Sukses

Baru Pimpin Tottenham Hotspur, Jose Mourinho Dapat Banyak Ultimatum

London - Jose Mourinho akhirnya jadi manajer baru Tottenham Hotspur sejak Selasa 20 November 2019. Namun, keputusan Mourinho untuk menjadi manajer baru Tottenham Hotspur masih jadi bahan perbincangan.

Spurs terkesan terburu-buru dalam memilih pelatih barunya. Klub resmi mengumumkan Jose Mourinho sebagai manajer baru hanya berselang beberapa jam setelah pemecatan Mauricio Pochettino.

Dari hasil penelusuran Bola.com, sejumlah peringatan telah dilayangkan kepada pelatih asal Portugal tersebut. Padahal, Jose Mourinho baru dua hari resmi memimpin Tottenham Hotspur.

Peringatan pertama datang dari manajemen Tottenham Hotspur. Manajemen memperingatkan bahwa Mourinho harus berkerja dengan skuat yang ada.

Menurut managemen klub, tidak ada uang yang bisa dikucurkan untuk belanja di bursa transfer pemain pada Januari 2020. Itu artinya, Mourinho harus bekerja ekstra keras untuk mengutak-atik skuatnya musim ini.

Mananggapi hal tersebut, Mourinho mengaku tidak begitu keberatan. Ia akan berusaha untuk berkolabrasi dengan akademi klub untuk melahirkan pemain muda potensial.

Bagaimanapun juga, peringatan itu tentu membuat Jose Mourinho sedikit kesulitan. Mantan manager Chelsea itu harus pintar-pintar mengelola skuat peninggalan Mauricio Pochettino.

 

 

2 dari 2 halaman

Ultimatum yang Lain

Peringatan untuk Jose Mourinho bukan hanya berasal dari manajemen Spurs. Sejumlah tokoh dan fans Tottenham Hotspur juga memberi peringatan kepada manager baru klub asal London tersebut.

Melalui kolom komentar Twitter, fan menantang Jose Mourinho untuk mengembalikan performa Tottenham Hotspur. Spurs saat ini bercokol di posisi 14 klasemen sementara Premier League. Fan ingin agar manajer baru mereka itu mengembalikan kegarangan the Lilywhites.

Ultimatum untuk Jose Mourinho juga datang dari Manten Presiden Real Madrid, Ramdon Calderon. Melansir dari Football London, Calderon menyuruh Mourinho berhati-hati dengan bos barunya di Tottenham, Daniel Levy.

Menurut Calderon, Levy adalah tipe pemimpin yang otoriter dan sulit diajak bekerja sama. Dengan sifat Mourinho yang juga cukup keras kepala, Calderon takut beberapa masalah akan terjadi antar-keduanya.

"Mourinho adalah pelatih yang bagus. Tapi dia harus berhati-hati menjaga sikapnya karena Daniel Levy adalah sosok yang sangat kontroversial. Ketika semua berjalan baik, maka Levy akan menjadi orang baik. Namun jika tidak, dia sangat sulit diajak kerja sama," kata Calderon.

Sumber: Football Italia, Washington Post

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Hesti Puji Lestari/Editor: Yus Mei Sawitri, published 22/11/2019)

Loading
Artikel Selanjutnya
Real Madrid: Christian Eriksen Terlalu Bagus untuk Ditolak
Artikel Selanjutnya
Kalahkan Tottenham, Manchester United Pertahankan Keangkeran Old Trafford