Sukses

Siap-Siap, Balapan F1 Powerboat Tidak Sekadar Mampir di Danau Toba

Liputan6.com, Jakarta Seri pembuka balapan Formula 1 Powerboat atau F1H2O bakal bergulir di Danau Toba, Sumatera Utara. Meski tanpa local hero, kejuaraan adu kebut jet air ini diharapkan mampu berkembang di Tanah Air.

Menurut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, dalam jumpa pers yang dilakukan secara virtual, Selasa (24/1/2023), ajang F1H20 tidak sekadar singgah di Indonesia. Rencananya, kerjasama akan berlangsung selama lima tahun ke depan.

"Informasinya, akan dapat kontrak selama 5 tahun. Lokasinya juga tidak pindah-pindah," kata Zainudin.

"Kita tidak punya tim balapannya, jadi harapannya nanti ada bibit-bibit muda yang tumbuh," ujarnya.

Menpora Amali menjelaskan, kalau F1H2O yang berlangsung di Danau Toba setara dengan balapan F1 dan MotoGP. Seluruh pembalap yang ikut ambil bagian pada F1H2O tahun lalu juga dipastikan bakal hadir.

F1H2O akan berlangsung mulai 24 hingga 26 Februari 2023. Seperti balapan pada umumnya, hari pertama bakal diawali free practices, kemudian diikuti oleh kualifikasi, sebelum ditutup dengan balapan resmi.

Menpora Amali menambahkan, tuan rumah tidak otomatis mendapat jatah untuk bisa tampil di balapan F1H2O. Seluruh peserta yang tampil harus mengikuti aturan Union Internationale Motonautique (UIM).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Pembalap Antusias

Tahun lalu, Menpora Zainudin Amali juga sempat menghadiri seri penutup yang berlangsung di Sharjah, Uni Emirat Arab. Menurutnya, ada beberapa keunggulan F1H2O Indonesia.

"Kalau dari pengamatan saya, Sharjah itu kan danau buatan, sementara Danau Toba itu danau alami. Selain itu, cuaca juga di sana sangat panas. Sementara di di Danau Toba cuacanya lebih sejuk," kata Menpora Amali.

Hal ini menurutnya, jadi perhatian para pembalap. Keindahan alam yang ditawarkan Danau Toba juga menurut Menpora Amali jadi daya pikat bagi peserta.

"Di Sharjah saya bertemu juara dari Prancis, Philippe Chiappe. Dia tanya saya, apakah dia bisa stay sepekan lagi setelah kejuaraan selesai. Saya katakan, jangan sepekan, sebulan juga bisa," kata Menpora. 

Dilansir situs resmi F1H2O, balapan musim lalu diikuti oleh 18 pembalap. Tahun ini jumlah peserta kemungkinan meningkat hingga 20 pembalap. Menpora Amali juga berharap, kehadiran balapan jet air bisa membangkitkan lagi potensi wisata di kawasan Danau Toba yang saat ini jadi daerah super prioritas.

 

3 dari 3 halaman

Nonton dari Bukit

Persiapan F1H2O di Danau Toba masih terus dilakukan. Rencananya, balapan akan berlangsung di Balige, Toba, Sumatera Utara. Direktur Marketing InJourney, Maya Watono, menjelaskan, ring satu atau lintasan balap berada di daerah Pelabuhan Napitupulu, Balige, Sumatera Utara.

Rute yang akan dilintasi pembalap dibuat sejauh 2,2 km dengan durasi balapan selama 40 menit. "Kita sudah lakukan homologasi. Bentuk lintasannya juga unik, tapi seperti apa, nanti akan kita share," katanya.

Sementara itu, mengenai tiket pihak penyelenggara telah menyiapkan berbagai kategori. Venue utama dengan kapasitas 2100 kursi akan ditempatkan di lapangan Sisingamangaraja. Selain itu, penonton juga bisa menyaksikan balapan ini dari Bukit Pahoda.

"Untuk public view ada 1000-1500 tiket, dengan konsep piknik di Bukit Pahoda. Sementara side event juga akan digelar di Lapangan Soposurung," beber Maya. "Untuk harga tiket akan kami sampaikan pada awal Februari mendatang," Maya menambahkan.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS