Cerita Bournemouth Wujudkan Mimpi yang Nyaris Mustahil: Dimulai dari Minus 17

Bournemouth mengalahkan Sturm Graz 3-0 dalam laga kandang Eropa pertamanya

Diterbitkan 16 Oktober 2026, 07:53 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bournemouth mencatat sejarah dengan memainkan laga kandang pertamanya di kompetisi Eropa sepanjang 127 tahun perjalanan klub. Momen bersejarah itu semakin istimewa setelah The Cherries menang 3-0 atas Sturm Graz pada matchday kedua Liga Europa, Jumat (16/10/2026) dini hari WIB.

Lagu The Impossible Dream mengiringi perayaan di Vitality Stadium sebelum pertandingan dimulai. Sebuah tifo raksasa juga menggambarkan perjalanan Bournemouth dari keterpurukan menuju panggung Eropa.

Pada 2008, Bournemouth nyaris kehilangan segalanya akibat krisis keuangan. Kini, 18 tahun kemudian, mereka menikmati malam bersejarah di kompetisi Eropa.

Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Bournemouth. Hasil itu menjadi simbol perjuangan panjang klub yang pernah terancam terlempar dari Football League.

Dari Krisis Finansial, Pengurangan Poin, dan Panggung Eropa

Pada 2008, Bournemouth masuk administrasi akibat masalah keuangan dan terdegradasi dari League One dengan pengurangan 10 poin. Mereka kemudian harus menerima pengurangan 17 poin tambahan untuk bisa berkompetisi di League Two musim 2008/2009.

Di bawah asuhan Eddie Howe, Bournemouth menghadapi ancaman degradasi ke kompetisi non-liga. Namun, mereka berhasil bertahan setelah finis di peringkat ke-21 pada akhir musim.

Keberhasilan itu menjadi fondasi kebangkitan The Cherries selama bertahun-tahun. Puncaknya terjadi pada 2015, ketika mereka untuk pertama kalinya promosi ke Premier League.

Kini, Bournemouth kembali mengukir sejarah melalui Liga Europa. Kemenangan 3-0 atas Sturm Graz membuat mereka menyamai pencapaian Bolton Wanderers, yang memenangi dua laga pertama di kompetisi besar Eropa pada Piala UEFA 21 tahun sebelumnya.

Malam Bersejarah, Tantangan Belum Berakhir

Para pendukung Bournemouth tetap bertahan di tribun setelah pertandingan berakhir untuk menikmati momen bersejarah tersebut. Lagu The Impossible Dream dan tifo tentang perjalanan klub menjadi simbol perjuangan mereka dari krisis menuju kompetisi Eropa.

Bagi Bournemouth, kemenangan atas Sturm Graz terasa lebih bermakna karena lahir setelah perjalanan panjang dan penuh kesulitan. Klub yang pernah terancam bangkrut itu kini mampu bersaing di panggung Eropa.

Namun, pencapaian di Liga Europa belum diikuti hasil positif di Premier League. Menjelang pertandingan melawan Sunderland pada Minggu, Bournemouth berada di peringkat ke-18 dan belum meraih kemenangan musim ini, berdasarkan data yang diberikan.

Kontras tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi The Cherries. Setelah mewujudkan mimpi tampil di Eropa, mereka kini harus berjuang memperbaiki performa di liga domestik.

Sumber: BBC Sport

Klasemen Liga Europa 2026/2027

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Menang 4-0 Bukan Berarti AC Milan Sudah Sempurna