Sukses

Ayah Maguire Jadi Korban Kebrutalan Penonton di Final Euro 2020

Liputan6.com, Jakarta Kekalahan Timnas Inggris di Euro 2020 tidak hanya membawa duka bagi suporter Inggris. Sebagian bahkan menyisakan luka yang harus mendapat perawatan, termasuk Alan, ayah Harry Maguire

Kericuhan yang terjadi di pintu masuk stadion Wembley, membuatnya terluka. Rusuknya cedera setelah terjebak pada salah satu kericuhan yang dipicu oleh para penonton tanpa tiket. Menurut Maguire dalam wawancara dengan media Inggris, ayahnya (56) sempat sulit bernapas usai terinjak-injak penonton. 

"Itu pengalaman yang mengerikan, benar-benar sesuatu yang tidak diharapkan," katanya seperti dilansir dari Marca. "Biasanya ayah saya selalu menggendong keponakan atau salah satu anak saya di pundaknya. Saya bersyukur itu tidak terjadi, karena pasti menimbulkan kerusakan lebih parah."

Inggris berharapan dengan Italia di final Euro 2020 / 2021, Senin lalu. Ini merupakan kali pertama tim berjuluk Three Lions itu kembali ke final turnamen besar sejak Piala Dunia tahun 1966 lalu.  

 

 

 

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini

2 dari 3 halaman

Animo Penonton

Wajar bila animo penonton yang ingin hadir di Stadion Wembley sangat besar. UEFA sendiri telah mengalokasikan 60 ribu tiket bagi suporter Inggris yang ingin menyaksikan langsung duel tersebut. 

Meski demikian, tidak semua penonton yang datang ke Wembley memilikinya. Mereka kemudian memaksa masuk yang akhirnya memicu keributan dengan petugas keamanan yang berjaga. Sebanyak 19 petugas cedera dalam bentrokan tersebut. Sementara 53 penonton ditangkap oleh polisi. 

 

3 dari 3 halaman

Jangan Terulang Lagi

Bagi Maguire, ini merupakan pengalaman yang mengerikan. "Saya tidak ingin pengalaman mengerikan seperti ini terulang saat menyaksikan sepak bola," ujar bek Manchester United itu.

Inggris sendiri akhirnya kalah 3-2 lewat drama adu penalti melawan Italia. Masa paceklik gelar Three Lions berlanjut setelah sempat memaksa Italia bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.