Sukses

Luis Suarez, Tangan dan Penalti yang Menggemparkan di Piala Dunia

Liputan6.com, Jakarta 12 tahun yang lalu, Luis Suarez menjadi pahlawan bagi Timnas Uruguay di Piala Dunia 2010.

Tangan Tuhan, begitu kelakar Suarez menyebut pelanggarannya di garis gawang saat Uruguay menghadapi Ghana di babak perempatfinal.

Ghana mengalami kekalahan dramatis dari Uruguay karena ulah Suarez. Mereka sempat dua kali di atas angin untuk melaju ke babak semifinal dan membuat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai babak empat besar.

Ghana membuka keunggulan pada menit 45 melalui Sulley Muntari. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama setelah Diego Forlan menyamakan kedudukan 10 menit kemudian.

Setelah saling jual beli serangan, tak ada gol lagi yang tercipta dalam waktu normal. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Duel berlangsung alot hingga menit akhir babak tambahan. Sebuah momen yang tak akan terlupakan pun terjadi menjelang laga usai.

Ghana mendapatkan peluang emas untuk mengubur Uruguay. Di waktu yang bersamaan, Suarez mendadak menjadi kiper, menghalau bola sundulan Dominic Adiyiah menggunakan tangannya.

Pemain Ghana pun protes, dan sebagian ada yang bersorak lantaran wasit Olegario Benquerenca mengeluarkan kartu merah untuk Suarez, sekaligus memberikan hadiah penalti.

Asamoah Gyan maju sebagai eksekutor. Sedangkan Suarez menuju ruang ganti sambil menangis.

Dia memperlambat langkahnya sambil menoleh ke belakangan, melihat eksekusi penalti. Asamoah Gyan gagal menjalankan tugasnya.

Tendangannya membentur mistar gawang. Suarez pun kegirangan, Nyawa Uruguay tak jadi tamat dan laga dilanjutkan ke babak adu penalti.

2 dari 5 halaman

Akhir Tragis Ghana

Situasi berbalik 180 derajat. Ghana yang tadi berada di atas angin malah bernasib tragis. Dewi Fortuna kembali berpihak kepada Uruguay dalam babak adu penalti.

Sebanyak empat dari lima penendang mereka sukses menunaikan tugasnya, sedangkan Ghana cuma dua kali sehingga menghasilkan kedudukan 4-2.

3 dari 5 halaman

Apa Kata Suarez?

Suarez mengatakan aksi itu ia lakukan karena insting dan nasionalisme. Hal itu terpaksa ia lakukan agar Uruguay terhindar dari kekalahan.

"Itu hanya insting. Setiap pemain akan melakukan hal yang sama - bukan hanya saya," katanya, dilansir Sportbible.

Beberapa orang menuduh saya kurang sportif. Tapi saya pikir lebih buruk jika seorang pemain mengalami cedera ketika dia dihentikan oleh tekel belakang karena dia akan mencetak gol," jelasnya.

Lebih lanjut, Suarez bangga dengan apa yang ia lakukan karena dapat membangu timnya. Bahkan, ia menyebut bahwa "Tangan Tuhan" itu bukan milik Diego Maradona saja, melainkan juga milik dirinya. Ia juga merasa tidak melakukan sesuatu yang jahat untuk tim Ghana.

"Gelar 'Tangan Tuhan' sekarang juga menjadi milik saya. Saya bahkan membuat sebuah penyelamatan terbaik sepanjang turnamen (Piala Dunia 2010)," ujar Suarez, seperti dikutip dari The Guardian.

"Soal handball saya, itu bukanlah sesuatu yang jahat. Wasit juga sudah melakukan tindakan tepat, ia mengeluarkan saya dan memberikan Ghana hadiah penalti. Ingat, yang mengambil penalti itu pemain Ghana (Asamoah Gyan), bukan saya," tambahnya.

 

4 dari 5 halaman

Trauma

Jika Suarez bak pahlawan, Asamoah Gyan mengalami kehancuran. Setelah kejadian itu, Asamoah Gyan menjadi trauma menendang penalti.

"Secara psikologis saya merasa sedang tidak baik. Bisa dibayangkan sungguh berat bagi saya secara mental setelah kegagalan dua penalti penting untuk negara saya." katanya.

"Saya tidak pernah pulih sepenuhnya usai Piala Dunia dan sekarang Piala Afrika. Saya ingin Ghana tahu saya bermain sepenuh hati buat mereka dan saya tidak akan menjadi seperti ini tanpa dukungan mereka." jelasnya.

5 dari 5 halaman

Bertemu Lagi