Cinta Pertama dan Takdir Petarung Manny Pacquiao

Pacquiao kini menjadi ikon dan representasi harapan bangsa Filipina.

Diterbitkan 01 Mei 2015, 08:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Las Vegas - Manny Pacquiao mungkin memang terlahir dan ditakdirkan untuk menjadi seorang petarung. Bukan hanya di atas ring tinju, tapi juga ketika dia harus bertarung melawan kemiskinan yang dialami keluarganya sejak Pacquiao masih kecil.

Pada usia 14 tahun, ia memilih kabur dari kawasan miskin tempat dia dilahirkan. Kemiskinan membuat sang ayah terpaksa memakan anjing peliharaan Pacquiao. Keputusannya kabur juga tak lain demi mengurangi beban ibunya yang kemudian sendirian membesarkan enam anaknya di General Santos, sebuah kota di sebelah selatan Pulau Mindanao, Filipina.

Sejak itu, Pacquiao bekerja di gudang dan tempat konstruksi untuk menghidupi dirinya. Di waktu yang sama, Pacquiao remaja mulai mengenal tinju. Ia jatuh hati kepada olahraga ini. Tinju adalah cinta pertamanya.

Pacquiao begitu giat berlatih di sebuah gedung tua. Ia menjadi petinju profesional pada 1995, ketika usianya baru menginjak 16 tahun. Kala itu, dia masuk kelas terbang ringan dengan berat 48 kg. Lawan pertamanya adalah Edmund Ignacio, dan Pacquiao menang KO pada ronde keempat dalam pertarungan yang berlangsung 22 Januari 1995 itu. 

Bersambung ke halaman selanjutnya>>>

2

Setelah itu, kemenangan demi kemenangan diraih petinju kelahiran Kibawe, Filipina pada 13 Desember 1978 ini. Pada 1998, Pacquiao merebut sabuk juara pertamanya di kelas terbang WBC dengan mengalahkan petinju Thailand, Chatchai Sasakul.

Nama petinju berjuluk The Pacman ini kian berkibar usai mengalahkan petinju terkenal Meksiko, Marco Antonio Barrera pada 15 November 2003. Lalu, giliran Oscar De La Hoya yang dia taklukkan pada 2008 dalam duel yang menghasilkan hampir USD 70 juta dari pelanggan bayar per tayang ini.

Uang melimpah yang dikantongi Pacquiao membuat dia membeli gedung tua tempatnya berlatih dulu. Dia merubuhkan gedung itu dan mendirikan kompleks tinju modern berlantai tujuh, yang memiliki gym, studio rekaman, ruang biliar, dan asrama.

Pacquiao pun kemudian mulai dianggap pahlawan oleh negaranya. Dia adalah ikon bagi para pemuda Filipina dan menjadi representasi harapan bagi banyak orang. "Ketika dia bertarung, tidak ada kriminal di Filipina, karena semua orang menyaksikannya bertarung," ucap pelatih Pacquiao, Freddie Roach, seperti dilansir Euro Sport. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kehidupan pribadi Pacquiao bersama keluarganya juga bahagia, terutama dengan sang istri, Maria Geraldine "Jinke" Jamora, wanita yang dinikahi Pacquiao pada 2000. Jinke bertemu Pacquiao saat bekerja sebagai konsultan kecantikan. Pasangan ini dikaruniai lima orang anak. Jinke saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi Sarangani di Filipina. Pada Mei 2010, Pacquiao menang telak dalam pemilihan anggota legislatif Kongres ke-15 Filipina. Selain itu, Pacquiao diketahui juga merupakan anggota pasukan cadangan militer dan saat ini berpangkat Letnan Kolonel I komando cadangan angkatan bersenjata Filipina.  Bersambung ke halaman selanjutnya>>>

Halaman
Show All
Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan