Sukses

Pengaturan Skor La Liga, Uang Mengalir ke Rekening Herrera

Liputan6.com, Zaragoza Skandal pengaturan skor pada pertandingan Levante vs Real Zadagoza 2011 lalu ikut menyeret nama Ander Herrera, pemain yang saat ini memperkuat Paris Saint Germain (PSG). Dalam persidangan, Herrera dicecar seputar aliran uang ke rekeningnya. 

Herrera merupakan satu dari sederet pemain yang diselidiki terkait dugaan pengaturan skor pada laga yang dimenangkan Real Zaragoza dengan skor tipis 2-1 itu. Dalam sidang yang berlangsung, Selasa 3 September lalu, Herrera ikut dihadirkan sebagai tertuduh. 

"Saya tidak pernah menerima bonus dalam bentuk tunai dari Real Zaragoza atau klub lain yang pernah saya perkuat," kata Herrera seperti dilansir Marca. 

Herrera kemudian ditanya mengenai aliran dana yang masuk ke rekeningnya usai laga itu. Dia tidak membantah. Namun menurutnya, uang itu bonus seperti yang dituduhkan. 

"Dikatakan kepada saya kala itu, kalau itu sebuah kesalahan, salah transfer. Itu salah transfer ke rekening saya," jawab mantan pemain Manchester United (MU) tersebut.

Herrera lalu menjelaskan, dia kemudian mengambil uang tersebut. Namun tidak digunakan untuk keperluannya, melainkan dikembalikan lagi ke klub saat berada di lokasi latihan.

"Saya melakukan itu di lokasi latihan sehari setelah mendapat telepon dan di hari yang sama, saya mencairkan uang tersebut," kata pemain berusia 30 tahun tersebut. 

"Saya pergi latihan dan menyerahkan uang itu kepada presiden (klub). Saya tidak tanda tangan apapun saat itu, di mana itu kesalahanku dan menyebabkan saya ada di sini."

2 dari 2 halaman

Bukti Baru

Sebanyak 42 orang masuk dalam daftar dakwaan yang diajukan oleh kejaksaan setempat terkait dugaan pengaturan skor dalam laga Real Zagaroza vs Levante. Gelandang Gabi Fernandez yang mencetak dua gol Zaragoza dalam duel ini ikut didakwa bersama Herrera. 

Selain para pemain dari kedua tim, pelatih Zaragoza saat itu, Javier Aguirre, juga terseret.

Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum menuduh pihak Zaragoza menyuap para pemain dan petinggi Levante agar mengalah. Disebutkan juga bahwa demi memuluskan rencana ini, mereka menggelontorkan dana sebesar 965 ribu euro kepada pemain dan pelatih lawan. 

Skandal ini sebenarnya sudah bertahun-tahun diselidiki aparat terkait. Namun pada 2017 lalu, prosesnya sempat berhenti. Jaksa lalu membuka lagi kasus ini setelah menemukan bukti baru pada kasus yang melibatkan Derpotivo La Coruna di tahun yang sama. Deportivo diduga melakukan pengaturan skor agar selamat dari zona degradasi di musim 2011. 

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Valverde Mulai Frustrasi Barcelona Terpuruk di Laga Tandang
Artikel Selanjutnya
Kalah dari Granada, Barcelona Lakukan Start Terburuk