Sukses

Gagal Juara Liga Champions 2021/2022, Jurgen Klopp Beri Janji ke Penggemar Liverpool

Liputan6.com, Jakarta Juru taktik Liverpool Jurgen Klopp gagal mengantar anak asuhnya menjadi kampiun Liga Champions musim 2021/2022. The Reds takluk 0–1 dari Real Madrid dalam laga final yang berlangsung di Stade de France pada Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.

Ini menjadi kekalahan kedua Liverpool dalam tiga laga final Liga Champions mereka di bawah asuhan Jurgen Klopp. Sang manajer asal Jerman pun berjanji pada para penggemar, bahwa ia akan kembali membawa skuadnya menjajaki partai puncak kompetisi sepak bola elit Eropa musim depan.

“Saya punya firasat kuat bahwa kami akan datang lagi (ke final Liga Champions musim depan). Para pemain benar-benar kompetitif,” ujar Klopp pasca gagal mencuri trofi Liga Champions, seperti dilansir dari Metro.

“Kami akan memiliki grup yang luar biasa musim depan. Di mana (pertandingan) musim depan? Istanbul? Pesan hotelnya!” sambung pelatih berusia 54 tahun tersebut.

The Reds sejatinya punya ambisi besar untuk membalas kekalahan mereka dari Real Madrid di final Liga Champions 2017/2018 yang dihelat di Kiev. Kala itu, skuad racikan Jurgen Klopp menyerah kalah dengan skor akhir 1–3.

Sayangnya, Mohamed Salah dan kawan-kawan gagal menuntaskan misi revans. Alih-alih merebut gelar Liga Champions ketujuh bagi Liverpool, The Reds justru tak berdaya menyaksikan Los Blancos mengamankan trofi ke-14 sepanjang sejarah pelaksanaan kompetisi.

Mengutip laporan Metro, Liverpool sempat menciptakan sejumlah peluang bagus, tetapi berhasil digagalkan oleh Thibaut Courtois. Sebaliknya, pasukan Carlo Ancelotti justru lebih dulu membuka angka bagi Los Blancos lewat Vinicius Jr di menit ke-59.

2 dari 4 halaman

Bukan Musim yang Hebat

Jurgen Klopp menyebut para pemain di ruang ganti sempat berpikir bahwa mereka tidak menjalani musim yang hebat saat ini. Kendati demikian, sang pelatih menilai Liverpool telah menunjukkan permainan yang bagus, walau tidak sempurna.

“Di ruang ganti, tidak ada yang merasa ini adalah musim yang hebat. Kami menunjukkan permainan yang bagus, bukan yang sempurna. Saya tidak berpikir permainan sempurna mungkin diterapkan ketika melawan tim dengan formasi dalam,” tutur Klopp.

“Kami memiliki banyak tembakan tetapi tidak ada yang tepat. Curtois membuat dua penyelamatan apik. Kami kebobolan satu gol dari lemparan ke dalam. Para pemain mencoba segala hal, terutama saat (kami) tertinggal 1–0.”

“Rasanya berbeda. Mencapai final itu tidak buruk. Ini sebuah kesuksesan. (Namun) bukan kesuksesan yang Anda inginkan,” sambung eks manajer Borussia Dortmund, seperti dilansir dari laporan Metro.

3 dari 4 halaman

Jalannya Pertandingan

Liverpool langsung tampil menekan begitu peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan. The Reds mendapat peluang mencetak gol di menit ke-15. Sayangnya, tembakan Mohamed Salah yang meneruskan umpan dari Trent Alexander-Arnold masih bisa ditepis oleh Courtois.

Semenit kemudian, Courtois kembali mengantisipasi tendangan Thiago Alcantara. Sementara itu, lesakan Alexander-Arnold dari dalam kotak penalti melambung jauh di atas mistar gawang.

Pasukan Jurgen Klopp masih mengancam Real Madrid di menit ke-20. Kali ini giliran Sadio Mane yang unjuk gigi. Namun peluang itu lagi-lagi gagal dikonversi menjadi gol. Tandukan Salah pada menit ke-34 juga mengarah tepat ke pelukan Courtois.

Real Madrid mencoba memberi tekanan di menit ke-36 lewat kerja sama Karim Benzema dan Vinicius Junior. Akan tetapi, Jordan Henderson dengan sigap menghalau umpan Benzema sebelum ditendang Vinicius di kotak penalti. Skor imbang 0-0 tak berubah hingga turun minum.

4 dari 4 halaman

Babak Kedua

Real Madrid mencoba mengambil inisiatif serangan di awal babak kedua. Namun, Liverpool masih unggul dalam hal penguasaan bola.

Meski terus digempur, Real Madrid justru sukses mencetak gol di menit ke-59. Umpan Federico Valverde dengan mudah dituntaskan oleh Vinicius Jr ke gawang Liverpool, yang dijaga Alisson Becker. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Real Madrid.

Liverpool mencoba mencetak gol balasan. Sayangnya, tendangan melengkung Mohamed Salah di menit ke-64 dengan gemilang ditepis oleh kiper Real Madrid Thibaut Courtois.

Jurgen Klopp menurunkan Diogo Jota di menit ke-65. Namun, kedatangannya tak serta-merta membuat Liverpool mampu menyeimbangkan kedudukan. Sundulan Jota yang diteruskan Salah di samping kanan gawang Real Madrid masih membentur kaki Courtois.

Demi menambah daya dobrak, Klopp memasukkan Naby Keita dan Roberto Firmino di menit ke-75. Kedua pemain menggantikan Jordan Henderson dan Thiago Alcantara.

Liverpool masih berupaya menebar ancaman. Namun lagi-lagi tendangan Salah yang dibelokkan Jota pada menit ke-80 masih bisa diantisipasi oleh Courtois.

Di menit ke-85, giliran pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti yang membuat perubahan. Ia memainkan Eduardo Camavinga untuk mengambil alih posisi Federico Valverde yang cedera. Luka Modrid juga digantikan Dani Ceballos tak lama berselang.

Liverpool terus mencoba mencetak gol penyeimbang. Namun, hingga tambahan waktu lima menit tidak ada gol yang tercipta. Real Madrid pun menang 1-0 dan menjadi kampin Liga Champions musim ini.