Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Menunjukkan Telur Palsu Beredar di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta- Viral video yang mengklaim peredaran telur palsu di masyarakat. Video tersebut membahas tentang cangkang telur yang diyakini terdapat lapisan kertas dan kuning telur seperti silikon sehingga sulit dipecahkan.

Vide tersebut diunggah akun Facebook Info Masakan, pada 4 Mei 2020 dengan keterangan sebagai berikut:

"Hati Hati Telur Palsu Banyak Bertebaran Bunda"

Video tersebut juga diunggah akun Facebook Video Unik, pada 18 Januari 2020. Dengan keterangan sebagai berikut:

"Waspada Telur Palsu Sodara ku lebih teliti lagi dalam membeli telur ayam"

Benarkah klaim terlur palsu dalam video tersebut? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video telur palsu, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'telur palsu'.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Video Telur Palsu Bikin Resah, Syahroni Minta Maaf" yang dimuat situs liputan6.com, pada 27 Maret 2018.

Dalam artikel tersebut, Syahroni B Daud (49), pria yang videonya menjadi viral karena telur palsu, meminta maaf kepada masyarakat. Dia pun mengklarifikasi soal temuan telur yang sempat diduganya palsu.

Dalam video berdurasi 02.38 menit itu, dirinya menerangkan kalau telur dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang didapatkan anaknya dari Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, itu palsu.

"Ternyata setelah diinvestigasikan kemarin, alhamdulillah ternyata saya sangat besar salahnya. Dan ternyata telur yang beredar ini tentu yang saya dapatkan adalah benar-benar asli, dan tidak ada palsu," ucap Syahroni dalam jumpa pers di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (27/3/2018).

Dia mengatakan, telur yang didapat anaknya dari KJP memang asli dan memiliki kualitas yang bagus. Telur tersebut juga berbeda dengan telur yang biasa dijual di warung.

"Saya imbau kepada masyarakat jangan sungkan-sungkan untuk mengonsumsi telur yang beredar di masyarakat kita," kata Syahroni.

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Polri: Syahroni Termakan Isu Hoax Telur Palsu" dimuat situs liputan6.com, pada 27 Maret 2020.

Dalam situs tersebut, Bareskrim Polri menegaskan, video mengenai telur palsu yang baru-baru saja beredar tidaklah benar. Dalam video yang berdurasi 02.38 menit, terlihat Syahroni B Daud (49) menerangkan kalau telur yang didapatkan anaknya dari Kartu Jakarta Pintar (KJP) merupakan telur palsu.

"Kami koordinasi dengan Kanit Johar Baru, kita lakukan koordinasi dengan Dinas KPKP, kemudian Dinas Peternakan dan Food Station dan ternyata hasilnya tidak palsu. Bahkan telur itu adalah telur yang siap konsumsi oleh masyarakat," ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang saat itu dijabat Kombes Asep Safrudin di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan, informasi mengenai telur palsu beredar di Indonesia adalah hoaks. Telur palsu tersebut merupakan mainan.

Hal tersebut berdasarkan hasil patroli kepolisian, yaitu seolah-olah ada orang yang sedang membuat telur palsu. Putih telurnya dimasukkan ke dalam plastik, sedangan kuningnya dimasukkan. Kemudian ada komentar mengenai hati-hati telur palsu sudah masuk ke negara Indonesia.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim video telur palsu tersebut tidak benar. Bareskrim Polri telah berkordinasi dengan Dinas KPKP, kemudian Dinas Peternakan dan Food Station dan ternyata hasilnya telur yang ada dalam klaim video merupakan telur asli.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.