Sukses

Jordan Henderson, Gaya Kapten Liverpool Bungkam Kritik

Liputan6.com, Jakarta Pertandingan antara Manchester United kontra Liverpool di babak 16 besar Europa League menyimpan catatan spesial bagi  Jordan Henderson. Bila ditampilkan oleh manajer Juergen Klopp, Henderson bakal menorehkan partai ke-300 bersama The Reds di semua ajang kompetisi.

Ajang tepat bagi Henderson untuk membungkam kritik. Ya, banyak pihak menilai Liverpool sia-sia mendatangkan Henderson. Dana sebesar 16 juta poundsterling atau Rp 267 miliar harus dikeluarkan manajemen tim untuk mendapatkan si pemain dari Sunderland. Harga yang terlampau tinggi untuk pemain 21 tahun sekaliber Henderson.

Cap pemain gagal langsung disematkan pada sosok 25 tahun ini. Terlebih, rangkaian cedera Henderson membuat stigma miring terhadap Henderson semakin kental. Meski begitu, sang pemain tetap menjadi andalan dua pelatih Liverpool, Brendan Rodgers dan sekarang, Jurgen Klopp.

Jordan Henderson

Bahkan Timnas Inggris cuek dengan komentar bernada mengecilkan untuk Henderson. Faktanya, mulai 2010 Henderson sudah mendapatkan caps di timnas Inggris atau setahun sebelum gabung Liverpool. Total, hingga kini Henderson telah mengantongi 22 caps.

Di bawah rezim Rodgers, Henderson bahkan menjadi wakil kapten. Dalam beberapa kesempatan, Henderson ditunjuk mengenakan ban kapten, bahkan ketika Gerrard ditarik keluar. Sejak kepergian Gerrard dari Liverpool di bursa transfer musim panas ini membuat eks-pemain Coventry City ini ditunjuk menjadi kapten tim.

Namun demikian, pandangan miring terhadap Henderson belum bisa luntur lantaran hingga musim 2015/16, Henderson boleh dibilang belum memberikan kontribusi optimal untuk tim. Sejak tampil pada 29 November lalu, dia baru mencetak 2 gol dari total 21 pertandingan. Penampilan Liverpool masih rata-rata duduk di papan tengah menempati posisi 7 mengantongi 44 poin.

Jordan Henderson

Jauh sebelum Klopp memberikan ban kapten untuk Liverpool, banyak pihak meragukan keputusan Liverpool menunjuk pemain muda ini untuk memimpin skuad.  

Tidak tanggung-tanggung, cemoohan untuk Henderson datang dari tokoh kondang sepak bola Inggris, Sir Alex Ferguson menyebut gaya berlari si pemain cukup aneh. Hal itu dituliskan Ferguson dalam buku autobiografinya. Masalah tersebut, menurut Fergie bakal menyulitkan Henderson di masa depan. Rodgers yang ketika itu masih menangani Liverpool geram dengan hujatan Ferguson.

Jordan Henderson

"Sir Alex senang membina pemain muda, jadi pernyataannya terkait Jordan Henderson sungguh tidak pantas. Setelah bekerja sama dengannya lebih dari semusim, Anda tak akan mendapatkan pemain yang lebih jujur darinya," semprot Rodgers ketika itu.

Menanggapi komentar miring Fergie, Henderson berpikir positif. Bagi Henderson, itu berarti Ferguson menaruh perhatian khusus terhadapnya."Saya pikir saya harus mengerjakan sesuatu yang benar bagi dia untuk menonton saya dari jarak dekat!."

Jordan Henderson

"Saya tidak terlalu memikirkannya. Saya hanya fokus pada diri sendiri dan pastikan sehat secara fisik. Saya tak mau berubah karena permintaan orang lain.Seperti saya katakan, dia tahu apa yang dia bicarakan," ujar Henderson diplomatis.

Beragam kritikan yang ditujukan terhadap Henderson, toh Liverpool bergeming. Henderson tetap menjadi pilihan utama di tim inti. Klopp bahkan tidak mau mengambil risiko terhadap cedera yang didapat Henderson akhir tahun lalu. Ini membuktikan, Henderson telah menjadi kebutuhan dan andalan tim, terbukti dia akan mencapai pertandingan ke-300 di Liverpool

  • Jordan Henderson adalah seorang pemain bola yang tergabung di dalam klub Liverpool
    Jordan Henderson adalah seorang pemain bola yang tergabung di dalam klub Liverpool
    Jordan Henderson
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
Loading