Adu Mantra Dua Pesulap

Kedua manajer yang akan berseteru di Loftus Road malam nanti, Harry Redknapp dan Roberto Martinez, mempunyai jejak rekam gemilang dengan menyelamatkan klub yang

Diterbitkan 07 April 2013, 14:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Fakta menarik tersaji di laga hidup-mati antara Queens Park Rangers (QPR) dan Wigan Athletic yang berlangsung di Loftus Road, Minggu (7/4/13) sore waktu setempat, yaitu miripnya jejak rekam yang ditoreh kedua manajer: Harry Redknapp dan Roberto Martinez, yaitu sama-sama tercatat mampu menyelamatkan klub yang ditanganinya dari jerat degradasi. Itulah sebabnya, laga kali ini pantas dicap sebagai adu mantra dua “pesulap”. Di mata publik, cap pesulap lebih lekat disematkan pada diri Redknapp. Bahkan, manajer sepuh berusia 66 tahun ini sempat mendapat julukan Harry “Houdini” mengingat racikan sensasionalnya yang mampu menyelamatkan Portsmouth dari jurang degradasi di musim 2005-2006. Redknapp pun kembali menggebrak saat mendongkrak posisi Tottenham Hotspur yang semula terbenam di dasar klasemen dan akhirnya finish di peringkat kedelapan.Demikian pula halnya dengan Martinez. Di musim pertamanya menangani The Latics yang baru promosi ke Liga Premier di musim 2009-2010, Martinez sempat kesulitan mendongkrak permainan anak-anak asuhannya. Di bawah Martinez, Wigan mengukir rekor buruk saat kalah 1-9 dari Spurs dan 0-8 dari Chelsea. Beruntung, meski menoreh selisih gol terburuk (minus 42 gol), Martinez mampu mempertahankan posisi Wigan di zona aman, peringkat ke-16 klasemen akhir.Di musim lalu, performa Wigan kembali melorot drastis. Dari Agustus sampai Februari, Wigan baru berhasil meraih empat kali kemenangan dan terpuruk di posisi juru kunci. Namun, menjelang kompetisi berakhir, Martinez secara ajaib berhasil mengantarkan kemenangan sangat krusial saat Wigan menekuk tim-tim besar semisal Liverpool, Arsenal, Manchester United, dan Newcastle United. Tujuh kemenangan beruntun membuat Wigan nyaman berdiam di peringkat ke-15 di klasemen akhir.Kini, kedua manajer yang pantas disebut sebagai “ayah” dan “anak” ini bertarung di Loftus Road dengan misi yang sama: menyelamatkan klubnya dari jerat degradasi. Mantra mana yang bakal lebih ampuh?

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prediksi Inggris vs Ghana: Siapa Lolos Lebih Dulu?

Ajang NurdinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan