Sukses

Profil Christophe Galtier, Pelatih Baru Lionel Messi di PSG

Liputan6.com, Jakarta - Juara Prancis Paris Saint Germain (PSG) resmi menunjuk Christophe Galtier sebagai pelatih baru musim depan. Galtier ditunjuk setelah sebelumnya PSG memutus kontrak Mauricio Pochettino.

Galtier akan berada di Les Parisiens, sebutan PSG, selama dua tahun atau hingga akhir musim 2023/2024. Dalam konferensi pers perkenalan, Galtier mengaku bangga dan gembira dapat dipercaya sebagai pelatih PSG.

"Saya sangat gembira bergabung dengan Paris Saint Germain. Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Nasser Al-Khelaifi, Direktur Teknik Luis Campos dan klub atas kepercayaannya," ujar pelatih berusia 55 tahun itu, dilansir dari laman resmi klub.

"Saya memiliki tanggung jawab besar untuk melatih tim yang sangat luar biasa dengan komposisi skuad paling kompetitif yang ada di Eropa," tambahnya.

Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi menyambut gembira kehadiran Galtier di PSG.

"Kami sangat gembira menyambut Christophe dan keluarga di PSG. Rekam jejak Christophe sungguh luar biasa. Banyak pencapaian yang tak lepas dari karakternya dapat membuat tim dan pemain mengeluarkan kemampuan terbaik," ujar Nesser.

Lantas, banyak pertanyaan siapakah sosok dari Galtier? Kenapa dia dipilih dari sederet nama yang memang diisukan menjadi pelatih Lionel Messi dan kawan-kawan musim depan. 

Berikut ini fakta dan juga ulasan tentang pria kelahiran Marseille, 23 Agustus 1966 silam.

2 dari 5 halaman

Tangan Dingin Berbuah Juara

Christophe Galtier didatangkan PSG dari Nice, klub yang baru ia tangani musim lalu, dan sebetulnya masih tersisa kontrak dua tahun lagi. Tapi pria 55 tahun itu dinilai berhasil karena mampu mengantarkan Lille menjadi juara Liga Prancis pada 2021, menghentikan dominasi PSG.

Musim lalu saja, ia membawa Nice menjadi runner-up Coupe de France. Ia dipilih karena punya tangan dingin. Setelah mengakhiri dominasi PSG, yang telah menjadi pemenang abadi sejak kedatangan kepemilikan dari Qatar, Lille membungkam semua anggapan dengan memenangkan gelar yang tidak mungkin pada musim 2020-21.

Setelah juara, Lille finis di urutan ke-10 di tahun berikutnya dan PSG merebut kembali gelar mereka. Ada dua pemain kunci yang hilang dari Lllle saat itu yakni Mike Maignan dan Boubakary Soumare. Penurunan kualitas membuat tim anjlok ke posisi 10.

Galtier tiba di Lille pada Desember 2017, menggantikan Marcelo Bielsa dengan tim di zona degradasi. 

3 dari 5 halaman

Ingin Neymar Bertahan

Sebelum penunjukkan dari Christophe Galtier, banyak berita yang mengejutkan, Neymar Jr juga masuk dalam daftar pemain yang akan dilepas. Kemudian PSG juga terbuka untuk melakukan pembicaraan transfer Wijnaldum dan Neymar di bursa transfer musim panas ini.

Meski bersatu pemain bintang, keduanya tidak memiliki masa depan yang pasti di klub asal Paris tersebut. Bahkan, Neymar dikabarkan menjadi rebutan tiga tim Liga Inggris, yaitu Manchester United, Chelsea dan Newcastle United.

Galtier menegaskan, dia ingin Neymar masih ada di dalam skuad. Pemain berusia 30 tahun itu masih dibutuhkan dalam skemanya musim depan, tak ada satu pun pelatih ingin sosok seperti Neymar pergi.

"Neymar adalah pemain kelar dunia, pelatih mana yang tidak menginginkan pemain seperti itu dalam tim mereka begitupula dengan saya," tegas Galtier, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (6/7/2022).

Galtier mengaku sudah punya rencana untuk Neymar dalam taktik yang bakal dia terapkan. Adapun Galtier bakal memimpin Lionel Messi dkk dalam tur pramusim ke Jepang sebelum laga kompetitif pertama kontra Nantes pada Trophee des Champions, 31 Juli mendatang.

 

4 dari 5 halaman

Cuci Gudang

Paris Saint Germain (PSG) bakal melepas 11 pemainya di bursa transfer musim panas ini. Mereka adalah Alphonse Areola, Ander Herrera, Mauro Icardi, Leandro Paredes, dan Sergio Rico.

Selain itu, Marcin Bulka, Thilo Kehrer, Abdou Diallo , Idrissa Gueye, Arnaud Kalibendo, serta Georginio Wijnaldum juga akan dilego. Sementara PSG dikabarkan sudah menjual Areola ke West Ham United dengan status permanen.

Pasalnya musim lalu, kiper asal Prancis itu dipinjamkan ke The Hammers dengan opsi pembelian secara permanen di akhir masa peminjaman.

5 dari 5 halaman

Statistik dan Gelar

Statistik Kemenangan

Saint-Etienne 361 pertandingan, 147 menang, 458 gol dengan persentase kemenangan 40,72%

Lille 152 pertandingan, 78 menang, 236 gol dengan persentase 51,32%

Nice 43 pertandingan, 23 menang, 59 gol dengan persentase 53,49 %

Gelar 

Saint-Etienne Coupe de la Ligue 2012–13

Lille Ligue 1 2020–21

Nice runner-up Coupe de France 2021–22