Jose Mourinho Akui Sulit Kembalikan Performa Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur sudah sembuh dari sakit usai rihat pandemi corona? Rasanya tidak. Jose Mourinho tahu benar tim asuhannya masih punya banyak masalah.

Diterbitkan 12 Juni 2020, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liverpool - Jose Mourinho menjalani musim yang sulit di klub barunya Tottenham Hotspur. Tim asuhannya sudah terpental dari pesaingan Liga Champions dan terancam tak ada di zona big four Premier League.

Manajer asal Portugal itu juga mengatakan pekerjaan di Tottenham Hotspur adalah tantangan terberat sebagai manajer sejak membesut FC Porto 18 tahun lalu.

"Dengar, jika Anda ingin tahu apa yang ingin saya lakukan di sini, lihat pertandingan pertama saya melawan West Ham. Ide strategi yang saya coba kembangkan untuk tim. Bermain dengan sistem bertahan empat pemain dan mengandalkan tiga pemain bertahan saat menyerang. Permainan overload yang coba saya kembangkan," kata Jose Mourinho dikutip The Sun.

"Tapi saya mendapatkan kesialan pada hari pertama, Ben Davies, cedera. Ia adalah pemain ideal di sisi pertahanan kiri untuk mengembangkan ide yang saya usung. Saya pikir semuanya dimulai dengan Hugo Lloris. Anda kehilangan kiper utama begitu lama dan kemudian dalam kasus yang saya alami, tim kehilangan Ben ketika mencoba mengembangkan sebuah ide untuk membuat tim berkembang." imbuhnya.

Musim ini memang jadi musim penuh kesialan bagi Spurs. Satu per satu pemain penting mereka bertumbangan. Jose bisa dibilang beruntun, saat timnya mengalami kekalahan beruntun tak berkesudahan, Premier League dihentikan karena pandemi corona.

Selama masa rihat satu per satu pemain pentingnya pulih dari cedera. Sebut saja Harry Kane, yang awalnya diprediksi bakal absen hingga akhir musim karena cedera hamstring.

Tapi apakah keberuntungan akan berlanjut? Lepas dari seluruh pemain dalam kondisi prima dan siap mengarungi lanjutan Premier League, Tottenham sejatinya punya masalah pelik yang sudah muncul di era pelatih sebelumnya, Mauricio Pochettino.

Berikut ini sejumlah alasan Jose Mourinho kesulitan mengangkat performa Tottenham Hotspur kembali impresif seperti seperti yang dikutip dari Sportskeeda.

Pemain Belum Nyetel dengan Filosofi Permainan Special One

Jose Mourinho dan Maurincio Pochettino memiliki perbedaan filosofi permainan yang mendasar. Mou terkenal dengan sepak bola pragmatis dan cenderung bertahan, sementara Pochettino bermain lebih menyerang dengan tampil mendominasi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Mourinho jelas dibuat pusing karena pemain warisan Pochettino cenderung lebih bermain menyerang. The Spesial One juga belum mendapatkan formasi yang paten untuk tim. Rekor kebobolan Tottenham di era Jose Mourinho amat parah. Padahal kualitas pemain belakang yang mereka miliki terhitung bagus. Namun, mereka belum terbiasa menjalankan filosofi permainan sang mentor. Rihat dua bulan di masa pandemi diyakini tak cukup bagi Jose untuk bisa menanamkan filosofi permainannya. Karena sejatinya anggota tim tak bisa latihan bareng karena menjalani karantina mandiri.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan