Sukses

Bola Ganjil: Sembarangan Berusaha Cetak Gol Penalti Panenka, Pekerjaan Jadi Taruhan

Liputan6.com, Jakarta - Seperti profesi lain, pemain sepak bola sebagai profesional juga terancam pemutusan hubungan kerja. Skenario tersebut terjadi jika yang bersangkutan melakukan kesalahan fatal.

Bola Ganjil sudah menceritakan nasib buruk sejumlah nama yang berbohong. Mereka mengabaikan tugas karena memilih berada di tempat lain.

Juan Carlos Menudo mesti mencari klub baru usai mangkir dari kewajiban sebagai penggawa Deportivo La Coruna. Dia mengaku positif Covid-19 dan tidak bisa bermain pada laga Divisi III melawan Talavera, akhir April lalu.

Padahal Menudo sebenarnya pergi ke Estadio La Cartuja untuk menyaksikan tim kesayangan Real Betis menghadapi Valencia di final Copa del Rey.

"Setelah apa yang terjadi, klub mengambil keputusan berdasar prinsip yang harus dihormati," kata pelatih Deportivo Borja Jimenez dilansir ESPN.

Adil Rami kehilangan kontrak di Olympique Marseille pada 2019 usai ambil bagian pada acara televisi. Saat itu dia semestinya fokus memulihkan cedera.

Serdar Aziz lain lagi. Dia absen pada laga terakhir sebelum jeda musim pada 2018 bersama Galatasaray. Aziz beralasan tidak kuat bermain karena terkena diare.

Nyatanya, beberapa hari kemudian, dia tertangkap basah sedang menikmati kolam renang hotel mewah di Maladewa. Adalah istri Aziz yang tidak sengaja membocorkan perilaku suaminya karena mengunggah foto tersebut di media sosial. Aziz pun dilepas pada bursa transfer Januari.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Nasib Brendix Parra

Situasi Brendix Parra lebih tragis lagi. Dia sebenarnya tidak melakukan pelanggaran fatal yang mencoreng nama klub. Parra justru dipecat karena berusaha mempersembahkan kemenangan bagi tim. Namun, manajemen berpandangan lain dan menilainya gegabah mengambil langkah berisiko.

Parra tengah memperkuat klub Paraguay Independiente de Campo Grande pada babak pertama Copa Sudamericana 2019 melawan wakil Ekuador La Equidad.

Kedua tim terkunci pada skor 0-0 dalam dua leg. Untuk mencari pemenang, adu penalti terpaksa digelar.

3 dari 3 halaman

Jadi Kambing Hitam

Parra bertindak sebagai algojo ketiga. Dia coba mengecoh kiper lawan dengan melakukan Panenka, tendangan melambung pelan ke tengah gawang. Namun triknya mudah ditebak dan usahanya pun digagalkan. Independiente akhirnya tersisih karena kalah 3-4.

Pemain Venezuela tersebut jadi kambing hitam. Kontraknya dengan klub langsung diputus. "Manajemen memutuskan memberhentikan Parra setelah melihat bagaimana dia mengambil penalti," kata Presiden Independiente Eriberto Gamarra dilansir ESPN.

Nasib Parra tergolong tragis. Pasalnya, Jose Baez dan Reinaldo Benitez juga gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor bagi Independiente.