Harry Redknapp, Mantan Pelatih Tottenhan dan West Ham yang Ternyata Kesulitan Membaca dan Menulis

Nama Harry Redknapp sangat dikenal di dunia sepak bola Inggris. Ia pernah menukangi sejumlah klub besar seperti Tottenham Hotspur dan West Ham United.

Diperbarui 04 Agustus 2025, 10:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Nama Harry Redknapp sangat dikenal di dunia sepak bola Inggris. Ia pernah menukangi sejumlah klub besar seperti Tottenham Hotspur dan West Ham United.

Namun, siapa sangka sosok yang sukses di pinggir lapangan ini justru memiliki keterbatasan dalam hal membaca dan menulis. Redknapp mengaku dirinya nyaris buta huruf dan sangat kesulitan memahami dokumen tertulis.

Pengakuan mengejutkan itu disampaikan Redknapp saat menghadiri sidang pengadilan pada tahun 2012. Saat itu, ia tengah menjalani proses hukum atas tuduhan penggelapan pajak bersama Milan Mandaric, mantan bos Portsmouth.

Dalam kesaksiannya di hadapan Southwark Crown Court, Redknapp mengaku tidak pernah mengirim email, menulis surat, bahkan mengisi formulir tim. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak bisa menggunakan komputer dan tidak tahu cara mengirim pesan teks.

Keterbatasan literasi ini membuat Redknapp sepenuhnya bergantung pada akuntan untuk mengatur keuangannya. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai orang yang paling tidak terorganisir di dunia.

Prestasi di Lapangan Hijau

Meskipun mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis, Redknapp mencatat sejumlah pencapaian mengesankan sebagai manajer. Ia membawa Portsmouth menjuarai Piala FA pada tahun 2008, prestasi tertinggi dalam karier kepelatihannya.

Sebelum itu, ia juga dikenal sebagai pelatih yang membangkitkan West Ham United pada era 1990-an. Redknapp memberi debut kepada sejumlah pemain muda berbakat, termasuk Rio Ferdinand, Frank Lampard, dan Joe Cole.

Di Tottenham Hotspur, ia berhasil membawa tim menembus Liga Champions pada musim 2010/2011. Ia juga membawa Spurs ke perempat final, hasil terbaik klub di ajang tersebut saat itu.

Pengakuan tentang Keterbatasan Literasi

Dalam sidang kasus pajak yang menjeratnya pada tahun 2012, Harry Redknapp mengungkapkan fakta mengejutkan tentang keterbatasan literasinya. Ia menyebut dirinya menulis seperti anak kecil dan tidak mampu mengeja dengan baik.

"Saya menulis seperti anak usia dua tahun dan saya tidak bisa mengeja," ujar Redknapp di hadapan pengadilan.

"Saya tidak bisa mengoperasikan komputer, saya tidak tahu apa itu email, saya tidak pernah mengirim faks, dan saya bahkan belum pernah mengirim pesan teks."

Redknapp mengatakan bahwa seluruh urusan administrasi dan keuangan diatur oleh akuntannya.

"Saya membayar mahal akuntan saya untuk mengurus semuanya. Ia menulis semua cek untuk saya dan istri saya," ucapnya.

"Ia mengatur hidup saya, pada dasarnya," ungkapnya saat rekaman wawancara dengan penyidik diputar di pengadilan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Curacao vs Pantai Gading Sedang Duel, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 2026

Aga Deta AndityaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan