Sukses

Cek Fakta: Jutaan Masker Bekas Asal China Mengandung Virus Corona Dikemas Ulang? Simak Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Akun Facebook Rudi Alsawangi mengunggah klaim tentang jutaan masker bekas asal China mengandung Virus Corona baru (Covid-19) dikemas ulang di gudang Sidoarjo lalu dijual, pada 10 Maret 2020.

Berikut keterangannya.

"*WASPADA DAN SANGAT BERBAHAYA ‼‼‼*

*JUTAAN MASKER BEKAS PAKAI IMPOR DARI CINA KOMUNIS MENGANDUNG VIRUS CORONA*

*Jutaan Masker Impor dari China di Gudang Sidoarjo Di-repacking Lalu Dijual*

*Cina Sendiri Krisis Masker Kok Bisa Ekspor??**Bagaimana Kalo Ini Masker Bekas Penderita Corona??*

Linknya

https://m.detik.com/…/jutaan-masker-impor-dari-china-di-gud…

*HATI HATI, CEBONGERS PRIBUMI PENGKHIANAT, ANTEK CHINA KOMUNIS MULAI BIKIN ULAH !!!*"

Unggahan tersebut menyertakan tautan artikel berjudul "Gudang di Sidoarjo Berisi Masker Impor dari China Digerebek" dimuat situs  news.detik.com.

Benarkah jutaan masker asal China mengandung Virus Corona di kemas ulang di gudang Sidoarjo? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kebenaran klaim jutaan masker asal China mengandung Virus Corona sedang dikemas ulang di gudang Sidoarjo, dengan membuka tautan artikel yang disertakan dalam unggahan.

Artikel tersebut berjudul "Jutaan Masker Impor dari China di Gudang Sidoarjo Di-repacking Lalu Dijual" yang dimuat situs news.detik.com, pada 9 Maret 2020.

Berikut isinya.

"Sidoarjo - Gudang di Sidoarjo yang berisi masker impor dari China digerebek. Ternyata gudang itu merupakan lokasi untuk me-repacking atau mengemas kembali masker tersebut.

"Masker itu dilakukan repack," ujar Kapolres Sidoarjo Kombes Sumardji kepada wartawan di lokasi komplek pergudangan Safe Lock blok B di Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Kota Sidoarjo, Senin (9/3/2020).

Sumardji mengatakan masker tersebut diimpor oleh Dharyono Soesanto dari Xiantao Dingcheng, China lewat kontainer. Satu kontainer berisi 980 karton yang terdiri dari 30.234 boks yang berisi sebanyak 1.961.700 masker.

Kemudian masker tersebut dikemas oleh 10 orang karyawan ke dalam kemasan yang lebih kecil. Tiap-tiap kemasan berisi 5 biji masker yang dijual per kemasaan dengan harga Rp 8 ribu.

"Masker itu kemudian dilakukan penambahan tali elastis. Selanjutnya dilakukan repack pada kemasan kecil. Kemudian masker di kemas dalam boks yang berisi 50 kemasan kecil dijual dengan harga Rp 80 ribu per boks. Masker-masker yang sudah dikemas ke dalam boks dikirim ke distributor," lanjut Sumardji.

Pelaku akan dijerat pasal 196 UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 1 huruf D dan E UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 106 UU No 7 tahun 2014.

"Pelaku terancam pidana penjara selama-lamanya 10 tahun penjara. Dan denda sebanyak Rp 1 miliar," tandas Sumardji."

Dalam artikel news.detik.com tersebut diungkap, gudang di Sidoarjo yang berisi masker impor dari Xiantao Dingcheng, China lewat kontainer telah digerebek Polisi.

Satu kontainer berisi 980 karton yang terdiri dari 30.234 boks yang berisi sebanyak 1.961.700 masker. Namun, dalam artikel tersebut tidak memberikan keterangan masker bekas mengandung Virus Corona.

Penelusuran dilanjutkan melalui Google Search dengan kata kunci 'masker bekas mengandung Virus Corona asal china di gudang Sidoarjo'. Namun, tidak ditemukan artikel yang identik dengan klaim tersebut.

Kata kunci pencarian pun diubah menjadi 'impor masker bekas asal china', pencarian tersebut mengarah pada artikel berjudul "Polisi Gerebek Gudang Berisi Jutaan Masker Impor dari China di Sidoarjo" diumuat situs news.okezone.com, pada 9 Maret 2020.

Berikut isinya.

SIDOARJO - Kepolisian berhasil menggerebek sebuah gudang di Sidoarjo, yang menyimpan jutaan masker impor dari China. Masker tersebut tidak sesuai dengan aturan produksi alat kesehatan.

Di lokasi gudang yang di Desa Rangkah Kidul, Kota Sidoarjo itu, petugas mendapati jutaan lembar masker repacking siap edar yang diimpor.

Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Sumardji mengatakan, masker tersebut diimpor oleh Dharyono Soesanto dari Xianto Dingcheng, China menggunakan kontainer. Satu kontainer disebut berisi 980 karton yang terdiri dari 30.234 boks dengan total berisi 1.961.700 lembar masker.

"Pelaku ini tidak mempunyai izin produksi dari Kementerian Kesehatan. Pelaku mendapatkan maskernya dari Xiantao Dingcheng China. Masker itu kemudian dikemas oleh sepuluh orang karyawan ke dalam kemasan yang lebih kecil," ungkap Sumardji, Senin (9/3/2020).

"Masker itu dilakukan penambahan tali elastis. Selanjutnya dikemas ulang yang lebih kecil. Kemudian masker dikemas dalam boks yang berisi 50 kemasan boks kecil, dijual dengan harga Rp80 ribu per boksnya. Masker kemudian dikirim ke distributor dalam bentuk kemasan boks," jelasnya.

Akibat perbuatannya polisi menjerat Dharyono Soesanto dengan Pasal 196 UU Nomor 36 tahun 2009 mengenai kesehatan dan Pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 huruf D dan E Undang - Undang Nomor 8 tahun 1999 mengenai perlindungan konsumen.

"Ancaman hukumannya maksimal sepuluh tahun penjara dan denda Rp1 miliar," pungkasnya."

Artikel news.okezone.com tersebut menyatakan, masker impor dari China dikemas ulang di gudang Sidoarjo, dengan kemasan yang lebih kecil dalam boks yang berisi 50 kemasan boks kecil.

Polisi menggerebek gudang karena tidak memiliki izin produksi dari Kementerian Kesehatan, masker impor tersebut juga tidak sesuai dengan aturan produksi alat kesehatan dan tidak punya izin. Namun, dalam artikel news.okezone.com tidak terdapat keterangan masker bekas dan mengandung Virus Corona.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim akun Facebook Rudi Alsawangi sebagian salah. Jutaan masker yang ada di Gudang Sidoarjo memang diimpor dari Xiantao Dingcheng, China. Namun tidak terdapat keterangan yang menyatakan masker tersebut bekas dan mengandung Virus Corona.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Viral Video Anies Baswedan Pulangkan Imigran China ke Negara Asalnya, Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
Cek Fakta: Raja Salman Dikabarkan Meninggal Dunia, Benarkah?