Sukses

Carlos Tevez Ungkap Keinginannya Kembali ke Premier League

Jakarta Carlos Tevez mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke Premier League. Namun, bukan Manchester United yang bakal jadi pelabuhan kariernya, melainkan tim pertamanya di Inggris, West Ham United.

Selama berkarier di Liga Inggris, Carlos Tevez bermain di tiga klub. Selain West Ham dan Manchester United, striker asal Argentina itu sempat membela Manchester City.

Memasuki usia 36 tahun, Tevez belum berkeinginan untuk pensiun. Ia bahkan mengutarakan niatnya untuk menyempatkan diri berkarier sekali lagi di Premier League sebelum gantung sepatu.

"Jika saya bisa kembali ke Eropa, saya ingin bermain untuk West Ham, enam bulan saja tidak apa-apa," kata Tevez kepada Radio La Red dikutip Daily Mirror.

Namun, jika keinginannya kembali ke Premier League kandas, ia punya rencana lain. Yakni bermain di Corinthians.

"Kalau tidak bisa saya mau bermain di Corinthians, juga enam bulan. Saya tidak bisa mengatakan tidak, kalau ada peluang pasti akan saya coba," ujarnya lagi.

Carlos Tevez merupakan ikon West Ham United. Gol tunggalnya ke gawang Manchester United pada laga pamungkas Premier League 2006-2007 menyelamatkan tim London Timur itu dari degradasi.

 

2 dari 2 halaman

Sumbangkan Seluruh Gajinya di Boca Juniors

Sedianya kontrak Carlos Tevez bersama Boca Juniors akan habis pada 30 Juni besok. Namun, gajinya selama enam bulan dalam kontrak barunta akan ia sumbangkan untuk kepentingan amal.

"Sampai hari itu, saya akan tetap menjadi pemain Boca Juniors. Saya mau bermain sekali lagi di Copa Libertadores. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi selama masih ada pandemi corona, tapi yang jelas saya masih sangat ingin bermain," kata Tevez.

"Saya terima proposal Boca tanpa masalah. Ada beberapa perubahan, tapi tak apa-apa. Pokoknya gaji saya seluruhnya akan masuk yayasan amal. Kontrak saya enam bulan. Setelah itu kita akan sama-sama lihat apa yang akan terjadi," ujarnya lagi.

Sumber: Football Italia, Caughtoffside

Disadur dari: Bola.com (penulis/editor, Gregah Nurikhsani, published 26/6/2020)