoring.

"Hingga saat ini Uji Klinis tahap 3 berjalan lancar dan belum ada dilaporkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius akibat pemberian suntikan calon vaksin covid-19," dia menandaskan."

Selain itu ada juga artikel dari Globaltimes.cn berjudul "Sao Paulo signs agreement with Chinese producer for COVID-19 vaccine doses, but price over $2 each: source"

Dalam artikel tersebut Globaltimes mendapat konfirmasi dari Sinovac. Mereka menjelaskan harga vaksin covid-19 di Brasil tidak semurah yang dikabarkan yakni 1,96 dolar AS atau sekitar Rp 29 ribu.

"Vaksinnya tidak akan semurah itu apalagi biaya pengiriman setiap dosisnya sekitar dua dolar AS. Pernyataan Gubernur Sao Paolo mungkin salah paham," kata seorang sumber Sinovac.

Sinovac sendiri tidak mau menyebutkan harga per dosis vaksin covid-19 di Brasil. Pasalnya nilai kontrak dengan suatu negara merupakan kerahasiaan.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim yang menyebut harga vaksin covid-19 di Indonesia terlalu tinggi ketimbang di Brasil adalah tidak benar.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.