Sukses

Awas Pemanggilan Tes Masuk Kerja Palsu, Kenali Ciri-Cirinya

Liputan6.com, Jakarta- Panggilan tes masuk kerja merupakan salah satu informasi yang paling ditunggu bagi pencari kerja, sebab menjadi harapan untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, saat ini pemanggilan tes masuk kerja tidak selamanya benar, bahkan dijadikan segelintir oknum untuk menipu dengan berbagai modus, salah satunya meminta transfer untuk biaya akomodasi selama tes masuk berlangsung dan akan diganti setelah dinyatakan lulus tes.

Sebab itu, kita perlu teliti jika menerima informasi mengenai pemanggilan tes masuk kerja agar tidak menjadi korban penipuan yang justru merugikan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut panggilan tes masuk kerja palsu:

1. Panggilan tes kerja tidak menyebutkan posisi atau lowongan

Surat undangan tes kerja palsu yang biasanya sekitar 7 halaman ini tidak menyebutkan posisi atau lowongan yang akan diseleksi. Detail persyaratan yang sudah tidak relevan atau tidak perlu disebutkan seperti alat tulis, berpakaian rapi, dll. Cap pada tanda tangan yang hanya berupa logo digital, bukan cap perusahaan asli.

2. Mencantumkan nama semua kandidat yang diundang

Undangan tes kerja yang seharusnya bersifat personal, malah mencantumkan nama semua kandidat atau peserta lainnya. Selain itu surat undangan interview palsu ini juga mengharuskan kandidat untuk melakukan reservasi pemesanan tiket kepada Panitia Recruitment. Modus lainnya adalah pemesanan tiket melalui travel agent rekanan palsu.

3. Semua biaya transportasi, konsumsi, dan lainnya harus ditalangi oleh kandidat

Dengan memberikan janji bahwa semua biaya akan di-reimburse, kandidat diminta untuk menalangi semua biaya.

4. Semua informasi yang diberikan sama sekali tidak relevan

Seperti contoh yang tertera di halaman 4 surat undangan tes kerja palsu ini, tahap seleksi sama sekali tidak relevan dengan metode pengembangan. Kualifikasi yang dicantumkan juga sangat general, tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan iming-iming gaji besar yang ditawarkan.

5. Banyak bagian yang tidak perlu, tidak lazim, dan tidak perlu disebutkan dalam surat undangan interview

Bagian tanya jawab yang tidak lazim, terlalu umum bahkan tidak perlu dijelaskan. Banyak kalimat dalam surat undangan palsu ini juga tidak profesional, bahasa atau kalimat yang berbelit-belit, dan banyak ditemukan typo.

 

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.