Sukses

6 Cara Mudah Kenali Video Viral yang Hoaks di Media Sosial

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial, khususnya Facebook, sering dijadikan sebagai alat untuk menyebar hoaks. Wakil Presiden Teknik Facebook, Tom Alison menyebut pihaknya menghapus jutaan konten yang melanggar kebijakan di platform mereka.

Dalam periode setahun ini, Facebook juga sudah menghapus sekitar 12 juta konten dalam grup karena ujaran kebencian dan hoaks. Sebanyak 82 persen di antaranya merupakan ujaran kebencian yang bersifat profokatif.

Selain narasi, video juga dijadikan untuk menyebar hoaks. Namun, untuk mengetahui sebuah keaslian video yang sedang viral sangatlah mudah.

Berikut ini, Cek Fakta Liputan6.com bakal membagikan enam tips untuk verifikasi video viral yang hoaks.

1. Bikin Tangkapan Layar

Cara paling mudah untuk mengetahui keaslian sebuah video, yakni dengan membuat sebuah tangkapan layar atau screenshot dari video tersebut. Selanjutnya, Anda bisa memasukkan tangkapan layar itu ke alat pencarian gambar, seperti Google, Yandex, atau Tin Eye.

Jika tangkapan layar tidak membuahkan hasil, Anda harus membuat screenshot yang berbeda.

Namun untuk lebih mudah mengetahui video hoaks, Anda bisa menggunakan FFmpeg untuk mendapatkan gambar kunci yang lebih rinci, lalu jalankan pencarian gambar terbalik. Para pembuat video Youtube sering memanfaatkan beberapa thumbnail atau cuplikan gambar dari video, cuplikan gambar tersebut bisa didapatkan melalui bantuan FFmpeg.

 

2 dari 4 halaman

2. Pakai Alat Pencarian Video

Alat pencarian video viral sebenarnya sudah lama tersedia. Namun sebelum Anda menggunakannya, harus melalui proses pencarian gambar terbalik atau pencarian di YouTube.

Alat pencarian video Youtube DataViewer dari Amnesty International menjadi solusinya, tetapi menggunakannya harus memasukan URL Youtube. Itu artinya Anda harus menemukan video yang sama di Youtube agar bisa ditelusuri Youtube DataViewer.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa memakai alat pencarian video online dengan mengunduh InVid browser extension terlebih dahulu. Alat yang satu ini hampir serupa dengan YouTube DataViewer, tapi tidak hanya sebatas pada video di YouTube. Alat ini bisa mencari video di berbagai platform, Facebook, Instagram, hingga Twitter.

3. Periksa Waktu

Langkah ketiga yang bisa Anda lakukan untuk mengecek sebuah video viral adalah memeriksa waktu dalam video tersebut. Hal ini cukup mudah, Anda bisa memperhatikan bayangan yang ada di video tersebut, bila tampilan menggambarkan siang hari.

Selanjutnya, Anda harus menggunakan alat bernama Suncalc. Alat ini bisa membantu Anda memverifikasi video berdasarkan jangka waktu pembuatannya.

4. Memperlambat Video

Jika Anda gagal menemukan keaslian video setelah melakukannya Youtube DataViewer dan InVid, tidak perlu khawatir. Anda bisa menggunakan perangkat lunak seperti VLC untuk melihat transisinya.

Video palsu relatif mudah menemukan bagian yang sudah dimanipulasi jika menonton dengan gerakan lambat.

Namun biasanya, video palsu mengandalkan rekaman dengan kualitas yang rendah untuk menyembunyikan ketidaksempurnaan. Sebagai contoh, seperti penampakan alien atau UFO.

 

3 dari 4 halaman

5. Skeptis

Ketika melihat video viral, Anda harus skeptis pada diri sendiri. Jangan mudah percaya dengan apa yang dilihat di media sosial.

Pemeriksaan fakta selalu datang terlambat karena membutuhkan waktu untuk melakukan investigasi.

Jadi jika Anda melihat video viral, selalu berpikir kritis dan jangan biarkan jari Anda latah membagikan di media sosial. Yang perlu diingat bahwa terkadang sebuah video adalah asli tetapi deskripsi menyesatkan agar lebih sensasional.

6. Memeriksa Metadata

Unduh video dan periksa metadata-nya. Sebagian besar platform media sosial menghapus informasi ini begitu seseorang mengunggahnya, jika Anda memiliki sumber materi, mungkin ada petunjuk tentang asal video. Coba gunakan browser file asli dari komputer Anda dengan menggunakan Exiftool.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.