Sukses

Selena Gomez Mengeluh ke Mark Zuckerberg Usai Facebook Banjir Informasi Hoaks

Liputan6.com, New York - Penyanyi pop Amerika Serikat, Selena Gomez melalui Insta Story miliknya mengeluhkan banyaknya kabar hoaks di media sosial Facebook. Bahkan, dalam kicauannya, dia menyeret nama dua petinggi Facebook, Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg.

Mengutip artikel dari Yahoo Entertainment, Selena Gomez kesal karena Facebook dijadikan media untuk menyebarkan kebencian, informasi yang salah, rasisme, dan kefanatikan.

Penyanyi berusia 28 tahun itu meminta Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook melakukan tindakan nyata. Selena Gomez meminta Facebook menutup akun yang menebar informasi palsu.

"Sudah lama sejak kita duduk bersama. Kita punya masalah yang sangat serius. Facebook dan Instagram digunakan untuk menyebarkan kebencian, hoaks, hingga rasisme."

"Saya memanggil kalian berdua untuk menyelesaikan masalah ini. Tolong matikan grup atau akun yang sering menyebar kebencian dan hoaks. Masa depan kami bergantung padanya," ujar Selena Gomez.

 

2 dari 3 halaman

Tahun Penting untuk AS

Selena menyadari kalau informasi hoaks di negaranya, Amerika Serikat (AS), sudah semakin parah. Terlebih, AS bakal memasuki tahun pemilihan umum.

"Ini merupakan tahun pemilu. Kita tidak bisa menerima adanya hoaks soal proses pemilihan umum. Harusnya, ada pengecekan fakta dan perhitungan segera mungkin. Saya harap bisa mendengar tanggapan kalian," ujar Selena.

Untuk diketahui, awal bulan ini, Facebook mengumumkan akan melarang iklan politik baru seminggu sebelum pemilihan presiden 3 November, bersama dengan informasi yang salah dalam pemungutan suara, seperti posting yang menyarankan orang akan tertular Covid-19 jika mereka menuju ke tempat pemungutan suara.

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.