5 Bintang Bersinar Usai Dilepas Inter Milan

Dari Bonucci hingga Pirlo, dari Bergkamp sampai Carlos.

Diterbitkan 25 Februari 2016, 09:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Milan - Sudah begitu banyak bintang yang mewarnai sejarah sepak bola dunia lahir dari Inter Milan. Ada yang merupakan pemain lokal asli Italia, tapi ada juga bintang-bintang bersinar yang mereka impor dari luar.

Baca Juga

  • Mourinho Menanti Lamaran MU
  • Demi Conte, Chelsea Bakal Datangkan Pemain Keturunan Indonesia
  • http://bola.liputan6.com/read/2444586/kurang-dari-3-hari-menpora-tentukan-nasib-pssi


Nama-nama seperti Giuseppe Bergomi, Giuseppe Baresi, hingga Christian Vieri adalah sosok italiano yang menjulang bersama I Nerazzurri. Sementara sosok-sosok seperti Juergen Klinsmann hingga Ronaldo adalah pemain-pemain yang didatangkan khusus untuk membangun kejayaan Inter.

Namun, ada fenomena menarik terkait perekrutan pemain di kubu Inter. Ada beberapa nama yang justru menjulang namanya usai tak lagi berstatus sebagai pemain I Nerazzurri.

Padahal, saat didatangkan ke Giuseppe Meazza, banyak di antara mereka yang sudah memiliki status bintang. Namun, sinar mereka begitu saja redup, sebelumnya akhirnya kembali mentereng usai meninggalkan Giuseppe Meazza.

Berikut lima bintang yang karier menjulang usai dilepas Inter:

Leonardo Bonucci

Leonardo Bonucci
Leonardo Bonucci menimba ilmu sepak bola di akademi Inter Milan. Sayang, saat beranjak dewasa, dia kesulitan menembus tim utama. Pada periode 2005-2009, dia hanya tampil satu kali.

Karier Bonucci baru bersinar saat bergabung dengan Bari, kemudian Juventus pada 2010. Bersama Juventus, pemain kelahiran 1 Mei 1987 ini tumbuh menjadi benteng yang kuat di lini pertahanan.

Bersama Juventus juga, dia sukses memenangkan empat scudetto dan runner-up Liga Champions 20014/15. Nama Bonucci pun berkibar di tim nasional Italia. Dia ikut membela Italia saat tampil jadi finalis Piala Eropa 2012 di Ukraina-Polandia.

Sampai sekarang pun Bonucci masih jadi pemain belakang nomor satu di Gli Azzurri. Sejak melakukan debut tahun 2010, dia telah 53 kali membela Italia.

Robbie Keane

Robbie Keane
Saat Inter Milan mendatangkan Robbie Keane pada tahun 2000, banyak pendukung mereka mengernyitkan dahi. Pasalnya, selain datang dari klub kecil Inggris, Coventry City, harga Keane juga lumayan mahal, sekitar 15 juta euro.

Kekhawatiran tifosi jadi kenyataan. Semusim membela Inter, Keane hanya tampil enam kali dan kemudian dipinjamkan ke Leeds United. Ternyata, Leeds menjadi pintu gerbang bagi karier Keane selanjutnya.

Karena, setelah membela Leeds, karier Keane kian menjulang. Terutama saat membela Tottenham Hotspur, di mana Keane mencetak total 80 gol. Keane juga sempat membela klub elite Inggris lainnya, Liverpool, sebelum hijrah ke Amerika Serikat, bergabung dengan LA Galaxy.

Paling akhir, di usianya yang telah mencapai 35 tahun, Keane sukses membawa negaranya lolos ke putaran final Piala Eropa 2016 Prancis. Total 21 gol yang dicetak Keane di kualifikasi Piala Eropa membuatnya mengungguli Hakan Sukur (20 gol) pemegang rekor pencetak gol terbanyak di ajang kualifikasi Piala Eropa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Andrea PirloKepergian Andrea Pirlo ke rival sekota AC Milan, tentu sangat menyakitkan bagi tifosi Inter Milan. Lebih menyakitkan lagi, performa Pirlo ternyata terus menjulang bersama Milan. Padahal, saat di Inter (1998-2001), penampilannya bisa dibilang biasa saja.Di Milan, Pirlo menjadi legenda. Pada periode 2001-2011, dia jadi andalan I Rossoneri di lini tengah. Dia memainkan peran sebagai deep-lying playmaker, posisi baru yang ditemukan pelatih Carlo Ancelotti untuknya.Bersama Milan, Pirlo memenangkan dua gelar scudetto dan gelar Liga Champions. Di tim nasional Italia, nama Pirlo juga berkibar. Dia jadi salah satu penentu saat Italia jadi juara Piala Dunia 2006 di Jerman.Bahkan, saat usianya tak muda lagi, Pirlo masih mampu memperlihatkan sihirnya bersama Juventus, saat memenangkan empat scudetto berturut-turut. Saat ini, Pirlo bermain di Liga Amerika Serikat bersama New York City.

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Rejdo PrahanandaTim Redaksi
Copy Link
Batalkan