Padel Makin Populer di Indonesia, Mengubah Peta Olahraga Perkotaan

Padel semakin diminati di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bali.

OlehThomas
Diterbitkan 24 Januari 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga padel semakin diminati di Indonesia. Padel menjadi olahraga dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dalam dua tahun terakhir. Bisa dilihat dari lonjakan jumlah lapangan, terutama di Jakarta dan Bali.

Meroketnya popularitas padel ini memberikan dampak positif yang luas. Tak cuma membuat masyarakat Indonesia kian giat berolahraga tapi juga memicu pergeseran bisnis pengelolaan fasilitas olahraga. Relasi dengan komunitas menjadi penentu keberlanjutan di tengah persaingan yang kian ketat.

“Banyak pengelola yang mulai sadar pentingnya membangun hubungan dengan komunitas. Pendekatan ini membuat lapangan tidak hanya ramai secara fasilitas, tetapi juga hidup secara sosial. Anggotanya merasa dilibatkan,” ujar Ketua Komunitas Paduka Padel Taufan Syahrial Hidayatullah.

Data Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menunjukkan, hingga pertengahan 2025 terdapat sekitar 133 lapangan padel permanen di berbagai wilayah Indonesia. Angka ini naik tajam dibandingkan awal 2023 yang masih berjumlah belasan lapangan. Jakarta dan Bali menjadi episentrum pertumbuhan, sebelum tren ini merembet ke kota-kota lain, termasuk di luar Jawa.

Bertambahnya fasilitas berbanding lurus dengan meningkatnya persaingan antarpengelola. Dalam situasi tersebut, kualitas lapangan dan lokasi tidak lagi cukup menjadi pembeda. Pengelola dituntut membangun relasi jangka panjang dengan pengguna, salah satunya melalui pengembangan komunitas pemain yang loyal.

Tumbuhkan Komunitas

Sejumlah pengelola mulai mengadopsi pendekatan partisipatif. Mereka menyediakan jam bermain khusus komunitas, membuka ruang kolaborasi untuk kegiatan internal, hingga melibatkan komunitas dalam turnamen informal dan aktivitas sosial.

Pola ini dinilai mampu menjaga tingkat kunjungan sekaligus menciptakan ekosistem lapangan yang lebih dinamis.

Paduka Padel, lanjut Taufan, menghimpun lebih dari 100 anggota dari beragam latar belakang profesi dan usia yang tersebar di Jakarta, Bintaro, hingga BSD. Komunitas semacam ini berfungsi sebagai simpul pengikat lintas wilayah dalam ekosistem padel perkotaan.

Padel Mudah Dimainkan

“Padel itu unik. Mudah diakses dan dimainkan oleh pemula, dimainkan berpasangan, dan secara alami membuka ruang interaksi. Pada akhirnya, padel bukan hanya tentang olahraga, tetapi tentang bagaimana orang terhubung dan menjaga kesehatan bersama,” jelasnya.

Menurut Taufan, olahraga ini telah melampaui sekadar tren gaya hidup. Ia membuka peluang ekonomi baru di sektor pengelolaan fasilitas olahraga, sekaligus menghadirkan ruang sosial alternatif di kota.

“Ke depan, kolaborasi antara pengelola dan komunitas akan menentukan arah pertumbuhan padel sebagai industri olahraga yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6