Perbandingan Materi Skuat Juara Persija 2001 dan 2018, Mana Lebih Hebat?

Pada 2001, Persija Jakarta sukses menjuarai Liga Indonesia dan Macan Kemayoran kembali merengkuh trofi pada Liga 1 2018.

Diterbitkan 18 April 2020, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Trofi kompetisi Indonesia ke-10 dan ke-11, yakni pada 2001 dan 2018, begitu bermakna bagi Persija Jakarta. Persija kering prestasi selama 22 tahun. Tim berjulukan Macan Kemayoran itu kembali menjadi yang terbaik di kompetisi elite Tanah Air pada 2001.

Gelar Liga Indonesia tidak lagi mampir ke lemari trofi Persija Jakarta hingga 17 tahun berselang. Kemarau itu pun berakhir pada 2018, setelah meraih piala Liga 1.

Minggu malam, 7 Oktober 2001, jadi momen yang tidak bisa dilupakan bagi pendukung Persija, The Jakmania. Warna oranye mendominasi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Kala itu, Macan Kemayoran akan berlaga melawan PSM Makassar pada final Liga Indonesia 2001.

Laporan pertandingan PSSI menyebut angka penonton laga ini menembus 60 ribu orang. Dukungan The Jakmania membakar semangat Bambang Pamungkas dkk. di lapangan.

Persija menang 3-2 atas PSM melalui dua gol Bambang dan sebiji gol dari Imran Nahumarury. Gol kedua Bambang terbilang indah. Playmaker Persija kala itu, Luciano Leandro berperan besar dalam proses terjadinya gol tersebut.

Pemain asal Brasil itu menyodorkan umpan lambung ke Bambang yang dalam posisi bebas di sisi luar pertahanan PSM. Bek tim lawan, Joseph Lewono, kelimpungan mengejar lari Bambang. Tendangan keras sang striker mengoyak gawang PSM yang dikawal Hendro Kartiko.

"Saya sudah menduga kiper akan mempersempit ruang tembak, tapi dengan kaki kiri saya arahkan bola ke kanan atas yang tak terjangkau olehnya," ujar Bambang, yang keluar sebagai pemain terbaik Liga Indonesia 2001.

"Gol yang brilian. Bambang cerdik sekaligus licin bisa melepaskan diri dari pemain belakang kami. Saya sudah mencoba mempersempit ruang tembak, tapi ia masih bisa melihat celah kosong," komentar Hendro Kartiko.

Pelatih PSM, Syamsuddin Umar mengakui Persija Jakarta pantas menjadi kampiun. "Mereka unggul materi pemain. Kualitas tim inti dan pengganti sama bagus. Sementara di tim kami hal itu menjadi masalah," tuturnya.

Skuat Bertabur Bintang

Sebelum melaju ke babak final Liga Indonesia 2001, Persija Jakarta adalah runner up Wilayah Barat. Macan Kemayoran mengoleksi 51 poin, hanya defisit satu angka dari pemuncak klasemen, PSMS Medan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tergabung di Grup 2 babak delapan besar, Persija keluar sebagai juara grup. Macan Kemayoran berhasil mengumpulkan tujuh poin hasil dari menang 2-1 atas Arema Malang, 1-0 atas PSM Makassar, dan seri 2-2 melawan Persita Tangerang. Persija bertemu Persebaya di babak semifinal dan menang 2-1 berkat gol Luciano Leandro dan Antonio Claudio. Macan Kemayoran berhadapan dengan PSM yang menyingkirkan PSMS melalui adu tendangan penalti dengan skor 3-2 setelah bermain imbang 2-2 dalam waktu normal. Skuat Persija pada musim itu tergolong mentereng. Selain Bambang dan Luciano, Macan Kemayoran diperkuat pemain-pemain berkelas semodel Gendut Doni, Anang Ma'ruf, Nuralim, Antonio Claudio hingga Imran Nahumarury. Pelatih Persija, Sofyan Hadi, konsisten memainkan formasi 4-3-3 sepanjang musim. Ketika melawan PSM di partai puncak, susunan pemain Macan Kemayoran seperti ini; Mbeng Jean; Nuralim, Joko Kuspito, Antonio Claudio; Anang Maruf, Budiman, Agus Suprianto, Luciano Leandro, Imran Nahumarury; Gendut Doni, Bambang Pamungkas. Pakem tersebut berhasil mengantar tim ibu kota mengangkat piala. Bambang dkk. diarak keliling jalan besar ibu kota. Suporter sempat merayakan kesuksesan tim kesayangannya di Bundaran Hotel Indonesia. Gelar juara Liga Indonesia 2001 begitu membekas di ingatan Widodo C. Putro, penyerang Persija Jakarta. "Sebuah kebanggaan bagi saya menjadi bagian dari klub saat itu. Momen final Liga Indonesia 2001 jadi salah satu kenangan indah yang tidak bisa saya lupakan sebagai seorang pemain," ujar Widodo.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Windi Wicaksono, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan