Como Banyak Belajar dari Kekalahan di De Kuip

Cesc Fabregas mengakui kesalahan keputusan dan menyebut laga tandang Eropa sebagai pelajaran berharga.

Diterbitkan 15 Oktober 2026, 08:18 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Como harus mengakui keunggulan Feyenoord dengan skor 2-3 pada matchday 2 Liga Champions 2026/2027 di Stadion De Kuip, Rabu (14/10/2026) malam WIB. Kekalahan ini menjadi pengalaman penting bagi tim asuhan Cesc Fabregas dalam menghadapi ketatnya persaingan di Eropa.

Como sempat unggul lebih dulu melalui Assane Diao pada menit ke-18. Namun, Gjivai Zechiel menyamakan kedudukan dua menit kemudian sebelum Anis Hadj Moussa membawa Feyenoord berbalik memimpin.

Gol bunuh diri kiper Robert Sanchez memperbesar keunggulan tuan rumah. Como sempat memperkecil ketertinggalan melalui Anastasios Douvikas pada masa injury time, tetapi gagal membawa pulang poin dari Rotterdam.

Hasil ini menjadi kontras setelah Como mengawali kiprah di Liga Champions dengan kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig. Fabregas pun mengakui timnya masih harus belajar, termasuk mengevaluasi keputusan yang diambil selama pertandingan.

Cesc Fabregas Akui Kesalahan dalam Kekalahan Como

Fabregas menilai kekalahan dari Feyenoord merupakan bagian dari proses perkembangan Como di kompetisi Eropa. Dalam laporan TuttoMercatoWeb, ia menegaskan bahwa pertandingan di De Kuip menjadi laga tandang Eropa pertama bagi klub tersebut.

"Ini adalah pertumbuhan yang berkelanjutan; ini adalah pertandingan tandang Eropa pertama kami. Kami terus belajar," ujarnya.

Pelatih asal Spanyol itu juga mengakui tantangan mengelola tim yang harus bersaing di tiga kompetisi sekaligus. Situasi tersebut menuntut keputusan yang tepat dalam menentukan strategi dan menjaga konsistensi performa pemain.

"Kami harus mengelola tiga kompetisi sekaligus, dan mungkin ada beberapa keputusan saya yang kurang tepat," aku Fabregas.

Como Belajar Sulitnya Liga Champions

Como kehilangan momentum setelah keunggulan mereka hanya bertahan dua menit. Feyenoord kemudian memanfaatkan situasi untuk membalikkan keadaan, sementara gol bunuh diri Sanchez membuat tim tamu semakin kesulitan mengejar ketertinggalan.

"Masalahnya adalah kami langsung kebobolan gol penyeimbang 1-1. Dalam 30 menit terakhir kami memang mendominasi, tetapi mereka layak untuk menang," katanya.

Fabregas menilai Liga Champions menghadirkan tantangan yang sangat berat, terutama ketika tim harus bermain di kandang lawan. Ia bahkan menyebut level persaingan turnamen tersebut lebih tinggi daripada Piala Dunia.

"Liga Champions adalah kompetisi terberat. Levelnya bahkan lebih tinggi daripada Piala Dunia," tegasnya.

"Kemarin, Bayern pun kesulitan meski menurunkan pemain-pemain utama mereka, begitu pula Barcelona. Bermain tandang di Liga Champions memang sangat sulit, tetapi saya tetap tenang," papar Fabregas.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

3 Sepak Sudut yang 'Membunuh' AS Roma